Greetings dear readers / salam buat para pembaca

Knowing that I say it better in writing, and I do love writing, I decided to write my experiences and thoughts in this blog so this is my e-diary.

Don't speak Indonesian? No need to worry, it is written both in Indonesian and in English.

Happy Reading, everybody !
__________________________________________

Buat saya mengungkapkan isi hati dan pemikiran lebih gampang dilakukan dalam bentuk tulisan dan karena saya juga senang menulis, saya memutuskan menulis hal-hal yang saya alami dan yang ada dalam pikiran saya dalam blog ini.

Untuk yang tidak bisa berbahasa Indonesia, jangan khawatir, blog ini saya tulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Selamat membaca !

Sunday, June 12, 2011

2,048 Viewers!!

Ini jumlah yang ditunjukkan oleh pencatat jumlah total pembaca yang mengunjungi / membaca blog ini sejak dibuat pada ….. September 2010. Wow!

Angka fantastis itu mengejutkan saya Sabtu pagi (11/6) saat saya online. Jadi sekarang pastilah jumlah itu sudah bertambah karena kalau di ambil rata-rata seharinya sekitar 9-50 orang mengunjungi / membaca blog saya.

Mungkin anda, yang seorang blogger juga / seorang penulis, akan mendengus & berpikir apa hebatnya itu karena jumlah pengunjung, pembeli atau pembaca blog / buku-buku anda jumlahnya lebih berlipat ganda.

Tapi untuk saya angka itu penting karena mengingat awalnya saya berkecil hati melihat blog itu hanya dikunjungi atau dibaca oleh 1-2 orang. Kenaikan jumlah pengunjung atau pembacanya pun sangat pelan.

Saat itu isi blog ini memang tidak seindah sekarang. Maklum, kan baru dibuat dan saya juga belum mengerti betul bagaimana cara menghiasnya. Tambahan lagi pada waktu itu belum ada kamera digital sehingga isi blog saya bagaikan masakan kurang gurih, kurang manis, kurang asin, kurang ajar… eh, tidak dong ya. Hehe. Yah, pokoke kurang sedaplah untuk dilihat. 

Belum lagi pada waktu itu saya belum mempunyai komputer dan flashdisk sehingga draft berlembar-lembar itu baru saya ketik di warnet pada waktu online. Tidak heranlah kalau banyak terdapat kesalahan pengetikan karena saya mengetik secepat mungkin supaya waktu online tidak habis hanya untuk mengetik draft blog. Itu juga yang membuat banyak penyingkatan kata (misalnya 'dengan' di tulis 'dg').

Dengan berlalunya waktu, saya belajar untuk lebih menguasai bagaimana cara memperindah tampilan blog dan yang terpenting adalah memoles kemampuan menulis saya.

Alasan saya membuat blog bukan untuk sekedar eksis di dunia maya atau demi narsisme dan tidak juga untuk sekadar pengisi waktu atau iseng. Karena kalau itu semua adalah motivasi saya maka di jamin saya akan cepat bosan dan tidak akan telaten mengurusinya.

Jadi apa yang membuat saya tetap tekun dan setia mengisi blog ini dengan catatan jurnal harian? Apa yang membuat saya malah merasa semakin senang melakukannya?

Pertama tentunya karena saya senang menulis.

Tapi itu juga bukan hal yang membuat saya pertama kali mendaftarkan diri di situs blogger.com. Lucunya hal yang membuat saya ingin mempunyai blog adalah karena terinspirasi oleh blog milik Aamir Khan.

Jadi ceritanya nih, di bulan September 2010 itu saya tidak sengaja menonton film ‘3 Idiots’. Ini film India pertama yang membuat saya betah duduk di depan tv karena alur ceritanya menarik, pemerannya lumayan sedap untuk di pandang, lucu dan yang paling penting adalah memakai bahasa aslinya serta yang penting adalah tidak terlalu banyak di isi dengan nyanyian atau tarian yang menjadi ciri khas film-film Bollywood tapi yang justru membuat saya paling ogah nonton film India.

Saking terkesannya saya dengan film itu dan juga dengan pemeran utamanya (Aamir Khan) pada suatu hari iseng-iseng saya mencarinya di Google. Lha, yang ketemu kok malah blognya Aamir Khan.

Tapi itulah awalnya. Setelah 2-3 kali mengunjungi blognya saya berpikir kalau dia yang lebih gaptek dari saya bisa punya blog kenapa kok saya tidak? Itu awal saya menjadi blogger.

Lucunya justru setelah saya mempunyai blog sendiri, saya perhatikan Aamir Khan malah statis. Tidak ada entry baru lagi diblognya.

Yah, bisa dimengerti bahwa dia orang yang mempunyai lebih banyak aktivitas dari pada saya atau mungkin juga karena tidak memiliki ketekunan atau minat untuk menulis di blog walau menurut pemikiran saya dia mempunyai begitu banyak hal menarik yang bisa dijadikan bahan tulisan.

Dia seorang aktor, produser dan pengusaha yang kerap bepergian ke berbagai tempat di dalam dan luar negeri. Kantongnya juga tebal yang menjamin dia bisa memiliki segala peralatan yang dibutuhkan atau memiliki sekretaris untuk mempermudah merekam ide apa pun yang ada di dalam kepalanya dan memindahkannya ke dalam blog.

Wah, kalau saya seperti dia, dunia tulis menulis akan terbuka selebar-lebarnya. Tidak seperti sekarang ini di mana saya masih harus sedikit jungkir balik untuk mencari waktu, tenaga dan dana untuk bisa berekspresi melalui bidang tulis menulis.

Syukurnya sejak Maret 2011 'peralatan perang' saya semakin lengkap dengan adanya komputer, netbook, flashdisk dan kamera digital yang diberikan oleh berbagai orang yang berbaik hati dan bersimpati kepada saya.

Semua fasilitas itu sangat berguna untuk seorang penulis. Sayangnya benda-benda itu juga tidak murah. Agak jauh di luar jangkauan kantong seorang guru TK yang besar gajinya bersaing dengan gaji pembantu (dalam hal kecilnya, lho. Hehe).

Karena saya bukan tipe orang yang punya bakat dagang maka obyekan saya cuma dari mengajar les yang paling tinggi tarifnya hanya Rp.70.000 karena lokasi saya tidak di pusat kota. Di sana tarif les bahasa Inggris masuk dalam hitungan ratusan ribu.

Berhubung juga penghasilan saya tidak bisa saya nikmati seluruhnya untuk diri sendiri karena sejak tahun 1996 saya bekerja untuk juga menanggung orang tua maka biar pun kelihatannya penghasilan saya lumayan untuk ukuran seorang lajang tapi dari jumlah itu yang bisa saya ambil untuk keperluan pribadi mungkin hanya 20%.

Saya tidak mau mengambil barang kreditan karena saya benci punya hutang. Rasanya hidup jadi kurang bisa dinikmati kalau dibayangi oleh tagihan hutang sekian ratus ribu atau sekian juta. 

Saya tidak mengeluh. Saya hanya menjelaskan.

Kenapa harus membuat jurnal harian? Pertanyaan ini pernah diajukan oleh seorang teman saya.

Nah, walau pun hasil psikotes yang saya ikuti beberapa minggu lalu memberikan gambaran bahwa saya seorang pembosan (tebakannya cukup akurat) tapi test itu tidak memberikan gambaran bahwa saya juga adalah seorang yang telah di tempa oleh pengalaman hidup yang lumayan keras yang membuat saya menjadi seorang yang tidak mudah untuk meninggalkan sesuatu yang sudah saya mulai betapa pun tidak menjanjikan atau betapa pun membosankannya hal tsb.

Itu yang membuat saya mendisiplinkan diri untuk tetap membuat jurnal harian walau mungkin tidak bisa setiap hari materi jurnal itu saya masukkan ke dalam blog.

Saya akan tetap melakukannya entah itu hanya ada 1-2 orang saja yang mengunjungi atau membaca blog ini.

Bahkan semakin saya menekuninya semakin banyak ilmu yang saya dapatkan, kemampuan menulis, keahlian memotret dan penguasaan bahasa Inggris semakin baik, kreativitas saya mencari materi untuk di angkat menjadi bahan tulisan semakin tinggi, pede saya bertambah dan nilai plusnya adalah membagikan pengalaman serta pemikiran saya kepada lebih banyak orang.

Buktinya seorang teman saya mulai ikut terinspirasi untuk kembali menulisi blognya setelah membaca jurnal-jurnal saya dalam blog ini.

Teman-teman yang lain terkagum-kagum melihat saya membuat jurnal dalam 2 versi bahasa. Bahkan ada yang mengira saya memakai fasilitas penerjemah dari Google.Mereka tidak mengira bahwa saya sendiri yang menerjemahkannya.

Mereka memuji sementara saya sendiri menilai ada kalanya tata bahasa saya sedikit kacau karena otak saya sedikit berkarat sebagai akibat tidak lagi mempergunakan bahasa itu secara aktif setiap harinya atau karena badan serta pikiran sedang capek.

Saya menilai meningkatnya jumlah pengunjung atau pembaca blog ini sebagai sesuatu yang tidak pernah terbayangkan. Yah, saya bukanlah orang yang terlahir dengan memiliki pede seabrek-abrek. Sudah begitu, pengalaman hidup pun mempertemukan saya dengan lebih banyak orang yang melalui berbagai cara secara sadar atai tidak telah mengecilkan diri saya.

Bahkan setelah menerima input dari sana sini mengenai kemampuan saya menulis, berbahasa asing dan memotret pun tidak otomatis membuat saya segera ‘maju ke medan perang dengan langkah-langkah lebar’.

Karena itu melalui catatan saya pada hari ini saya ingin menyampaikan rasa syukur, terima kasih dan gembira saya atas anugerah bakat yang Tuhan berikan, juga kepada orang-orang yang telah memberi kebaikan hati, dukungan srta pujian. Juga kepada kalian yang telah membaca jurnal-jurnal saya. Harapan saya dari sekian ratus catatan jurnal itu ada yang bisa memberi input positif untuk kalian. Syukur-syukur kalau membuat anda ingin menirunya atau mungkin malah mempraktekkannya.

Saya sendiri akan tetap menulis di blog ini. Bahkan setelah saya tidak lagi mengajar di sekolah. Karena ide selalu ada. Saya pasti akan menemukan hal-hal menarik yang bisa saya jadikan bahan tulisan.

Tapi btw, Wah, sekarang saya harus menerjemahkan materi jurnal ini. Aduoowww!! Mana banyak lagi.

Masih ada jurnal lain yang harus saya tulis tentang aktivitas di sekolah pada hari Sabtu (11/6) ini. Lalu ada juga jurnal saat saya ke Pelabuhan Ratu yang sampai sekarang belum saya terjemahkan. Aduh. Bagian menerjemahkan ini yang tidak terlalu membangkitkan semangat.

Ya, sudahlah. Kalau saya tidak mulai nanti tidak akan mulai-mulai.
________________________________________________________________

2,048 viewers in total is what the statistic shown me this Saturday morning (June 11th). Wow! A fantastic figure. Unimaginable. And it is still counting since the number of viewer is range between 9 to 50 viewers. It is daily countdown.

A number that you might have shrugged off if you’re a blogger or writer because you think you’ve more viewers or readers of your blog or books.

But that number is important and significant for me considering that at the early beginning there were only 1-2 viewers & the increase on viewer number was slow.

Well this blog wasn’t an eye catching back then. I was just a beginner. I haven’t completely knew how to decorate this blog. Plus I haven’t had computer, netbook, flashdisk (USB) nor digital camera at that time.


It is why I made many typing and spelling errors because I brought the drafts to internet café and typed it there as I went online at the same time. I typed it as fast as I could so I didn’t waste my online time just to type my journal.

Since March 2011 some people have kindly provide me with computer, netbook, USB and digital camera which all are essential equipments any writer should have. I therefore so happy and glad to have them very much. Those gadgets are not cheap. I can’t afford to buy them with my teaching income which isn’t much and though I’ve given tutoring but since I work to support my parents I can only use about 20% of my income for my personal use.

With the help of those gadgets I’ve learned how to make this blog’s appearance more eye catching. It is surely boost up the number of viewers.

In the meantime a friend asked me this question ‘why do you have to make daily entry?’

I don’t set up my own blog for narcism reason or because I wanted a way to make me exist or because I didn’t have anything else to do. If it was my motive I surely wouldn’t last this long as a blogger. Infact the longer I become a blogger the more interesting it is.

The main reason is surely because I like writing.

Funny thing is having a blog wasn’t what I had on mind when I searched Google some time in that September 2010. I was searching for that Indian movie (3 Idiots) I watched on tv. It was quite a good Bollywood movie. Good enough to make a non Indian film lover like me willing to sit infront of the tv to watch it.

Deeply impressed by the story, the good looking actors, the humour and the fact that it wasn’t dubbed into Indonesian, didn’t show too much of dancing and singing which are the typical of Bollywood movies I dislike so much made me searched it on Google.

What I found on it was the movie’s leading actor’s blog. Now after read it 2-3 times I thought if Aamir Khan who isn’t into the net could have a blog then why don’t I have it too?

It was the start. In time I discovered how blog has benefit me. It improves my writing skills along with my photography skill and of course my English since I have this blog bilingual (2 languages).

It also works on my self esteem as I wasn’t a person born with huge self esteem and life experience brought me to meet people who purposely / not have their own way to crush my self esteem.

Despite the outcome of the recent psychologist test that I took that said I am easily bored but life experience has taught me not to easily give up on the things I’ve started. No matter how unpromising it might be or how displeasing it is. 

It is why I keep writing my journal for this blog. I am doing it though it is read only by 1-2 viewers.

The fact is I’ve getting another bonus by becoming a blogger. A friend has been inspired to start write her blog again. Others admire my ability to translate my own blog that at first they thought I used Google translation facility. Infact while they admiring it, I personally think my English grammar sometimes were chaotic, my vocabulary frozen in my brain for not being use daily. I’m out of practice with my own English that translating my blog is not something I am keen to do.

Oh man, it just reminds me that I haven’t translate one blog that I made after I went to the beach. Plus I’ve today’s journal that I haven’t written yet.

It is my hope that you guys may get positive input from my journals on this blog that you can use to solve your problem or something to think over.

No comments:

Post a Comment