Greetings dear readers / salam buat para pembaca

Knowing that I say it better in writing, and I do love writing, I decided to write my experiences and thoughts in this blog so this is my e-diary.

Don't speak Indonesian? No need to worry, it is written both in Indonesian and in English.

Happy Reading, everybody !
__________________________________________

Buat saya mengungkapkan isi hati dan pemikiran lebih gampang dilakukan dalam bentuk tulisan dan karena saya juga senang menulis, saya memutuskan menulis hal-hal yang saya alami dan yang ada dalam pikiran saya dalam blog ini.

Untuk yang tidak bisa berbahasa Indonesia, jangan khawatir, blog ini saya tulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Selamat membaca !

Thursday, November 30, 2017

Happy Birthday Compilation

Ulang tahun itu sesuatu yang istimewa.

Birthday is a special thing.

Ulang tahun itu adalah kegembiraan.

Birthday is a joy.

Ulang tahun adalah suatu perayaan

Birthday is a celebration.

Ulang tahun disambut dengan ucapan syukur.

Birthday is greeted with gratitude.

Itulah arti ulang tahun buat saya.

That's what a birthday means to me

*  *  *  *  * 

To be continued

Happy Birthday, Billy and Bella

Ulang tahun itu sesuatu yang istimewa.

Birthday is a special thing.

Ulang tahun itu adalah kegembiraan.

Birthday is a joy.

Ulang tahun adalah suatu perayaan

Birthday is a celebration.

Ulang tahun disambut dengan ucapan syukur.

Birthday is greeted with gratitude.

Itulah arti ulang tahun buat saya.

That's what a birthday means to me

*  *  *  *  * 

Billy dan Bella hanyalah dua ekor anjing.


Billy and Bella are just two dogs.

Buat orang lain mungkin tidak ada artinya.

It probably means nothing for other people.

*  *  *  *  *

To be continued



Sunday, October 29, 2017

Hormones at Rage

Pernah sakit?

Have you ever been sick? 

Kagak enak ya?

It sucks, right?

Ya iyalah, mana ada sakit yang enak? Ga ada kan. Jadi karena itu juga tidak akan ada seorang pun yang mau sakit.

Of course, or else, do you know any enjoyable illness? None, right?. So that is why no one wants to get sick.

Tapi mana ada seorang pun di dunia ini yang tidak pernah sakit? Segagah, sekuat dan seteliti apa pun dia menjaga badannya tetap tidak akan menjamin dia tidak akan pernah sakit seumur hidupnya.

But who in this world has never got sick? No matter how strong, tough and thorough a person takes care his/her body it still not a guarantee that person won't ever get sick in his/her entire life.

Oya, definisi saya tentang sakit tidak selalu harus sakit karena serangan virus ya..

Oh by the way, my definition of being sick is not always the ones caused by virus attack..

Jadi mari saya ceritakan tentang sakit-sakit ini.

So let me tell you about these sicknesses.

*  *  *  *  *

Pernah jadi perempuan?

Have you ever being a female?

Eh?

Er?

Yang sudah pernah pasti tahu gimana rasanya.

Those who have being a female must have known how it feels.

Maksud lo?

What in the hell are you talking about?

Jadi perempuan itu kagak enak, cuyyyyy!!

It sucks being a female, dude!!

Banyak ribetnya jadi perempuan.

It is complicated being a female.

*  *  *  *  * 

To be continued..

Diarrhea

Pernah sakit?

Have you ever been sick? 

Kagak enak ya?

It sucks, right?

Ya iyalah, mana ada sakit yang enak? Ga ada kan. Jadi karena itu juga tidak akan ada seorang pun yang mau sakit.

Of course, or else, do you know any enjoyable illness? None, right?. So that is why no one wants to get sick.

Tapi mana ada seorang pun di dunia ini yang tidak pernah sakit? Segagah, sekuat dan seteliti apa pun dia menjaga badannya tetap tidak akan menjamin dia tidak akan pernah sakit seumur hidupnya.

But who in this world has never got sick? No matter how strong, tough and thorough a person takes care his/her body it still not a guarantee that person won't ever get sick in his/her entire life.

Oya, definisi saya tentang sakit tidak selalu harus sakit karena serangan virus ya..

Oh by the way, my definition of being sick is not always the ones caused by virus attack..

Jadi mari saya ceritakan tentang sakit-sakit ini.

So let me tell you about these sicknesses.

*  *  *  *  *

Pernah diare?

Have you ever had diarrhea?

Yang sudah pernah pasti tahu gimana rasanya.

Those who have had it knew it felt.

Yang belum pernah pasti tidak akan bisa membayangkan bagaimana rasanya dan karenanya mungkin menganggap diare itu cuma kayak orang kejedot meja.. ga serius, ga sakit, diusap-usap dikit langsung hilang sakitnya dan satu-dua jam kemudian sudah baik lagi.

Those who never experienced it can't imagine how it feels and so probably think diarrhea is like bumping into a desk.. nothing serious, no pain, a little caressed would get rid the pain and one-two hours later it would be well again.

Buat yang belon pernah diare dan punya pemikiran kayak gitu.. saya berharap semoga suatu hari nanti bisa mengalami sendiri supaya kalau dia ketemu sama orang yang lagi diare dia bisa berempati dengan sepenuh hati.

For those who never had diarrhea and have that kind of thinking.. I wish one day they would experience it themselves so when they meet anyone is having diarrhea they could sincerely have empathy.

Bukannya nyumpahin tapi sifat dasar manusia adalah kalau dia sendiri belum mengalami sesuatu, dia tidak akan bisa memahami apa yang dirasakan oleh orang lain.

I am not put a curse on anyone but it is human basic nature which makes him/her unable to understand what others feel if he/she has not personally gone through it.

*  *  *  *  * 

Cabai buat saya adalah aphrodite.

To me chili is aphrodite.

Dia merayu. Menggoda. Memabukkan. 

It seduces. Lures. Intoxicating.

Terjatuhlah saya dalam pesonanya. Terbius dalam kekuatannya.

I fall under its charm. Sedate in its power.

Saya membiarkan diri dipeluk, dibuai dan dililit ketika dia menari, menggeliat dan menyentak tubuh serta seluruh panca indera saya.


I let myself be embraced, lulled and tied when it dances, writhes and flinches my body along with all of my senses. 

Sensasinya bagaikan kaki-kaki laba-laba yang melilit dan tidak akan melepaskan mangsanya.

Its sensation is like spider legs that wrap tightly and won't let go its prey.

Tapi buat orang lain dia adalah Hades.  

But to others it is Hades.

Melihatnya saja sudah mampu membuat mereka gemetar. Gentar menghadapinya. Emoh untuk menjamahnya.

Even just seeing it is enough to make them shiver. Dither to stand before it. Never wants to touch it.

*  *  *  *  *

Saya lupa kapan pertama kali saya berkenalan dengan cabe.

I forgot when was the first time I was introduced to chili.

Tidak mungkinlah dari rumah karena orang tua saya bukan pecandu cabe.

It is unlikely to get to know it from home because my parents are not chili addict.

Berarti dari pergaulan karena rata-rata teman saya adalah penggila cabe.

Then I've got it from friends because most of them are great fond of chili.

Tapi kalau pada dasarnya saya tidak suka cabe, pasti saya tidak akan jadi seperti mereka.

But if I dislike chili from the first place then I'd not turn like them.

Ya, seperti rokok. Banyak orang mencoba tapi tidak semua jadi perokok.

It goes the same like cigarette. Lots of people try to smoke it but not all of them turn into smoker.

Katanya DNA memainkan peranan dalam menentukan seseorang menjadi perokok atau tidak. Lingkungan berperan tapi DNA lebih kuat efeknya. 

It says whether a person becomes a smoker or not is determine by DNA. Environment do influences people but DNA has stronger effect.  

Orang tua saya dulunya perokok tapi saya tidak merokok walau dulu pernah beberapa kali mencoba merokok. Hmm. Mereka tidak suka cabe tapi saya jadi penggemar cabe yang bisa sakau kalau makan tanpa cabe. Haha. Aneh kan?


My parents were both ex-smokers but I don't smoke though I had several times tried to smoke. Hmm. They don't like chili but I become fond of it that I could have this addictive urge if I have meals without chili. Haha. Strange, isn't it?

Tapi saya rasa suku dan bangsa juga mempengaruhi kesukaan seseorang pada rasa pedas karena bangsa asia dan bangsa latin umumnya lebih suka pedas dibandingkan dengan orang-orang barat.

I think ethnicity and nationality also play role in influencing a person's taste in spicy food because most Asian and Latinos are fond of spicyness compare to the westerner.

*  *  *  *  *

Haloooo??? Kenapa kok saya jadi berpanjang lebar nulis soal cabe padahal judul postingannya kan tentang diare.

Hellooo??? Why write all about chili when this post's title is about diarrhea.

Soalnya kalau dengar atau ngomongin soal diare (atau dalam bahasa sehari-hari lebih beken dikenal dengan istilah 'mencret') yang muncul di otak kita pastilah diare karena kebanyakan makan cabe atau sambal, ya nggak?

The thing is when we hear or talk about diarrhea (or Indonesian refer it with the term 'mencret') we think it is caused by eating too much chili, right?

Tidak juga.

Not really.

Buktinya dalam pengalaman saya mengkonsumsi cabe atau sambal, amat sangat jarang yang bisa bikin saya jadi mencret.


In my own experience consuming chili, it is very rarely for it making me have diarrhea.

Susu yang malah lebih bisa bikin saya mencret. Jadi kalau saya susah buang air besar dan pisang atau pepaya tidak memberikan hasil memuaskan.. saya minum susu aja. Di jamin bakal lancar car car keluarnya.. haha..

It is milk which can make me have diarrhea. So when I have trouble pooping and banana or papaya doesn't give satisfying effect.. I just drink milk. Guarantee it can get it out smoothly.. haha..

*  *  *  *  *

Buang-buang air besar yang disebabkan karena makan makanan yang terlalu pedas atau karena makan terlalu banyak cabe biasanya kalau di saya terjadinya cuma sekali. So sebetulnya saya tidak bisa menyebutnya sebagai diare. Itu cuma mencret biasa. Begitu penyebabnya keluar dari perut ya mencretnya pun berhenti dan buang air besar kembali normal. 

Eating too much spicy food or too much chili can only make me have diarrhea just once. So I can't call it diarrhea. It is just a normal 'mencret'. Once they're out of my stomach then 'mencret' stops and the poop becomes normal again.

Yang berbahaya adalah kalau makanan (pedas atau tidak pedas) yang masuk ke perut ternyata terkontaminasi dengan bakteri Salmonella atau E coli.

The danger comes in form of contaminated food (spicy or unspicy) with bacteria such as Salmonella or E coli.

Yang begini ini bisa bikin orang benar-benar diare dan bukan sekedar mencret.

This is what makes people can get real diarrhea and not just regular 'mencret'.

Seperti yang saya dan papa alami setelah kami memakan hidangan perayaan tahun baru di awal tahun ini.


Just like what papa and I had after we ate new year's dish early this year.

Selidik punya selidik ternyata suami dari rekan kerja saya juga diare setelah memakan makanan yang sama. Jadi ini bukan karena perut saya dan papa yang terlalu sensitif.

Later I found out that a colleague's husband had diarrhea as well after ate the same dish. So it wasn't because papa and I had sensitive stomach.

Makanan yang terlihat enak belum tentu bebas bakteri. Jadi berhati-hatilah buat yang senang jajan. Makanan yang di rumah pun tetap harus di jaga kebersihannya dan harus disimpan dalam wadah tertutup supaya jangan dihinggapi lalat.

A dish may look tasty but it has no guarantee it is free of bacteria. So better watch out for those who like buying take outs dishes or snacks. Even home made dish still need to be watched for its hygienne and should be stored in closed container to prevent flies from touching it.

Urusan lalat ini memang harus diwaspadai. Kalau mau jajan, lebih baik sih pilih makanan yang panas. Lebih baik lagi kalau yang baru jadi, entah itu direbus atau digoreng.

Gotta watch out for this fly thing. If you want to have take out dish then better choose the kind that keeping warm or if it is just freshly boiled or fried.

Kalau mau pakai kecap atau sambal, lebih baik buka tutup botolnya dan tuangkan isinya langsung dari dalam botolnya ke atas makanan. Kenapa begitu? Karena biasanya tutup botol atau wadah kecap dan sambal itu tidak tertutup jadi bisa sudah tercemar karena dihinggapi lalat.


If you want to have some ketchup or chili sauce then better take off the cap and pour it into the meal. Why do we need to do this? Because usually the bottle or container cap is not closed so it is expose to flies.

*  *  *  *  *

9 Maret 2016

9 March 2016

Saya tiba di rumah dalam keadaan lemas karena diare.

I've got home so weak out of diarrhea.

Dua hari sebelumnya saya pergi mengunjungi keponakan saya di biara Karmel.

That smile hid what I really felt. Diarrhea was raging like wild fire

Two days earlier I went to visit my niece at Karmel monestery.

Waktu berangkat saya memang sudah mencret tapi karena saya pikir itu cuma mencret biasa, saya tetap jalan karena rencana berkunjung ini sudah disusun dari jauh-jauh hari dan saya tidak mau mengecewakan keponakan saya. 

I already had 'mencret' when I left home but I thought it was just a regular one so I kept with the original plan as I didn't want to disappoint my niece.

Saya tidak tahu kalau ternyata itu adalah kasus diare yang luar biasa parah.

I didn't know it was a pretty awful case of diarrhea.

Dua puluh tiga hari kemudian baru saya benar-benar sembuh dari diare keparat itu.

I completely healed from that damn diarrhea twenty three days later.

Bayangkan itu..

Imagine that..

Harusnya saya sudah dirawat di rumah sakit tapi saya terlalu mikirin kerjaan.. yah, kerjaan yang tidak tahu menghargai saya tapi yang masih juga saya bela-belain.

I should be hospitalized but I thought too much about work.. yeah, the work that does not appreciate me but still I give my all for it.

Lantas apa yang bikin saya jadi diare kayak gitu?

So what caused that diarrhea?

Susu.

Milk.

Teman saya yang tinggal di Amerika mengirimkan susu coklat dalam sachet dalam berbagai rasa. 

A friend who lives in America sent me sachets of chocolate milk in various flavor.

Yang namanya produk dairy bule punya itu rasanya enak banget.

All western dairy products taste so good.

Saya sudah berapa kali makan dan minum berbagai produk dairy bikinan asli dari luar negeri dan tidak ada satu pun yang bikin saya diare.

I had tasted various dairy products original made from abroad and none made me had diarrhea.

Efek diare yang satu itu bikin berat badan saya turun drastis dan selama lebih dari setahun berat badan saya tidak bisa naik banyak.


That one diarrhea had shed my weight drastically and for more than a year I couldn't get more weight.

Bagus dong, kalian pasti bakal komen gitu. Ya, ada bagus dan ada tidak bagusnya juga.

Isn't it nice, you surely would say that. Yeah, it is nice and it is also not nice.

*  *  *  *  *

Menjaga kesehatan itu wajib.

Keep in good health is a must.

Tapi kadang sakit itu bisa muncul mendadak. Penyebabnya bisa kecil tapi menciptakan penyakit yang luar biasa.

But illness may strike out of the blue. The cause might be minor but it could create huge illness.

Kalau sudah begitu ya bukan salah siapa-siapa kecuali kalau kita memang sengaja bikin diri sendiri sakit.

If it is the case then it is nobody's fault unless if we deliberately make ourselves ill.

Jadi kalau ada orang yang sakit, jangan mikir apalagi komen miring soal penyakitnya seperti seakan-akan orang itu sengaja bikin dirinya sakit dan menikmati penyakitnya.

So when someone is ill, don't think let alone say bad comment about his/her illness as if that person deliberately make him/herself ill and enjoy being sick.

Saya sudah sering sakit dan saya sudah sering dengar komen orang-orang yang mungkin seumur hidupnya tidak pernah sakit sehingga tentunya mereka tidak tahu sakit itu seperti apa rasanya atau orang-orang yang pernah sakit tapi rupanya terkena serangan lupa ingatan sehingga mereka lupa kalau sakit itu rasanya gimana sih.

I have been ill many times and I have oftenly heard comments from people who probably never fell ill all of their lives so they have no idea how it feels being sick or people who have fallen sick but got amnesia which making them forgot how it was like to be ill.

Sakit seperti segala hal lainnya yang ada di dunia ini memiliki hikmah yang bisa memperkaya atau memedihkan jiwa seseorang.

Getting sick like any other things in this world has wisdom that can enriched or crushed one's soul.

Di postingan ini saya hanya menuliskan tentang diare yang pernah saya alami tapi ada banyak orang lain yang menderita penyakit yang jauh lebih banyak dan jauh lebih serius bahkan ada yang tidak tersembuhkan, ada yang berujung pada maut.

In this post I just write about the diarrheas which I have had but there are many people who suffer a much more serious illness, some even uncurable, others end in death.

Jadi hargailah hidup dan kesehatan tanpa mencela atau mengecilkan mereka yang tidak sehat.

So appreciate life and health without mocking or degrading those who are unhealthy.

Toothache

Pernah sakit?

Have you ever been sick? 

Kagak enak ya?

It sucks, right?

Ya iyalah, mana ada sakit yang enak? Ga ada kan. Jadi karena itu juga tidak akan ada seorang pun yang mau sakit.

Of course, or else, do you know any enjoyable illness? None, right?. So that is why no one wants to get sick.

Tapi mana ada seorang pun di dunia ini yang tidak pernah sakit? Segagah, sekuat dan seteliti apa pun dia menjaga badannya tetap tidak akan menjamin dia tidak akan pernah sakit seumur hidupnya.

But who in this world has never got sick? No matter how strong, tough and thorough a person takes care his/her body it still not a guarantee that person won't ever get sick in his/her entire life.

Oya, definisi saya tentang sakit tidak selalu harus sakit karena serangan virus ya..

Oh by the way, my definition of being sick is not always the ones caused by virus attack..

Jadi mari saya ceritakan tentang sakit-sakit ini.

So let me tell you about these sicknesses.

*  *  *  *  *

Pernah sakit gigi?

Have you ever had toothache?

Yang sudah pernah pasti tahu gimana rasanya.

Those who have had it knew it felt.

Yang belum pernah pasti tidak akan bisa membayangkan bagaimana rasanya dan karenanya mungkin menganggap sakit gigi itu cuma kayak orang kejedot meja.. ga serius, ga sakit, diusap-usap dikit langsung hilang sakitnya dan satu-dua jam kemudian sudah baik lagi.

Those who never experienced it can't imagine how it feels and so probably think toothache is like bumping into a desk.. nothing serious, no pain, a little caressed would get rid the pain and one-two hours later it would be well again.

Buat yang belon pernah sakit gigi dan punya pemikiran kayak gitu.. saya berharap semoga suatu hari nanti bisa mengalami sendiri supaya kalau dia ketemu sama orang yang lagi sakit gigi dia bisa berempati dengan sepenuh hati.

For those who never had toothache and have that kind of thinking.. I wish one day they would experience it themselves so when they meet anyone is having toothache they could sincerely have empathy.

Bukannya nyumpahin tapi sifat dasar manusia adalah kalau dia sendiri belum mengalami sesuatu, dia tidak akan bisa memahami apa yang dirasakan oleh orang lain.

I am not put a curse on anyone but it is human basic nature which makes him/her unable to understand what others feel if he/she has not personally gone through it.

*  *  *  *  * 

Perkenalan saya dengan sakit gigi terjadi di usia saya yang sudah lewat 40 tahun.

I was introduced to toothache when I was over 40.

Maklum, saya ini late boomer

Well, what can I say, I am a late boomer. 

Tunggu! Apa sih late boomer itu?

Wait! What is late boomer?

Oh, gini.. late boomer itu adalah orang yang bawaannya serba ketinggalan aja dari orang lain. 

Oh, let's see.. late boomer is a person who is so far behind compare to other people. 

Ya seperti saya ini; yang lain sudah nikah dan punya anak bererot, saya masih asyik pacaran dan belon punya anak. Orang-orang lain sudah punya jabatan setinggi langit, saya masih dipandang sebagai keset. Yang lain sudah pada ompong, saya baru ngerasain sakit gigi untuk pertama kalinya.. hehe..

Just like myself; others have married and have many kids, I remain happy in my out of wedlock relationship and childless. Other people have had rising star career, I am still seen as doormat. Others have already toothless, I just had my toothache for the first time.. haha..

*  *  *  *  *

Setelah dengan pedenya mengklaim diri tidak pernah sakit gigi.. yak, akhirnya dua tahun lalu saya merasakan juga yang namanya sakit gigi.

After over confidently claimed myself as never had toothache.. there, two years ago I finally got the chance to feel it.

Jadi, selama 44 tahun ga pernah sakit gigi itu bukan karena nasib baik atau karena rajin kontrol ke dokter gigi.

So, never had toothache for 44 years wasn't because of good luck or regularly controlled to the dentist.

Selama 44 tahun saya duduk di atas bom waktu.

I have been sitting on time bomb for 44 years.

*  *  *  *  *

"Apa sih obat buat gigi cenut-cenut?" seorang teman bertanya.

"What should I take for toothache?" a friend asked.

"Giginya bolong ya? Cuma satu obatnya; ke dokter gigi dan minta ditambal"

"Cavity? Only one cure; go to the dentist and ask for tooth filling"

Banyak orang malas pergi ke dokter gigi untuk cek berkala dan untuk berobat karena seringnya sih harus datang berkali-kali. 

A lot of people don't feel like going to the dentist to have annual check up and to get treatment because it requires them to come many times.

Ongkosnya ikut jadi mahal dong.

Making it cost quite a bit. 

Ya, resiko kalau mau sembuh.

Well, that's the risk one must take to get healed.

Dua tahun lalu saya mau tidak mau harus menempuh proses ini karena sebagian besar gigi saya yang bagian bawah berlubang. Pagi hari di hari libur saya, yang jatuhnya pada hari Selasa, saya pergi ke dokter gigi.


Two years ago I had no choice than to take this process because most of my lower teeth had cavities. So on Tuesday morning, my day off, I went to the dentist.

Soal biaya? Kalau punya asuransi sih enak karena biaya pasti ditanggung sama asuransi.

How about the cost? Would be nice to have insurance because it will be covered by insurance.

Kalau tidak punya asuransi? Ya, siapkan dana ekstra karena urusan berobat itu tidak ada yang murah.

Don't have insurance? Well, better prepare extra budget because nothing is cheap when it comes to medication.

*  *  *  *  *

Selama dua tahun terakhir ini saya merasa aman karena semua lubang di gigi sudah ditambal dan setahun dua kali saya cek.  

I have felt relaxed in the past two years because all the cavities have been filled and twice a year I have my annual check up.

Tapi yang namanya musibah bisa terjadi kapan saja.

However, a strike of unluck may happen at anytime.

Lagi enak-enak makan.. krek! Waduh, apa tuh? Gigi gue patah ya?

I was enjoying dinner when.. I heard a cracking sound in my mouth. Heck, what was that? Did I break my tooth?

Bener, tambalan gigi kanan yang bawah copot. Halah, kok bisa sih?

Oh yeah, the filling on the right lower tooth was dislodged. How could it happen?

Mungkin tambalan itu kurang bagus. Jadi waktu saya mengunyah makanan yang keras, copotlah tambalan itu.

Maybe it was not a good filling. So when I chewed solid food, it was dislodged. 

Akibatnya semalaman ada kawah menganga di sana dan biar pun sudah gosok gigi tapi tetap saja rasanya ngilu sampai saya susah tidur.

It made an open crater in there and though I had brushed my teeth but it still gave me quite a pain that I hardly slept that night.

Tidak ada pilihan lain. Besok paginya harus ke dokter gigi. Tidak boleh ditunda.

There was no other choice. Had to go to the dentist in the morning. Couldn't postpone it.

Tapi besok bukan hari libur saya.

But the next day wasn't my day off.

Ah, minta ijinlah sebentar ke dokter gigi dulu. Kan ga bakal seharian. Paling lama juga dua jam.

Ah, just asked permission to go to the dentist. It wouldn't take a whole day. It would take two hours at max.

Kelihatannya sederhana ya?

It looked simple, right?

Salah.

Wrong.

Itu adalah awal dari sakit hati yang panjang untuk orang-orang tertentu.

It was the beginning of a long heartache for certain people.

Kenapa? Apa yang terjadi? Kenapa jadi sakit hati?

Why? What happened? Why it caused me a heartache?

*  *  *  *  *

Gigi yang sama ternyata kemudian bikin perkara lagi.

The same tooth later made another story.

Beberapa bulan kemudian gusi di bawah si gigi itu bengkak.


Few months later the gums below that tooth was swollen.

Saya tidak mengira itu ada hubungannya dengan gigi.

I didn't expect it to have connection with that tooth.

Saya kira cuma lecet atau karena sariawan.

I thought it was sort of a blister or thrush.

Dia bengkak, bernanah dan tidak mau kempes biar pun kelihatannya sudah kempes setelah saya pencet dan keluarkan isinya.

It swelled, suppurated and wouldn't get better though it looked it had deflatted after I cleaned it.

Lama-lama takut juga saya. Kalau jadi infeksi gimana yo? Bisa jadi panjang ceritanya.

It frightened me eventually. How if it would get infected? It would make a long story.

*  *  *  *  *

Papa dan Andre sama-sama bersikukuh minta supaya saya ganti dokter gigi.

Papa and Andre both insisted me to go to a different dentist.

Karena papa belum lama sukses menjalani operasi katarak di RS Melania maka kami beranggapan dokter gigi di sana pasti juga jauh lebih baik dari dokter gigi yang dua tahun ini menangani gigi saya.

Since papa just had a successful cataract surgery in Melania hospital we then assumed they must have better dentist than the one who had been handling my teeth in the past two years.

Dan mulailah proses perjuangan mengejar kesembuhan.

And it was the beginning of a struggle to get healed.

*  *  *  *  *

Perjuangan pertama; Puskesmas

First struggle; Puskesmas (community health clinic)

Ngantreeeeeee....

Long lineee..

Stok orang sakit itu kagak pernah sepi dari mulai bayi sampe orang tua.


Never running out of ill people from babies to old people.

Urusan ngantri sudah bisa bikin pegel hati.. nah, apalagi kalau lagi sakit dan sakit gigi pula. Elu tahu dong gimana rasanya sakit gigi? Oh? Belon pernah sakit gigi? Sukur. Berdoalah mudah-mudahan kagak bakal pernah sakit gigi seumur hidup lo tapi kalau pengen tahu gimana rasanya? Aih, kayak pengen ngegaplokin orang.. hehe.. sumpah, bener, suer tekewer-kewer deh rasanya..


The long line could drive one's crazy.. let alone if you were ill and it happened to be toothache. You knew how it is like to have toothache, right? Oh? Never had it before? Good for you. Pray you never have it for the rest of your life but if you wonder how it feels. Man, it feels like kicking ones in the ball.. haha.. I swear it feels like that.. 

Sudah begitu masih ditambahin sama kesel ngelihat dokternya ada tapi kok pasiennya kagak dipanggil-panggil. Waktu ditanya jawabnya berkasnya belum ada. Palelo belum ada. Buset.. bener-bener ngajak berantem!


It was added by the fury for seeing the dentist was in but none of the patients were called. The patients files weren't in when I asked. Wtf. Man.. they really asked for a scene indeed!

Dokter gigi, asistennya dan entah siapa lagi sedang asyik ngerumpi di dalam situ sementara di luar pasiennya lagi menahan derita karena penyakitnya.

The dentist, her assistant and God knows who else in there were chatting in there while out there the patients were waiting in pain.

Kok ya mereka kagak ada hati nuraninya apa? Atau apa kagak pernah kepikiran sama mereka kemungkinan yang nongkrong di ruang tunggu itu bukan pasien beneran tapi wartawan atau petugas pengawas dari departemen kesehatan yang diam-diam mau mengevaluasi kinerja mereka. 

Don't they have any consciousness? Or has it never crossed their minds that one of the people sitting in the waiting room would be a journalist or a supervisor from health department who acted like a patient but was there to evaluate their work performance.

Kalau pun bukan wartawan atau petugas pengawas, bisa aja orang awam tapi ternyata seorang blogger kayak saya yang bisa menulis artikel tentang pelayanan menyebalkan di puskesmas itu. Hare gene cuy, satu postingan kecil di medsos seperti Facebook pun bisa jadi berita besar dan bisa nyebar kemana-mana.

Although it were not journalist or supervisor, it could be just an ordinary person who happens to be a blogger like me who can write article about the awful service in that public health clinic. In this present time man, one tiny post in social media such as Facebook can be made into big news and can spread anywhere.

Dan kalau mau tahu cara kerja si dokter and asistennya; lamban, tidak profesional dan jorok. Masa iya peralatannya habis dipakai di mulut saya kagak diganti. Untung saya pasien pertama. Apes aja yang jadi pasien terakhir.

Image: www.amazon.com

And if you wanna know about their work performance; it was slow, unprofessional and unhygienic. The dental tool kit was not changed after it was used to examine my tooth. Glad I was the first patient. Bad luck for the last patient.

Dokternya tidak mau periksa pasien. Dia tetap duduk di atas kursi singasananya. Yang meriksa entah asisten, entah siapa itu perempuan segede gaban yang tidak ramah yang main memasukkan alat seperti gambar di atas itu ke dalam mulut saya dengan gerakan yang tidak ada lembutnya. Dokter gigi saya yang lama saja sebelumnya pasti bilang permisi dan memasukkan alat itu dengan hati-hati, tidak dengan gerakan menyentak. 

The dentist didn't do the examination by herself. She remained in her throne. The one who did the examination was.. I don't know if it was her assistant or not but that unfriendly giant woman just stuck the tool (see above picture) into my mouth ungently. Even my former dentist would say something before she put it into my mouth and she moved it carefully, not jerking it.

*  *  *  *  *

Perjuangan kedua; RS Melania

Second struggle; Melania Hospital

Ngantri lagi..


Another queque..

Antrian di RS Melania itu ada dua lapis. Yang pertama di lobby. Lalu di klinik dokternya.


There are two layers of queques in Melania hospital. The first one is in the lobby. Another queque is in the doctor's clinic.

Ditambah rasa dag-dig-dug karena tidak tahu dokter gigi yang ini nantinya kayak gimana gayanya.

Added with feeling nerveous for not knowing what this dentist would be like.

Maklum, tidak sampai satu jam sebelumnya saya baru aja mengalami kesebalan dengan dokter gigi di puskesmas dan rekan kerja saya yang juga pernah berobat ke dokter ini memberikan rekomendasi yang kurang ok.

Well, just less than an hour ago I had upsetting experience with the dentist in community health clinic and my colleague gave a not so ok recommendation about this dentist.

Eh ternyata dokternya asyik. Yang saya suka adalah dia teliti, segalanya tidak tergantung dari pilihan dia atau saya tapi melihat bagaimana kondisi si gigi yang sakit.

It turned out the dentist is awesome. What I like about her is she is thorough, things were not depend on her or my choice but upon the ill teeth.

Karena ketelitiannya itu juga saya mengalami untuk pertama kalinya gigi di rontgen.

I sat on that bench and what looks like hairdryer is the xray tool. 

Her thoroughness has made me had for the first time of having teeth xray.

Pengalaman yang unik tapi juga agak menyiksa.

It was a unique experience, torturing as well.

Ketelitiannya membuat gigi saya harus dua kali di rontgen.


It was her thoroughness that made my teeth had to be xrayed twice.

Hal lain yang saya sukai dari dokter gigi ini adalah kejujurannya.

Another thing I like about this dentist is her honesty.

Sewaktu saya menanyakan soal pasang behel, dia dengan gamblang mengatakan kalau pekerjaan saya tidak mengharuskan saya bertemu dengan banyak orang maka saya tidak perlu pasang behel dan dia juga menjelaskan dampak negatif behel pada gigi untuk orang yang usianya seperti saya ini. Gigi bisa goyang. Wah, gawat.

When I asked her about putting on tooth bracelet, she frankly said if my occupation doesn't require me to meet lots of people than I don't need it and she also explained the negative side effect to have it in my age. It can make the tooth loosen. Oh boy, not something I want to endure.

*  *  *  *  *

Perjuangan ketiga; Mondar-mandir ke dokter gigi

Third struggle; Went back and forth to the dentist

Siapa kira kalau gusi bengkak yang kayak jerawat bernanah itu ternyata disebabkan karena tambalan gigi di atas gusi itu ada yang retak.

It turned out the swollen gum which looked like suppurated acne was caused by a crack on the tooth filling above that gum.

Retaknya kecil.

It was a tiny crack.

Jangankan saya yang orang awam, lha, dokter gigi saya yang dulu saja tidak tahu. 

Even my former dentist didn't know it so how a commoner like me would know it.

Jadi tambalan itu harus dibongkar dan dipasang yang baru.

So the previous filling had to be replaced with a new one.

Seandainya saja prosesnya segampang mengayunkan tongkat ajaib dan semua langsung jadi dalam sekejap..

Wished the proccess would go as easy as swinging the magic wand and everything were done in a blink of an eye.

Gigi di atas gusi yang lagi bengkak kagak boleh dikutak-katik. Minum obat dulu buat sembuhin itu gusi.


The tooth above that swollen gum shouldn't be given any treatment. Had to take medicine to cure the gum.

Tambalan yang retak diganti tapi belum bisa dengan tambalan permanen.

The cracked filling was replaced but not with the permanent.

Ada lima kali saya harus datang sebelum akhirnya urusan gusi dan gigi ini beres.

I had to return to the dentist five times before finally these gum and tooth were fixed.

*  *  *  *  *

Perjuangan keempat; Penyingkapan

Fourth struggle; Disclosure

"Tidak usah kasih tahu orang kantor" kata papa tegas waktu tahu saya harus mondar-mandir ke dokter gigi buat pasang tambalan baru dari yang sementara sampai akhirnya yang permanen.

"Keep this off from the people at work" said papa firmly when he found out I had to go back and forth to the dentist to get new filling from temporary ones to the permanent.

Kami berdua masih ingat betul bagaimana reaksi orang-orang tertentu sekian bulan lalu ketika tambalan gigi saya copot ketika saya menggigit sesuatu yang keras saat sedang makan malam.

We both still clearly remember how certain people reacted months ago when my tooth filling dislodged when I bite something hard as I was having dinner.

Pada waktu itu dengan naifnya saya masih main jujur-jujuran kasih tahu saya harus ke dokter gigi karena tambalan copot. Ijin kagak seharian. Cuma dua atau tiga jam ninggalin kantor.

At that time I naively played the game honestly by giving information that I had to go to the dentist because of the dislodged filling. Not to have one day off. It was just to leave the office for about two or three hours.

Responnya bikin saya heran, kesal, marah, kecewa dan akhirnya sakit hati.

The respond puzzled, upset, angered, disappointed and eventually made me had heartache.

Coba bayangkanlah; gigi saya lagi cenat cenot, semalaman saya susah tidur, pagi itu mata saya sepat karena kurang tidur dan yang ada dalam pikiran saya adalah mencari jalan keluar supaya secepatnya gigi ini bisa diperbaiki supaya saya tidak perlu berlama-lama menderita dan tentunya supaya juga jangan kerjaan saya jadi terganggu.

Picture this; my tooth was in pain, I couldn't sleep well the whole night, I was sleepy that morning for having lack of sleep and all I had in mind was to find solution for this tooth to get cured to get me out of misery and of course so not to make me unable to work well.

Eh, yang saya dapatkan adalah kata mutiara tentang bagaimana seorang karyawan yang baik dan pertanyaan kenapa kok saya akhir-akhir ini jadi sering absen karena sakit.

Well, what I've got was words about what a good employee would be and why I've gotten frequently ill lately.

Ebuset, emangnya gue pengen jadi sakit? Emangnya gue sengaja sakit? Emangnya selama ini gue karyawan yang kagak baik ya? Enam tahun, cuy. Ok deh, gak semua orang tahu pengorbanan dan kerja keras saya buat kantor tapi jangan gitu dong ngomong ke orang sudah lama kerja dan kebetulan lagi apes karena badannya jadi sering sakit. Padahal juga kagak setiap bulan tuh saya sakit. Ijin sakit juga paling cuma sehari. Kecuali waktu kena diare.. ya itu apa boleh buat terpaksa ijin lebih dari sehari.. ya, mending gue ngedekem di rumah dong dari pada gue ngerepotin orang sekampung karena gue terberak-berak di kantor atau gue kelenger karena kehabisan cairan dan enerji dalam badan.

Wtf, would I wanted to get sick? Would I deliberately make myself sick? Would I not a good employee all this time? Six years, man. Ok fine, not everybody knew the sacrifices and hard work I have given for this office but don't say such thing to somebody who has worked in quite a long time and happened to have strike of bad luck that made her body easily fell ill. It is not like I fell ill every month. I've taken sick leave for just a day. Except when I had diarrhea.. I had no choice than to take more than one day off.. well, it would be better for me to stay home than to trouble lots of people to have taken care of me when I had diarrhea at work or fainted for running out of fluid and energy.

Saya sakit hati. Amat sangat. Papa marah. Andre geram.

It hurt me. It hurt me so bad. It angered papa. It upset Andre.

Dan butuh waktu laaamaaaaaaa.. lebih dari setengah tahun sebelum akhirnya api dan luka dalam hati ini bisa tidak terasa terlalu menyakitkan.

And it took a loooooong time.. more than six months before finally the fire and hurt in this heart didn't feel too hurtful.

Peristiwa sekian bulan lalu itu memang menyakitkan tapi lewat semua itu Tuhan membuka rahasia yang ada dalam hati orang-orang ini karena siapakah yang bisa mengetahui apa yang ada dalam hati seseorang kecuali orang itu sendiri dan Tuhannya, betul kan?

The incident which occured months ago was definitely hurtful but through it God opened the secrets in these people's heart because who can tell what's in a person's heart and mind except that person him/herself and God, right?

Kita bisa menampilkan diri seindah, sebagus dan sebaik mungkin di hadapan setiap orang yang ada di dunia ini.

We can appear ourselves as beautiful, nicest and kindest as possible infront of people in this world.

Kita bisa menyembunyikan diri kita yang asli, kita bisa menutupi isi hati dan pikiran kita yang tidak terpoles oleh apa pun.

We can hide our real person, we can cover the original things we have in our hearts and minds.

Kita pikir cuma kita yang tahu.

We think we are the only one who knew it.

Salah.

Wrong.

Tuhan tahu semuanya dan pada waktuNya, dengan caraNya.. Dia akan membuka semua yang kita sembunyikan itu.

God knows everything and in His time, in His way.. He will open everything that we hid.

Dan Tuhan menyingkapkan kenyataan bahwa suatu rumah bisa disebut rumah kamu, rumah bapakmu, rumah engkongmu, rumah nenek moyangmu, rumah sakit, rumah toko, rumah miskin, rumah konglomerat, rumah Tuhan, rumah pelacuran, rumah penginapan dll dan di tiap rumah itu ada...

And God also disclosed to me the fact that a house may be called your house, your dad's house, your grandfather's house, your ancester's house, hospital, stores, orphanage, billioner's house, God's house, brothel, an inn etc and in every of that house there are...

Orang-orang baik dan orang-orang jahat.

Nice people and nasty people.

Orang-orang rendah hati dan orang-orang sombong.

Humble people and arrogant people.

Orang-orang penuh belas kasihan dan orang-orang egois.

Merciful people and selfish people.

Orang-orang adil dan orang-orang keji.

Fair people and vicious people.

Orang-orang berhati tulus dan orang-orang munafik.

Sincere people and hypocite people.

Segala macam manusia ada dimana pun jadi janganlah menjadi naif dan tolol dengan beranggapan bahwa suatu tempat bisa membawa perbedaan.

Any type of people exist in any place so don't be naive and stupid to assume that a place may make a difference.

*  *  *  *  *

Luar biasa ya.. Gigi sebiji bisa menceritakan tentang banyak hal.

Amazing, isn't it.. a single tooth can tell lots of things.

Oh, omong-omong.. tambalannya patah lagi tuh tapi untungnya masih ada sisa dibagian bawah jadi bolong itu tetap tertutup.

Oh, by the way.. the filling was broken again but luckily there is a little left on the bottom so it covers the cavity in that tooth.

Harus diganti dong tambalannya.

Gotta replace it with new filling.

Halah, males gue. Harus mondar-mandir lagi ke dokter gigi. Ntar kapan-kapan aja deh.

Man, I'm not excited about it. Will have to go back and forth to the dentist again. Will do that some other time.

Sprained Angkle

Pernah sakit?

Have you ever been sick? 

Kagak enak ya?

It sucks, right?

Ya iyalah, mana ada sakit yang enak? Ga ada kan. Jadi karena itu juga tidak akan ada seorang pun yang mau sakit.

Of course, or else, do you know any enjoyable illness? None, right?. So that is why no one wants to get sick.

Tapi mana ada seorang pun di dunia ini yang tidak pernah sakit? Segagah, sekuat dan seteliti apa pun dia menjaga badannya tetap tidak bisa menjamin dia tidak akan pernah sakit seumur hidupnya.

But who in this world has never got sick? No matter how strong, tough and thorough a person takes care his/her body it still not a guarantee that person won't ever get sick in his/her entire life.

Oya, definisi saya tentang sakit tidak selalu harus sakit karena serangan virus ya..

Oh by the way, my definition of being sick is not always the ones caused by virus attack..

Jadi mari saya ceritakan tentang segala sakit-sakit ini.

So let me tell you about all these sicknesses.

*  *  *  *  *

Pernah keseleo?

Have you ever sprained your ankle?

Yang sudah pernah pasti tahu gimana rasanya.

Those who have had it knew it felt.

Yang belum pernah pasti tidak akan bisa membayangkan bagaimana rasanya dan karenanya mungkin menganggap kaki keseleo itu cuma kayak orang kejedot meja.. ga serius, ga sakit, diusap-usap dikit langsung hilang sakitnya dan satu-dua jam kemudian sudah baik lagi.

Those who never experienced it can't imagine how it feels and so probably think sprained ankle is like bumping into a desk.. nothing serious, no pain, a little caressed would get rid the pain and one-two hours later it would be well again.

Buat yang belon pernah keseleo dan punya pemikiran kayak gitu.. saya berharap semoga suatu hari nanti bisa mengalami sendiri supaya kalau ketemu sama orang yang kakinya keseleo jadi bisa berempati dengan sepenuh hati.

For those who never had sprained ankle and have that kind of thinking.. I wish one day they would experience it themselves so when they meet anyone with sprained ankle they could sincerely have empathy.

Bukannya nyumpahin tapi sifat dasar manusia adalah kalau dia sendiri belum mengalami sesuatu, dia tidak akan bisa memahami apa yang dirasakan oleh orang lain.

I am not put a curse on anyone but it is human basic nature which makes him/her unable to understand what others feel if he/she has not personally gone through it.

*  *  *  *  * 

Berapa kali saya mengalami kaki keseleo?

How many times have I sprained my ankle?

Tiga kali.

Three times.

Yang pertama tahun 1997, yang kedua tahun 2002 dan yang terakhir hari Selasa, 26 September 2017.

The first time was in 1997, the second was in 2002 and the last one was on Tuesday, 26 September 2017.

Karena saya bukan pecinta olah raga, tidak suka pakai sepatu hak tinggi dan juga bukan tipe manusia hiperaktif maka kemungkinan saya mengalami cedera otot atau tulang sangatlah kecil.

Since I am not into sport, I dislike wearing highheels and not a hyperactive kind of person either so the possibility of me having muscle or bone injury is so very small.

Tapi toh ya namanya kecelakaan tetap bisa terjadi.

However an accident still can occur.

Yang pertama saya saya lupa persisnya kenapa tapi seingat saya cuma karena hilang keseimbangan saat lagi jalan bikin saya jatuh dan keseleo lah itu kaki.

In the first time I forgot what caused me had sprained ankle but as far as I can remember I lost balancing when I was walking that made me fell and sprained my ankle.

Yang kedua kali saya ingat betul. Hari sudah malam dan hujan. Saya dalam perjalanan pulang waktu kaki saya kejeblos ke lubang. Jalanan yang saya lewati itu memang sedikit banjir dan penerangan jalanan tidak bagus jadi saya tidak tahu kalau ada lubang. Selain itu saya tidak rutin lewat di situ dan karenanya saya tidak hapal posisi lubang atau bagian-bagian yang rusak. Sudah gitu, lubangnya juga tidak kelihatan karena tertutup air. Jatuhlah saya dan keseleo deh..

I remember very well on the second time I sprained my ankle. It was at night and it rained. I was on my way home when my foot stumbled into a hole. There was a little flood on the road where I was passing and the lighting was not good so I didn't know there was a hole because it was not the road I routinely passed and so I didn't know the position of the holes or damaged parts on that road and plus, water covered the hole. I fell and sprained my foot.

*  *  *  *  *

Begini, tanggal 26 September itu rencananya saya dan Dewi, mahasiswi yang lagi praktek di kantor saya, mau pergi jalan-jalan ronde kedua setelah sukses dengan ronde pertama (baca postingan mengenai jalan-jalan kami di http://kekeyohanes.blogspot.co.id/2017/09/play-hard-4-museum-tour.html)

So Dewi, a college student serving her apprenticeship in my office, and I planned to go on another trip after we succeededly went on our first one (story of it can be read in http://kekeyohanes.blogspot.co.id/2017/09/play-hard-4-museum-tour.html)

Tapi kakaknya tiba-tiba datang tanggal 25 malam dan Dewi terpaksa harus batal pergi.

However, her sister came out of the blue at night of the 25 September and forcing Dewi to cancel our trip.

Masalahnya saya baru tahu besok paginya waktu saya sedang dalam perjalanan ke stasiun kereta.

The thing is I knew about it on the morning when I was on the way to train station.

Saya ini tipe orang yang akan tetap jalan dengan atau tanpa teman. Lagi pula masa iya saya pulang lagi? 

I am the type of perso who will go with or without anyone to accompany me. Beside, what should I do? Go back home?

Saya beli tiket kereta. Saya sudah sampai di peron. 

I bought the train ticket. I have reached the platform.

Dan saya jatuh.

And I fell.

*  *  *  *  *

Gimana rasanya kaki keseleo?

How does sprained ankle feel?

Wah, susah dijabarkan dengan kata-kata.

Um, it's hard to describe it in words.

Waktu saya jatuh, saya tidak benar-benar sadar kalau saya jatuh. Kayak nonton film slow motion. Jadi jatuhnya tidak kedubrak, tidak kebanting keras. Tiba-tiba saya sudah duduk di pelataran peron. Yang saya perhatikan malah suara orang-orang berteriak kaget melihat saya jatuh dan tiba-tiba ada beberapa orang yang dengan sigap memegangi lengan serta tangan saya dan menolong saya untuk berdiri.

I didn't realize I fell. It was like watching slow motion movie. So it was not like I fell hard on the ground. All of sudden I was already sat on the train platform. All I noticed was people shrieking when they saw me fell and suddenly there were people who held my arms and my hands as they helped me standing.

Ada yang bertanya apa saya bisa berjalan? Apa kaki saya keseleo?

Somebody asked if I could walk? If I sprained my ankle?

Saat itulah saya baru berasa, kaki gue sakit, cuy.

It was at that time when I felt, man, my foot hurts.

Pergelangan kaki kanan saya kaku. Sakit kalau dipakai buat berjalan. Rasanya juga agak panas. Sedikit kesemutan. Ngilu. Cenut-cenut. 

My right ankle felt stiff. It hurt when I walk. It felt a little hot. A little numb. It was painful. Felt like it were punctured with thousands needles and every one of them hurt.

Berhubung saya bukan tipe pencari perhatian, saya diam saja. Tidak menceritakan apa yang saya rasakan. Tidak mengaduh-aduh.

Since I am not a drama queen type of person, I was quiet. I didn't say how I felt. I didn't groan.

Dengan dipapah oleh satpam stasiun, saya berjalan pelan-pelan ke kantornya.

A security guard helped me walked slowly to his office.

Setelah ada di sana dan duduk serta menaruh kaki kanan yang cedera itu di atas kursi barulah saya kaget melihat mata kaki kanan saya bengkak sebesar bola pingpong!

Only after I was there and I sat down with my injured right foot placed on a chair I was shocked to see my ankle has swollen to the size of a pingpong ball!

Semuanya bengkak. Sampai jari-jari kaki saya pun ikut bengkak. Dan membiru.

Every spot swelled. Even my toes were swollen. And it was dark blue.

Untungnya satpam itu bisa memijat dan dia mulai memijat kaki serta mata kaki kanan saya.

after the massage, the swelling gone a bit
Luckily that security guard has massage skill and he started massaging my right foot and my ankle.

Saya duduk diam. Melonggarkan setiap otot yang ada di sana karena saya tahu kalau saya takut atau kesakitan, ototnya akan tegang dan akan terasa sakit. Kalau saya tenang, otomatis seluruh tubuh saya akan ikut tenang. Ini saya pelajari dari pengalaman saya ketika dulu saya sering kejang perut. Dengan bernapas pelan dan menghipnotis diri dengan membayangkan saya menekan tombol yang mematikan rasa sakit, bagian tubuh yang sakit itu patuh pada perintah saya. 

I sat still. Making every muscle in there relaxed because I knew if I got scared or consumed by pain it would make the muscles became stiff and would then feel painful. If I kept calm it would automatically made my whole body relax. I learned this from past experience when I had suffered stomach cramps. Breathing slowly and had self hipnotize by imagining pressing pain button, the injured body part obeyed my order.

Diamnya saya rupanya bikin satpam-satpam lain yang ada di sana jadi heran karena kata mereka korban-korban keseleo sebelum saya biasanya menjerit-jerit kesakitan sewaktu dipijat.

My quietness was actually amazed the other guards who were in the room because the other victims would scream in pain when they were massaged.

Ye, elu kagak tau aje apa yang gue rasain.. saya cuma nyengir.

Dude, you have no idea how I really felt.. I just grinned.

Mereka bahkan makin geleng-geleng kepala melihat saya masih bisa senyum waktu di foto. Keke gitu loh.. selalu senyum kalau di foto.. haha..


They shook their heads when I could smile when my picture was taken.. it's Keke, dude.. always smiles for the camera.. haha..

Saya malah lebih mengkhawatirkan reaksi papa kalau dia tahu saya jatuh dan keseleo. Jadi saya tidak menelponnya.

I was more concerned thinking how papa would react if he knew I fell and sprained my ankle. So I didn't call him.

Dan saya juga sebal karena acara jalan-jalan saya hari itu terpaksa harus dibatalkan.

And I was also upset I had to cancel my trip that day.

Saya pikir cuma itu saja yang harus saya hadapi. Ternyata tidak. Ada segudang konsekuensi dari kaki keseleo ini.

I thought that was just the things I must dealt. Well, it was not. There were tons of consequencies from this sprained ankle.

*  *  *  * *

Susah Jalan

Hard to Walk

Saya baru sadar waktu saya berdiri dan mencoba berjalan waktu mau pulang.

I just realized it when I stood up and tried to walk when I was about to go home.

Aduh! Kok kayak jalan di atas balon??

Ouch! Howcome it feels like walking on a balloon??

Saya tidak menyadari kalau telapak kaki kanan itu bengkak atas dan bawahnya. Jadi bukan cuma bagian atas dan mata kakinya. Lengkap deh satu paket penderitaan.

I didn't realize the upper side and bottom of that right foot were swollen. So it was not just the upper side and the ankle. There, I've got one package of misery.

Sudah begitu rasanya ngilu dan kaku. Saya berjalan dengan ditopang oleh satpam stasiun. Satu langkah itu butuh ekstra tenaga buat nahan sakit dan buat mengatur supaya berat badan lebih ditopang oleh kaki kiri.

It also felt so painful and stiff. Security guard helped me walked. One step needed extra energy to hold the pain and to make my left foot held most of my body weight.

Satu langkah. Berhenti. Mengatur napas. Membulatkan tekad.

One step. Stopped. Catching on my breath. Held all the will.

Rasanya itu jarak yang paling jauh yang harus saya lewati. Padahal mungkin cuma dua puluh langkah.

It felt like it was the longest pace I had to walk through. Infact, it was probably just twenty steps.

Baru saat itu saya juga menyadari betapa penting peran kedua kaki ini.

I also just realized how important the role of these two feet.

Untuk berjalan saja perlu perjuangan begini, lalu saya harus naik ke atas motor pula. Aduh duh duh. Kaki kanan kan biasanya menopang badan kalau kita mau mengatur posisi duduk di atas motor. Ini tidak bisa. Jadi saya harus berpegang ke supir dan setengah diangkat oleh satpam itu.

It took a lot of struggle to walk, let alone getting myself on the motorcycle. Ouch ouch ouch. We use right foot usually to support our body when we want to adjust our sitting position on motorcycle, right? I couldn't. So I had to hold on to the driver and half lifted by the security guard.

Hal yang tadinya begitu mudah dan sederhana untuk dilakukan saat itu jadi begitu susah, lama dan nyakitin.

Something that used to be so easy and simple to do turned out to be so hard, took a long time and painful.

*  *  *  *  *

Tidak Ada Arak Gosok di Rumah

No Medicine For Sprain at Home

Saya kira di rumah masih ada persediaan arak gosok yang biasa dipakai buat memar karena terbentur atau buat keseleo.

image: www.mandjur.co.id

I thought there was stock of medicine for bruise or sprain at home.

Ternyata habis.

Turned out it was out of stock.

Jadi papa ke apotik dulu. Di sana obat yang dicari ga ada. Yang ada malah minyak tawon. 

So papa went to the drugstore. They didn't have it. What they had was minyak tawon.

Fyi, namanya memang minyak tawon tapi dia bukan terbuat dari minyak yang diambil tawon ya (tawon = lebah).

Fyi, though the name is minyak tawon (bee oil) but it is not made from bee's oil.

Ya, dari pada ga ada. Untuk sementara waktu saja karena fungsinya juga sama-sama buat cedera otot walau tidak sebaik arak gosok.

image: wwwpasarprodukbumn.com

Better than none. It was just for temporary because it is also to cure muscle injury though it is not as good as the above medicine.

*  *  *  *  *

Tukang Pijat Pribadi

Personal Massause

Sudah dipijit? Orang pasti akan bertanya begitu tahu kaki saya keselo. 


Has it been massaged? People asked that once they knew about my sprained ankle.

Sudah.

Yes, I have.

Dimana? Pak Dudu? Di Cimande?

Where? Mr. Dudu? At Cimande?

Oh, itu papa saya yang mijitin.

Oh, my father is the one who is massaging me.

Oh.. (oh-nya panjang).

Oh.. (long oh).

Diikuti dengan menatap papa dengan pandangan antara skeptis dan melecehkan.

Followed by staring at papa with skeptical and degrading look.

Kenapa cuy? Apa karena bokap gue ga terkenal sebagai tukang pijat trus elu kira dia kagak bisa mijat?

What's it, pal? Is it because my dad is not known as a massause then you thought he can't massage?

Eh, gue kasih tau ye.. sebelon keseleo pun tiap malam waktu saya dan papa sudah santai dia bakal pijitin kedua kaki saya karena kaki saya memang gampang bengkak.

Let me tell you this.. even before I sprained my ankle every night when papa and I were relaxing, he would massage both of my feet because they are easily swell.

Dan dari hari pertama saya keseleo sampai sembuh.. saya ga pergi ke tukang pijat mana pun. Sembuhnya dipijat sama papa.

And from the first day I sprained my ankle until it was healed.. I didn't go to any massause. Papa massaged it until it healed.

Asyik kan?

Awesome, isn't it?

Gratis, tidak usah repot jauh-jauh pergi ke tempat tukang pijat dan bisa dipijat kapan aja.

It's free, no need to go far to those massauses places and I could get my massage at anytime.

*  *  *  *  *

Kaki Gajah

Elephant Foot

Kalau saya bandingkan dengan keseleo yang sebelumnya, kali ini pasti yang paling parah.

If I compared it with the previous sprains, this time must be the worst.

Soalnya dia bengkak banget sampai saya saja ngeri melihatnya.


Because it swelled so big that it scared me to look at it.

Duh kakiku.. kasian amat elu. Cepet sembuh ya.

Oh foot.. my poor foot. Please get well soon.

*  *  *  *  *

Tidak Bisa Ngantor

Had to Skip Work

Dua hari berikutnya, Rabu dan Kamis, terpaksa harus saya lewati di rumah.

I had to spend the next two days, Wednesday and Thursday, at home.

Ya gimana mau ngantor? Jalan saja susah. 

How could I go to work? It was difficult for me to walk.

Bisa aja sih kalau saya mau sok gagah-gagahan. Maksa masuk. Tapi buat apa saya bela-belain kalau nantinya malah jadi bikin kaki tambah parah.

I could go to work if I wanted to act like wonder woman. Dragging myself to work. But what good would it be if only to make the foot got worse?

*  *  *  *  *
Invalid

Selasa-Rabu-Kamis saya harus di rumah dengan kaki sebelah yang bengkak.

I had to stay home on Tuesday-Wednesday-Thursday with that swollen foot.

Ga bisa ngapa-ngapain. 

Couldn't do much. 

Jalan sakit. Duduk ga enak. Berbaring cuma bisa terlentang.


It hurt when I walked. It felt uncomfortable when I sat down. I could only laid down in one position and it was supine.

Saya sampai agak kena panas dalam karena malas minum. Bukan karena tidak haus tapi karena takut pipis. Soalnya perlu perjuangan buat jalan ke kamar mandi. Di depan kamar mandi ada polisi tidur supaya air yang menggenang di lantai kamar mandi tidak mengalir ke ruang tamu. Nah, melangkahi polisi tidur itu dengan kaki bengkak dan mata kaki yang kaku.. aduh maaaaakkk!!

I was even kind a had trouble with peeing because I hesitated to drink. Not because I didn't thirsty but it was because I was afraid to pee. You see, it needed quite a struggle to go to the bathroom. Infront of it there is sort of a barricade to block the water on the bathroom floor from not flowing to the livingroom. Now, try to step across it with swollen foot and stiff angkle.. ouuuucccchhh!!

Ngerasain bener-bener deh jadi ga berdaya.

I felt it myself how it was like to be helpless.

*  *  *  *  *

Semua Harus Dalam Jangkauan

Everything had to be Within Reach

Di kantor atau di rumah, semua barang yang saya butuhkan harus berada dalam jangkauan tangan supaya saya tidak perlu jalan buat ngambil.


Whether it was at work or at home everything I needed had to be within reach so I didn't have to walk to get it.

*  *  *  *  *

Angkat Kaki, graaaakkk!!

Attention!!, Lift Up The Foot

Di mana pun saya berada pasti yang saya cari adalah tempat buat duduk dan juga buat angkat kaki.


Where ever I was, the one I looked first was a seat to sit down and to lift my foot.


Soalnya kalau kaki yang keseleo ini tergantung rasanya nyut-nyutan dan bisa bengkak lagi.

The thing is if I let this sprained foot hang down it hurt and it could swell again.

*  *  *  *  *

Obat dari Teman

Medicine from a Friend

Ketika tahu saya tidak punya arak gosok dan hanya ada minyak tawon buat mengobati kaki keseleo ini, teman baik saya dari jaman kuliah di Jakarta, langsung bertindak. Dibelinya arak gosok Lo Ban Teng dan dikirimkannya dengan kurir ke Bogor.

When my best friend, we have been friends since we were in college in Jakarta, knew I had no other medicine for bruise and sprain but minyak tawon, she took some action right away. She bought Lo Ban Teng medicine and sent it to Bogor by courier.

image: www.ezyhero.com

Papa girang betul waktu melihat obat itu karena sekian puluh tahun lalu dia pernah belajar silat kun-thao ke almarhum Lo Ban Teng dan dia juga tahu mantan gurunya itu juga merangkap sebagai sinshe. Karena dia guru silat maka sebagian besar obat yang dibuatnya adalah untuk mengobati memar, keseleo dan sejenisnya.

Papa was so happy when he saw that medicine because decades ago Lo Ban Teng was his kun-thao martial arts teacher and he also knew his former teacher was also a sinshe (chinese medicine practitioner). Since he was a kungfu teacher then most of his medicine is to cure bruise, sprain and other similar types of injuries.

Obatnya memang manjur.

Great medicine indeed.

*  *  *  *  *

Gatal dan Kulit Kering

Itch and Dry Skin

Dua hari memakai minyak tawon, muncul bentol-bentol kecil di kulit kaki saya. Gataaaaaaalll!!

After two days being treated with minyak tawon, some rash appeared on the skin of my foot. It was itchyyyyyyy!!

Kulit saya ternyata alergi pada minyak tawon.

My skin is allergic to minyak tawon.

Untung tidak ada reaksi alergi setelah memakai arak gosok Lo Ban Teng. Tapi karena dia arak maka efek sampingnya lain lagi. Kulit kaki jadi kering.

Good thing there has been no allergic reaction after using Lo Ban Teng medicine. It's a different side effect. This liniment dries my foot skin.

*  *  *  *  *

Tidak Bisa Pakai Sepatu

Can't Wear Shoes

Selama sebulan saya tidak bisa pakai sepatu.

I can't wear shoes for a month.

Tanggal 5 November saya coba pakai sepatu. Horee, kaki kanan sudah bisa masuk ke dalam sepatu karena dia sudah ga tembem lagi tapi dipakai sebentar kakinya ngilu hingga akhirnya terpaksa kembali lagi ke sandal dan kakinya harus ditaruh di atas kursi dan sedikit dipijit-pijit.. hiks..

I tried wearing my shoes on 5 November. Yippee, the right foot could go into the shoe because it was not swell anymore but after just a while I had to go back to sandals because the foot hurt and it had to be put on the chair and given a little massaging.. my happiness was short lived..

Tapi akhirnya tanggal 11 November bisa juga saya pakai sepatu. Hore! Hore! Lega dan bersyukur judulnya. Untung juga hari ini bisa pakai sepatu tanpa nyut-nyutan lagi karena malamnya saya harus pergi kondangan ke resepsi pernikahan adik seorang teman. 


I finally could wear my shoes on 11 November. Yay! Yay! So glad and thankful. It was a lucky thing too I could wear shoes without giving my foot any pain because in the evening I went to a friend's sister's wedding reception.

*  *  *  *  *

Jadi Langganan Ojek Online

Commuting by Online Ride

Karena tidak bisa jalan kaki maka sudah sebulan lebih ini saya pakai ojek online. Biasanya sih motor tapi awalnya sih pakai mobil supaya saya bisa angkat kaki di tempat duduknya.


I've been using online ride service because I couldn't walk for more than a month. I usually ordered to ride on motorcycle but at first I ordered a car so I could lift my injured foot on the seat.

Pengeluaran ekstra tapi ada saja sumber penghasilan tidak terduga.

Extra spending but there has always been unexpected income.

*  *  *  *  *

Siapa Pasiennya?

Who is the Patient?

Dalam keadaan kaki masih setengah pengkor begini si papa ngotot saya harus tetap nemenin dia waktu mau operasi katarak tanggal 2 Oktober. 



Despite this half invalid foot, papa still insisted me to accompany him when he was about to have his cataract surgery on 2 October.

Jadi ya akhirnya begini deh, yang nemenin duduk di atas kursi roda dan didorong sama orang yang mau menjalani operasi katarak.


So there it was, the company came sitting on wheelchair which being pushed by the one who was about to have cataract surgery.

*  *  *  *  *

Parno

Paranoid 

Sekarang sih sudah sembuh tapi jadi parno setiap kali lewatin jalanan yang ada lubang atau jalan yang ga rata. Naik turun tangga atau undakan saja takut. Naik tangga jalan bikin dag-dig-dug.

I have healed now but I have become paranoid everytime I am passing a hole on the road or the unsmoothed road. I am even afraid to go up and down the stair or steps. It gives me the creeps taking the escalator.

Ada bekas trauma rupanya.

The injury obviously left a trauma.

*  *  *  *  *

Jadi begitulah cerita tentang kaki keseleo di serial bulan Oktober bertema bersakit-sakit. Sayangnya belum lengkap karena saya belum memasukkan cerita mengenai operasi-operasi yang pernah saya jalani. Mungkin nanti dibuatkan serial tersendiri.

So there you have the story about sprained ankle in October's sicknesses series. It is not complete though as I haven't included the stories about my surgeries. Maybe I'll put them into their own series.