Greetings dear readers / salam buat para pembaca

Knowing that I say it better in writing, and I do love writing, I decided to write my experiences and thoughts in this blog so this is my e-diary.

Don't speak Indonesian? No need to worry, it is written both in Indonesian and in English.

Happy Reading, everybody !
__________________________________________

Buat saya mengungkapkan isi hati dan pemikiran lebih gampang dilakukan dalam bentuk tulisan dan karena saya juga senang menulis, saya memutuskan menulis hal-hal yang saya alami dan yang ada dalam pikiran saya dalam blog ini.

Untuk yang tidak bisa berbahasa Indonesia, jangan khawatir, blog ini saya tulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Selamat membaca !

Friday, August 31, 2018

All in a day's of work

Kerja.. Kerja.. Kerja..

Work.. Work.. Work..

Orang hidup itu harus kerja.

A living human must work.

Hidup tidak ada yang gratis.

Life is not a free treat.

Adakah yang suka bekerja?

Is there anyone likes working?

Ataukah semua orang lebih suka (kalau bisa memilih) untuk tidak bekerja?

Or everyone would rather (if one is free to make a choice) to not working?

Apa yang lagi kamu ocehin sekarang, Ke?

What on earth are you talking about now, Keke?

Bahwa semua orang harus bekerja. Ya. Bahkan bayi pun bekerja. Jangan bilang 'ah, masa?' karena lihatlah iklan susu atau makanan bayi, pasti ada bayinya. Bayinya dibayar untuk tampil di iklan itu jadi bayi itu bekerja bahkan sebelum dia bisa berjalan dan bicara.

Fact is everyone has to work. Yep. Even babies are working. Don't say 'really?' just look at baby's milk or baby's food commercial, there's gotta be a baby on it. The baby is paid to get into that commercial so the baby is working even before it can walk and talk.

Kerja.. Kerja.. Kerja.. Ayo kita kerja sampai maut memisahkan kita dengan pekerjaan kita.. Walah..

Work.. Work.. Work.. Let's work until death set us apart from our work.. Geez..

Kerja.. Kerja.. Kerja.. Mari kita bekerja yang rajin sampai pekerjaan itu memisahkan kita dari orang-orang yang kita kasihi.. Oh, tidaaaakkk!!..

Work.. Work.. Work.. Let's work so hard that it separates us from our loved ones.. Oh, noooo!!..

Kerja.. Kerja.. Kerja.. Bagi manusia, bagi Tuhan. Supaya kita disayang boss (gaji besar). Supaya kita disayang Tuhan (masuk sorga).. Eheeeemmmm.. selalu ada udang di balik batu kan.. *kedip-kedip*..

Work.. Work.. Work.. For man, for God. So we will be loved by the boss (big salary). So we will be loved by God (go to heaven).. hmmmmmm... there is always a catch in everything, right?.. *wink wink*..

Kerja.. Kerja.. Kerja.. Berangkat kerja tidak melihat matahari. Pulang kerja matahari sudah menghilang. Vampir..

Work.. Work.. Work.. Leaving to work when the sun hasn't rises. Leaving work when the sun has setting. Vampire..

Kerja.. Kerja.. Kerja.. Cintailah pekerjaanmu. Well, cuma segelintir orang yang bisa bekerja sesuai dengan bakat dan minatnya. Yang lain.. kerja buat perut bo!

Work.. Work.. Work.. Love your work. Well, actually there are just few people who can really work on the field that matches their talent and interest. Others.. work to make ends meet, man!

Kerja.. Kerja.. Kerja.. Dimana tempat kerja menjadi rumah keduamu. Ssst.. sampai-sampai ada yang jadi lebih betah tinggal di kantor dari pada di rumah..

Work.. Work.. Work.. Where workplace becomes your second home. Psst.. Some even finds it more cozy than the original home..

Begitulah dunia kerja.

That's how work is.

Tapi apakah dunia kerja selalu buruk dan menyebalkan?

But does work always bad and sucks?

Mari lihat..

Let's see..

*  *  *  *  *

Selamat datang di surga

Welcome to heaven

Eh maaf, salah.. maksudnya selamat datang di tempat kerja.

Oops, sorry.. I mean welcome to the workplace.

Kita ngintip yuuukk..


Let's take a peek, shall we..

Ada apakah di dalam sana?

What's in there?

Apakah yang akan kita temui?

What will we get?

Akankah kita menjadi seperti Ali Baba yang terpana karena menemukan harta bertumpuk-tumpuk di dalam gua tersembunyi?

Are we gonna be like Ali Baba who astounded for finding treasure in that hidden cave?

Ataukah kita akan menjadi Daniel yang dimasukkan dalam gua singa di luar kemauannya?

Or will we be like Daniel who were put into the lion den out of his will?

Hai, jangan-jangan kayak pangeran yang pada suatu hari menemukan istana yang sudah ditutupi oleh semak belukar dan ketika dia masuk dia menemukan seluruh penghuni istana itu tertidur dan di satu kamar ada seorang putri yang amat sangat cantik yang juga sedang tertidur karena mereka semua ternyata terkena mantera dari seorang tukang sihir.

Hey, would it turn out like a prince who found a palace covered by bushes and when he got inside he discovered the whole people in it were asleep and a very beautiful princess in one room was also deep asleep for they were all fell under magic spell of a witch.

Antara harapan dan kenyataan.. 

Between expectancy and reality..

*  *  *  *  *

Bayi di tengah hutan belantara..

A baby in the wilderness.. 

"Haiii!" dia melambaikan tangan ke arah saya dengan muka berseri-seri. 

"Hi!!" he waved his hand to me. His face beamed.

Saya kaget.

He got me by surprise.  

"Kemana aja lo baru nongol lagi sekarang" saya buru-buru menghampirinya. Kangen sama mahluk yang satu ini.

"Where have you been, dude, haven't seen you in a while" I quickly came to him. Pretty much missed this guy.

"Ya gitu deh, sibuk sama kuliah, skripsi, sidang" dia nyengir.

"Well yeah, been busy with campus, thesis, the final exam" he grinned.

"Tapi lo sekarang balik ke Bogor kan?" tanya saya penuh harap.

"But you are back to Bogor now, right?" I asked full of hope.

"Itu dia.." dia menghela napas "Nanti gue balik lagi ke sini... bulan Desember"

"Actually" he sighed "I will get back in.. December"

Hah? Apa? Ciyus lo?

Huh? Whatta? Seriously man?

Dia bercerita dia dapat kerja di Jakarta.

He told me he got a job in Jakarta. 

Saya memperhatikannya. Dia tampak bersemangat ketika bercerita tentang pekerjaan barunya. Bangga. Lega.

I stared at him closely. He looked excited when he told me about his newly found job. Proud. Relieved.

Dan saya teringat sekian puluh tahun lalu sewaktu saya baru lulus kuliah.


And it reminded me to few decades ago when I was a fresh college graduate.

Perasaan saya persis seperti dia.

I felt just like him.

Akhirnya gue dapat kerja. Gue bukan bayi lagi yang disuapin emak babe. Gue juga bukan pengangguran.

I got a job. I was no longer a baby who was fed by mom and dad. I was neither an unemployment.

Saya merasa diri diakui. Eksis. Berharga.

I felt recognized. Existed. Valuable.

Dan alangkah bodoh serta lugunya saya saat itu.

And how stupid and naive I was at that time.

*  *  *  *  *

Selamat datang di dunia nyata

Welcome to reality

Dulu waktu saya ke kantor naik angkot, saya rutin melihat dua orang yang sepertinya ayah dan anak perempuannya.

Some time ago when I rode angkot to work, I usually passed these two people who looked like a father and his daughter.

Mereka biasanya sedang berjalan sambil membawa setumpukan kardus yang sudah dipreteli dan diikat menjadi satu. Tumpukan kardus itu dibawa di atas kepala.

They usually carried boxes which have been disentangle and tied into one pile. They put that pile on their heads. That's how they carried it.

Anak perempuan itu, yang susah ditebak usianya itu tapi pastinya sudah remaja, yang menarik perhatian saya.

The daughter, whose age is hard to tell but one thing for sure is already a teenager, was the one who got my attention.

Badan kekar, ototnya liat, jalannya cepat walau membawa tumpukan kardus yang berat di atas kepalanya dan mukanya terlihat lebih tua dari umurnya.

She has stocky body, strong muscles, she walked fast despite the heavy pile of box on her head and she looked older than her age.

Raut mukanya yang menceritakan tentang perjuangan hidup itulah yang menimbulkan rupa-rupa pertanyaan dalam hati saya.

Something on her face told a story about life struggle that raised questions in my head.

Sempatkah dia menyelesaikan seluruh masa wajib belajarnya?

Has she completed her study?

Berapa banyak mulut yang harus dia beri makan?

How many people should she feed?

Berapa banyak yang harus dia korbankan?

How many has she sacrificed?

Apakah impian dan cita-citanya?

What are her dreams and goals?

Saya menghela napas. Walaupun situasi dan kondisi kami berbeda, dia dan saya memiliki kemiripan.

I took a deep sigh. Despite the difference in our situation and condition, we have something in common. 

*  *  *  *  *

Bukan cuma pekerjaannya.. 

It's not just the job..

Entah kamu seorang dokter bedah atau tukang sate..

Whether you are a surgeon or a satay vendor..

Entah kamu lulusan Princeton atau cuma bisa lulus SD..

Whether you are Princeton graduate or just managed to complete secondary school..

Pekerjaan adalah soal keahlian yang setiap orang dapatkan dari ilmu yang dipelajarinya atau bakat yang dimilikinya atau hasil ketekunannya dalam berlatih atau menjadi sesuatu yang bisa dikerjakannya karena dilakukannya secara rutin.

A job is a matter of expertise everyone gets as the result of learning the knowledge or it's in their talent or the outcome from their diligence in practicing or simply become something they can do because they do that on daily basis.

Tapi yang bisa membuat seseorang berhasil dalam pekerjaannya tidak hanya ditentukan oleh kepintarannya, ketekunannya, kerja kerasnya atau ambisinya untuk mendapatkan penghasilan besar, posisi tinggi atau demi gengsi.

One's success in a job is not just determined by that person's intelligence, perseverance, hard work or ambition to earn big income, get high position or for matter of prestige.

Ketika seseorang bekerja dengan disertai oleh rasa menyukai dan mencintai pekerjaannya.. itulah awal keberhasilannya.

When someone works with the feeling of liking and loving his or her job.. that is the beginning of his or her success.

Sukses itu tidak selalu ditandai dengan dapat kenaikan gaji yang gede, dapat promosi jabatan atau dapat bonus jalan-jalan keluar negeri.

Success is not always marked by getting a big raise, get a promotion or get abroad trip as bonus.

Sukses adalah ketika seseorang merasa bahagia dalam pekerjaannya dan bahagia bekerja di tempat kerjanya.

Sunday school teachers. This was the "job" which, for the very first time, made me felt at ease and good about myself.
Soon I discovered teaching is the job that makes me happy.
Success is when one feels happy in his job and in his workplace.

Tidak ada satu pekerjaan yang sempurna. Begitu pula tidak ada satu tempat kerja yang sempurna.

No job is perfect. No workplace is perfect either.

Tapi dengan rasa mencintai apa yang dikerjakannya.. rasa cinta itu menutupi ketidaksempurnaan tersebut.

But with a sense of love for what he/she does.. that love covers the imperfectioness.

Ketika seseorang bekerja dengan rasa mencintai pekerjaannya, dia akan menjadi lebih produktif, lebih berbakti, lebih setia, lebih jujur dan tentunya akan menjadi lebih menguntungkan tempat dimana dia bekerja.

When someone works with the feeling of loving his or her job, that person becomes more productive, more dedicated, loyal, truthful and of course this profitable for his or her workplace.

*  *  *  *  *

Manusia.. Manusia.. Manusianya

People.. People.. It's about people

Beberapa jenis pekerjaan sudah dilakukan oleh robot. 

Some types of works have been done by robots. 

Katanya untuk menghemat biaya karena robot bisa melakukan lebih banyak pekerjaan dengan hasil yang lebih baik dan tentunya dapat bekerja lebih lama juga. 

It's said robot saves the cost considering it can do more work with better result and it also can work longer.

Tapi ketika masyarakat diperkenalkan pada robot sebagai kasir di toko swalayan atau di restoran, banyak yang tidak suka.

But when people were introduced to robot as cashier in convenient store or in the restaurant, many dislike it.

Masyarakat menganggap robot terlalu 'dingin' walaupun kerjanya mungkin jauh lebih efisien, cepat dan akurat bila dibandingkan dengan manusia.

People think robot is way too 'cold' compare to human being though its work is probably more efficient, fast and accurate than human.

Manusia membutuhkan interaksi dengan sesama manusia.

Human needs to have interaction with another human.

Interaksi bisa memberikan dampak positif dan negatif.

Interaction may bring positive and negative impact.

Sebagai guru, saya tidak hanya mengajari murid-murid saya ilmu pengetahuan. Saya mengajari mereka juga supaya bisa saling bergaul, bisa bertoleransi dan saling menerima satu dengan lainnya.

As a teacher I am not just teaching them about knowledge. I also teach them how to interact, to have tolerance and acceptance toward one another. 

Saya seorang dewasa saja sering tidak tahu bagaimana harus membawa diri dalam pergaulan, apalagi anak-anak itu yang berpikir bahwa seluruh dunia dipenuhi dengan orang-orang sebaik, sepenyayang dan mau mengalah seperti orang-orang di rumah mereka.

I myself as an adult oftenly don't know how to mingle with people, let alone those children who think the world is filled with people who are just as kind, loving and giving in as those at home.

Seringkali ketidakmampuan manusia untuk saling berinteraksi membuat mereka saling berkonflik. Pertengkaran muncul. Hubungan kekawanan terputus. Pasangan berpisah. Atasan memusuhi dan menekan siapa saja yang dianggapnya tidak mau tunduk mengikuti kemauannya. 

Feeling uncomfortable with some people has made a friend resigned while the other is now thinking to do the same
Human's inability to interact has created conflict. It arises fight. Breaks friendship. Couples separate. Bosses become hostile and put pressure on anyone who they considered refuse to follow their wishes.

Manusia seringkali lebih suka berada di antara sesamanya yang seirama dengan dirinya tanpa mempertimbangkan apakah sesamanya itu orang baik atau bukan.

Human often prefer to be around people who are in harmony with them without considering whether those people are good or bad.

*  *  *  *  *

Di dalam rumah Tuhan..

In the house of the Lord..

Ada banyak yang bermain sebagai Tuhan.

There are many who play God.

Ada banyak yang menganggap dirinya sebagai alat Tuhan.

There are many who consider themselves as God's instruments.

Ada banyak yang berpikir suaranya adalah suara Tuhan.

There are many who think their voices are God's voice.

Dulu saya berpikir di rumah Tuhan, semua yang letih dengan kehidupan dunia yang penuh dengan penderitaan, tekanan dan ketidakadilan dapat menemukan kedamaian, perlindungan, penerimaan dan pengertian.

I used to think in God's house, all who are weary with the world's suffering, pressure and injustice might find peace, sanctuary, acceptance and understanding.

Ternyata sikon dunia luar dan rumah Tuhan itu beda-beda tipis.

It turns out the world and the house of God are slightly different.

Bekerja di rumah Tuhan nyaris tidak ada bedanya dengan bekerja di perusahaan biasa yang dimiliki dan dikendalikan oleh orang-orang yang berbeda keyakinan atau oleh yang atheis.

Working in God's house is almost no different from working in an ordinary company that is owned and controlled by people of different faith or by atheists.

Begitulah kenyataannya.

That's the fact.

*  *  *  *  *

Lupakan impianmu, kerjalah untuk perutmu dan perut orang lain..

Forget your dreams, work for your bread and for other's bread..

Kejarlah cita-citamu..

Reach for your dreams..

Tapi bagaimana kamu bisa mewujudkan cita-citamu untuk menjadi penulis atau seniman atau penari yang belum tentu memberimu penghasilan tetap atau gaji yang cukup untuk membayar segala tagihan dan memberi kamu serta keluargamu makan..

But how could you reach for your dream to become a witer or an artist or a dancer, occupations that may not give you regular income or enough salary to pay for all the bills and feed you and your family..

Ada banyak orang terpaksa mengorbankan impiannya.

Many people have to sacrifice their dreams.

*  *  *  *  *

Tidak disebutkan dalam jabaran pekerjaan

Not mentioned in the job description

Ada hal-hal yang tidak pernah masuk dalam jabaran pekerjaan tapi menjadi bagian dalam pekerjaan sehari-hari.

There are things that never mentioned in the job description but they very much part of work.

Urusan makan itu.. dari yang jadi bete karena di lokasi sekitar tempat kerjanya tukang jualan makanan kurang banyak, yang ngeluh karena kerjanya di daerah elit yang bikin tekor kantong karena mahalnya harga makanan di sana sampai tiap hari harus rela ribet menjinjing tas lebih dari satu demi ngebelain membawa bekal makan dan minum ke kantor.


When it comes to food and beverage.. from those who are bored with the limited option of meals because there aren't many food vendors in their workplace, those who complain about the high prices of meals because their workplace is located in elite area to others who have to take extra bags carrying their lunch boxes and beverages.

Terbirit-birit berangkat ke kantor tanpa sempat dandan? Wah, itu sih biasa. Jarak yang jauh dari rumah ke tempat kerja bikin segala makeup luntur sama keringat begitu sampai kantor.. Ah, itu nggak aneh. Jadi jangan heran melihat banyak perempuan berangkat dari rumah dengan muka polos tanpa riasan. Kapan jadi cantik karena dandanan? Ntar kalau sudah sampai di kantor.


Go to work in a hurry and so have no time to put on the makeup? Nothing unusual. The long commuting time to get to work because of the long distance between home and workplace wipes out the makeup by the time a worker arrives at work.. Ah, it's not a strange thing to happen. That is why don't be amazed to see many female go to work without makeup. When will they turn into beautiful creatures with makeups on their face? After they arrive at work.

Ngumpet bentar yak..

Let me hide here for a second..

Di tengah-tengah rutinitas kerja kadang badan berasa capek, pengen duduk sebentar, memejamkan mata atau hati lagi berat karena membawa beban pikiran, ingin menyendiri sejenak atau karena ingin menghindari orang-orang tertentu tapi takut nanti kalau dilihat boss ntar dibilang pemalaslah, ga produktiflah, ditegorlah, diomelinlah, disindirlah atau jadi bahan buat rekan kerja cari muka ke boss, ngadu deh, ngomong macam-macam.

In the midst of work sometimes one feels tired, wants to be able to sit for a moment, close the eyes or heart is weary for having problems, wanting to take a shield for a while or want to get away from certain people but afraid would be called lazy, unproductive, get a reprimand, get yelled to, get nasty comments from the boss or be seen by two faced coworker who would run to the boss to file a report.

Ada tempat-tempat tersembunyi di kantor yang bisa dijadikan oase bagi siapa pun yang membutuhkan sedikit waktu untuk menghilangkan kepenatan di tubuh, pikiran dan di hati.


There are hidden places at workplace that can be used as a sanctuary by anyone who needs little time to restore their drained body, mind and heart.

Berbagi kebahagiaan dan rasa bersyukur lewat berbagai peristiwa..


Sharing happiness and gratefulness through many kinds of events..

Pertunjukan harus tetap berlangsung apa pun yang terjadi.

The show must go on at all cost.

Mendekati usia 50, entah kenapa justru hormon-hormon saya kadang jadi menggila dan bukannya menjinak. Karena itu ada hari-hari tertentu saya berangkat kerja dan harus bekerja dengan merasakan sakit yang luar biasa dari pinggul sampai ke paha karena kram. Di saat seperti itu saya tidak sanggup memakai celana panjang atau rok jadi saya bawa dari rumah rok kulot saya yang longgar sehingga nyaman untuk sikon fisik yang sedang saya rasakan. Begitu sampai kantor, celana panjang saya ganti dengan rok kulot itu. Untungnya sehari-hari kantor sepi jadi tidak ada yang akan usil bertanya atau berkomentar tentang kostum kerja saya yang agak luar biasa itu.


As I approach 50, I don't know why my hormones sometime go completely crazy instead of becoming tame. That is why there are certain days when I go to work and have to work in the midst of incredible pain on the hip to tigh out of cramp. At that kind of condition I can't wear pants or skirt so I bring my loosen shorts which is more comfortable to wear. I change my pants to that shorts once I arrive at work. Good thing my office is quiet so no one asks or make comments about my unusual outfit.

Manusia-manusia aneh di tempat kerja itu biasa. Maklumlah, kan datang dari latar belakang keluarga, budaya, strata dan pendidikan yang berbeda. Belum lagi masing-masing membawa tingkat kedewasaan, tingkat stress serta trauma atau luka dari masa lalu yang juga berbeda. Jadi ya bersiaplah menghadapi segala jenis manusia di tempat kerja.

Weirdos at work are common. Each people at work come from different backgrounds whether it is family background, culture, social status and education. Not to mention each of them have different levels of maturity, stress along with carrying trauma or scars from the past. So yeah be prepared to deal with all kinds of human at work.

Berbahayakah mereka? Tergantung. Ada yang bisa ditoleransi sehingga tidak mengganggu dan tidak merugikan tapi ada yang benar-benar harus diwaspadai.

Are they harmful? Depends. Some can be tolerated so they are less harmful but others may need extra caution.

Tujuh tahun di tempat kerja ini membuat saya sejak dua tahun lalu mengambil sikap waspada, tidak mudah percaya dan menarik diri.

Being in this workplace for seven years have made me taken cautious, less trust on people and withdrawing myself.

Selebihnya saya jadi penonton. Semakin lama semakin menarik saja apa yang dipertontonkan oleh orang-orang di sini tapi.. sstt.. saya mengambil sikap seperti begini sajalah.. haha..  

Silent! Say nothing, just be spectators
image source: facebook
For the rest, I became a spectator. It is getting more and more interesting to see what people are showing in this place but.. shh.. my reaction is as shown above.. haha..

*  *  *  *  *

Demikianlah sedikit tentang dunia kerja itu. Tidak buruk tapi bukan juga berarti surga dunia.

So there is a little about work. It is not bad but it is not heaven on earth either.

Idealnya sih memang sebaiknya setiap orang bisa bekerja sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya tapi sikon tidak mengijinkan.

Ideally everyone should be able to work according to their talents, interests and abilities but situation mostly don't stand on their side.

Saya adalah satu dari mereka.

I am one of them. 

Kalau bisa carilah pekerjaan yang pas dengan bakat, minat dan kemampuanmu tapi kalau tidak bisa, jalanilah apa yang ada sebaik mungkin, dengan hati tetap bersyukur dan jangan berhenti berusaha serta percaya untuk bisa mendapat pekerjaan yang benar-benar tepat untukmu, pekerjaan yang memungkinkan kamu menjadi dirimu sendiri dan menjadi benar-benar bahagia.

            home is my workplace too. I'm an English tutor

If it is possible, find the job that suits your talent, interest and bility but if you can't, perform your present work the best you can and never stop trying and believing that one day you will get the job that really suits you, the one that will make you be able to be yourself and to be completely happy.