Greetings dear readers / salam buat para pembaca

Knowing that I say it better in writing, and I do love writing, I decided to write my experiences and thoughts in this blog so this is my e-diary.

Don't speak Indonesian? No need to worry, it is written both in Indonesian and in English.

Happy Reading, everybody !
__________________________________________

Buat saya mengungkapkan isi hati dan pemikiran lebih gampang dilakukan dalam bentuk tulisan dan karena saya juga senang menulis, saya memutuskan menulis hal-hal yang saya alami dan yang ada dalam pikiran saya dalam blog ini.

Untuk yang tidak bisa berbahasa Indonesia, jangan khawatir, blog ini saya tulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Selamat membaca !

Saturday, August 17, 2013

Ageing = Sickness?

Menjadi tua berarti sering sakit?

Getting older means to get sick often?

“Semakin bertambah umur, kenikmatan-kenikmatan hidup mulai di ambil oleh Tuhan” demikian kata seorang kenalan saya.

“The older we get, the more God takes away the pleasures of life” said my acquaintance.

Kenikmatan yang dimaksudkannya adalah kesehatan, kemampuan berpikir, pengelihatan, pendengaran dan beberapa kemampuan fisik lainnya.


The pleasures of life he referred to is health, mind, vision, hearing and other physical abilities.

Dengan tidak bermaksud untuk mengecilkan pendapatnya... hanya saja, saya berpikir... ah, sudahlah.., jangan libatkan Tuhan di sini. Saya tidak percaya lagi pada Tuhan dan terlalu egois serta naif untuk berpikir bahwa kita tidak lagi punya hak untuk memiliki kesehatan yang baik, pengelihatan yang jernih, pendengaran yang tajam, tulang-tulang yang kuat, jantung yang sehat begitu kita menjadi tua.

With all do respect to the person who has that opinion, ... it is just that I was thinking... well,  never mind.., leave God out of this. I have no faith in God and it is too selfish and naive to think that when we get old we are no longer deserve to have good health, nice sight, sharp hearing, strong bones or healthy heart.

Karena kalau kita mau melihat sekeliling kita maka kita akan melihat begitu banyak bayi, anak-anak, remaja, pemuda-pemudi dan orang dewasa yang terlahir dengan membawa keadaan fisik tidak sempurna atau yang tiba-tiba jatuh sakit sehingga kemampuan fisik mereka tidak lagi sebaik sebelumnya.

Because if we look around we can see so many babies, children, teenagers, young people or adults were born with imperfectness physic or illness reduces their physical abilities.

Seorang sahabat lama saya mengalami kecelakaan kecil di tempat kerja yang membuat sebelah kakinya bengkak, mati rasa dan sampai harus beberapa kali di operasi. Dokter mengatakan dia tidak bisa lagi bekerja. Usianya hanya 2 tahun lebih tua dari saya. Belum tua. Tapi sebuah kecelakaan membuat kakinya tidak bisa berfungsi normal.

A long time friend had a minor accident at work which has made one of her leg to swell, numb and had to have surgeries. The doctor finally said its condition is unlikely to get back to normal and so she can’t work. She is just 2 years older than me. Barely old. But an accident has made her leg unable to function normally as it used to be.

Ibu saya yang berusia 78 tahun memiliki kaki yang jauh lebih kuat dan normal.

My 78 years old mother has legs that are strong and normal.

Seorang sahabat lama saya yang lain mengalami cedera kepala dalam suatu kecelakaan yang mengakibatkan dia kehilangan ingatan dan kemampuan untuk membaca, menulis serta berhitung. Membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memulihkan kemampuannya dan itu pun tidak bisa kembali normal seperti sebelum terjadi kecelakaan itu.

My other long time friend had head injury in an accident. It made her lost her memory and her ability to read, write and count. It took years for her to recover but it can never make everything returns as before the accident.

Orang takut menjadi tua karena takut sakit, takut harus pakai kacamata, takut jadi pelupa, takut ini dan takut itu.

People afraid to get old because they afraid they would get sick, afraid they would have to wear glasses, afraid to forget things and so many other fears.

Tapi kalau anda terlahir dengan fisik yang penyakitan atau harus berkacamata dari usia kanak-kanak, sudah beruban dari masa remaja atau memiliki keterbatasan atau ketidaksempurnaan fisik lainnya, anda tidak akan jiper menghadapi usia yang bertambah banyak.


But if you are born having a body that is not strong and it makes you ill often or you have to wear glasses in young age, your hair is graying in highschool or you have physical impairment or handicapped, you are not scared when ageing time comes to you.

Yang lebih baik dari pada takut menjadi tua adalah jangan merasa diri gagah perkasa karena memiliki fisik yang kuat.

Rather than freaking out about ageing, it is better not to feel untouchable for having strong physic.

Saya melewatkan hampir seluruh masa kanak-kanak saya sebagai orang yang penyakitan. Dari yang kelas recehan sampai yang nyaris menghilangkan nyawa.

I spent nearly all my childhood being sick almost all the time. I had it from the minor ones up to major illness that almost took my life.

Dalam usia remaja sampai usia 25 tahun kondisi fisik saya membaik.

It was getting better when I was in my teen up to the age of 25.

Tapi usia 26 sampai 30 tahun fisik saya kembali terganggu oleh sakit yang membuat saya sampai akhirnya harus menjalani operasi dua kali dalam setahun.

I spent my 26 to 30 years old with health problem that reduced my physical stamina and even made me had to have surgeries twice in a year. 

Setelah itu untuk kurun waktu yang panjang, 11 tahun, saya dalam kondisi fisik yang sangat baik. Tahun lalu kondisi fisik saya menurun drastis dan baru beberapa bulan ini memulihkan diri. 

After that I had a long 11 years having good physical stamina until last year it drastically having a downfall and just recovered in the past few months.

Jadi saya telah mengalami kelemahan fisik di usia kanak-kanak, masa muda dan dewasa. Dan semua pengalaman itu membawa saya pada kesimpulan bahwa yang perlu ditakuti sebenarnya adalah kehilangan jiwa ketika masih hidup.

So I had weak physical stamina in my childhood, youth and adult. All the experience brought me to a conclusion that what we need to fear is actually to live soul-less.

Ketika saya sehat dan kuat, hidup terasa sangat hidup. Saya seorang yang gila kerja. Dulu saya pernah bekerja dari jam 7 pagi sampai jam 7 malam. Kemudian sebagai seorang guru les, saya pernah punya murid les sampai lebih dari 30 orang di 4-5 tempat yang berbeda.

When I was healthy and strong, life has never felt so lively. I was a workaholic. There were times when I worked from 7 am to 7 pm. Later as a tutor, I had more than 30 students in 4-5 different tutoring places.

Ketika saya sehat dan kuat, saya juga seorang tukang begadang. Dulu saya kerja dari jam 7 pagi sampai jam 7 malam. Lalu pergi makan malam dengan teman-teman sekantor atau dengan mantan pacar. Jam 9 malam clubbing dari satu cafe ke cafe berikutnya atau ke pub, bar. Pulang rata-rata di atas jam 12, kadang malah sampai jam 2 pagi. Tidur 2-3 jam dan kemudian ngantor lagi.


When I was healthy and strong, I stayed up until wee hour. I worked hard and I played hard. I worked 7 am to 7 pm, went to dinner with colleagues or my former boyfriend. After that went clubbing at 9 pm from one café to another or pub, bar. I left at midnight or 2 am. Had 2-3 hours of sleep and back to work again.

Sampai sekarang pun saya masih suka begadang. Tapi hanya kalau di ajak Andre atau dengan teman-teman dekat. Itu pun kalau bisa besoknya pas hari libur, cuti atau hari kerja yang tidak sibuk supaya saya bisa istirahat atau pun kalau harus kerja maka kerjaan tidak banyak, orang pun tidak banyak yang datang ke kantor sehingga saya tidak perlu pusing karena kurang tidur atau karena pengaruh alkohol yang belum hilang seluruhnya.

Even now I am still staying up until wee hour. But only when Andre or close friends ask me out. I prefer when the next day is my day off or a public holiday or my leave day. When I had to come to work I prefer it to be the day that has few work and few people coming so none would bring me headache since I would be having less sleep and minor hangover from the night before.

Hari-hari biasa pun saya bisa melek sampai tengah malam atau malah di atas jam 1. Ngapain kok bisa tahan melek begitu? Ya, bikin draft untuk blog atau membuat draft tulisan lainnya.

I can stay up until midnight or even until 1 am in any days. What do I do? Drafting my blog or writing other script.

Bahkan ketika menstruasi saya sedang menggila pun saya masih bisa melek sampai larut malam karena ide di kepala tidak bisa dihentikan dan saya tidak bisa tenang sebelum semua sudah dituangkan dalam bentuk tulisan.

Even when my menstruation was raging like crazy I was able to stay up late because the ideas in my head would not let me rest in peace before I wrote them down.

Gitu-gitu belum lama ini sempat tepar juga saya selama dua hari. Tapi bukan karena begadang.. hehe..

Well what do you know, I was knocked out for two days. It was not because of staying up late.. lol..

Selasa (13/8).. karena berpikir mumpung cuaca cerah, menstruasi keparat itu belum datang dan saya berusaha untuk meringankan pekerjaan ayah saya (saya dan ayah saya berbagi pekerjaan rumah), so, saya borong semua kerjaan rumah dari mencuci piring, menyapu-mengepel lantai, mengganti seprei tempat tidur ayah saya, mencuci baju termasuk seprei itu, mengelap-elap, minta ayah saya untuk memotong rambut saya dan sorenya mengajar les.

Tuesday (August 13th).. thinking to make the best of the sunny day, since the darn menstruation has not strike yet and wanting to help my father doing house chores (my father and I are sharing house chores) I washed the dishes, swept and mopped the floor, changed my father’s bedsheet, washed the laundry-including that bedsheet, dustying, asked my father to give me a hair cut and tutored the kids in the afternoon.

Saya masih sempat tidur satu jam sebelum Dio, Dite dan Joan datang jam 5 sore untuk les. Rasa bahagia melihat anak-anak itu dan ramainya suasana dengan segala ulah Dio dan Dite membuat saya baru merasa capek luar biasa setelah mereka pulang.

I took an hour to sleep before Dio, Dite and Joan came for their tutoring at 5 pm. Happy to see them and the merry noise plus Dio and Dite’s colorful attitude made me felt that extreme exhaustion after they left.

Jam 7 malam badan saya terasa tidak karuan. Saya mengantuk luar biasa, rasanya seperti demam, badan sakit semua dan mulai gemetaran. Tapi saya diam-diam saja karena berharap nantinya akan hilang.

7 pm, I felt unwell. I was so sleepy, I felt like having a fever, my body hurt and I started to shiver. But I said nothing. Hoping they would all gone.

Jam 8 malam saya tidak tahan lagi. Saya tidur saja ah, kata saya pada orang tua saya yang langsung bertanya apa saya baik-baik saja karena mereka tahu saya hanya tidur jam segitu kalau saya sedang tidak enak badan atau sedang ada masalah.

8 pm and I could not stand it anymore. I better go to sleep, I said this to my parents who asked if I was feeling well because they knew it too well that I would not go to bed that early unless I was feeling unwell or having something that stressed me up.

Karena tidak mau bikin heboh, saya hanya mengatakan saya kecapekan.

Not wanting to create a scene made me told them I was just feeling tired.

Itu saja sudah bikin orang tua saya ribut berkomentar ‘seharian terlalu semangat sih bersih-bersih. Kan lantai masih bersih, seprei belum lama di ganti’.. dst.. dll.. gimana kalau saya bilang terus terang tentang apa yang saya rasakan saat itu. Wih, bisa tambah heboh deh mereka.

That was enough to make my parents fussing over ‘you got too excited doing house cleaning. The floor was not too dirty anyway, the bedsheet has just recently changed’.. bla.. bla.. etc. What if I told them what my body really felt at that time.. it would drive them crazy.

Wah, saya buru-buru kabur masuk ke kamar dari pada telinga saya juga ikut jadi pusing mendengar sejuta komentar mereka. Begitu di kamar tidur, judulnya langsung gabruk.com di atas tempat tidur. Dan baru bangun jam 5 pagi besok paginya.

Geez, I quickly went to my bedroom than to have earache to hear their million of comments. Once I was in there I.. well, what I call as threw-myself-on-the-bed.com. I got up at 5 am the next morning.

Rabu (14/8) rasanya badan belum bener. Malamnya terasa lagi seperti sebelumnya. Mana cuaca Bogor sedang aneh. Udara panas, kering tapi anginnya dingin. Kacau. Jam 8 saya sudah masuk kamar lagi. Langsung tidur.


Wednesday (August 14th) my body has not recovered. The same feeling I felt the night before came back in the evening. The weather in Bogor did not help at all. It was hot, dry but the wind was freezing. I went to bed at 8 pm. Went to sleep right away.

Kamis (15/8) jam 9 pagi mulai terasa lagi gejala yang sudah dua malam saya rasakan. Saya terpaksa minum obat parasetamol. Lumayanlah. Seharian ini saya berasa badan lebih segar. Buktinya malam ini saya bisa melek lagi.. hehe.. walau mungkin cuma sampai jam 10 saja.

Thursday (August 15th) at 9 am I felt the feeling that I have been feeling for two nights. I had to take a paracetamol tablet. Not bad. It freshened me. I can stay up late again tonight.. lol.. though I probably make it until 10 pm.

Jadi bukan perkara umur yang mengambil peran utama dalam kehidupan. Jiwa di dalam tubuh yang penting. Kehilangan semangat di dalam jiwa lebih menakutkan dari pada umur yang bertambah tua.

So it is not age that plays huge role in life. The soul in the body that matters. Losing the spirit making us live soul-less and it is more scarier than ageing.

Penyakit menimpa siapa saja.

Everyone can get sick.

Menjadi tidak berdaya secara fisik bisa dialami oleh siapa saja.

Physical impairment can happen to anyone.

Semangat hidup yang kuat harus tetap ada dalam setiap tarikan napas, harus tetap hadir dalam setiap detak jantung karena dia itulah yang akan memampukan kita untuk tetap berdiri tegak atau bangkit kembali dalam masa-masa sulit.


The strong will power should exist in every breath, in every heart beat because it is the one that enables us to stand strong or getting up again in hardship.

No comments:

Post a Comment