Greetings dear readers / salam buat para pembaca

Knowing that I say it better in writing, and I do love writing, I decided to write my experiences and thoughts in this blog so this is my e-diary.

Don't speak Indonesian? No need to worry, it is written both in Indonesian and in English.

Happy Reading, everybody !
__________________________________________

Buat saya mengungkapkan isi hati dan pemikiran lebih gampang dilakukan dalam bentuk tulisan dan karena saya juga senang menulis, saya memutuskan menulis hal-hal yang saya alami dan yang ada dalam pikiran saya dalam blog ini.

Untuk yang tidak bisa berbahasa Indonesia, jangan khawatir, blog ini saya tulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Selamat membaca !

Saturday, February 8, 2014

Because You Love Me

Saya suka banget sama lagu yang satu ini. Perhatikan kata-katanya.


I love this song. Just listen carefully.

Cinta atau kasih sayang yang diberikan kepada seseorang telah menjadikan orang itu merasa diperhatikan, didukung, dilindungi, dimengerti dan dilengkapi sehingga segala yang baik dalam dirinya bisa keluar, bertumbuh, bersinar dan menjadikan dirinya sebagai individu yang lebih baik.

Love given to somebody has made that person felt she/he was cared, supported, protected, understood and completed so every good thing in her/him came to the surface, grew, blossomed and turned her/him into a better person.

Dalam hidup, kita bergantian menjadi orang yang memberi cinta dan yang menerimanya.

In life, we take turn playing the role as love giver or receiver.

Idealnya sih porsinya harus seimbang.

Ideally it should be proportionally balanced.

Tapi ada orang-orang tertentu yang dikaruniakan sifat atau kepribadian tertentu sehingga bisa berperan lebih banyak sebagai pemberi cinta atau kasih sayang.

But there are certain people whom gifted with characters or personalities that enable them to play the role more as love giver.

Ayah saya adalah orang yang seperti itu.

My father is that kind of person.

Papa mungkin bukan orang yang hebat dalam penilaian atau ukuran dunia. Dalam beberapa hal, saya berharap dia menjadi seorang yang lebih baik, lebih hebat, lebih sukses dan dalam pengakuannya sendiri pun, ayah saya juga berharap bisa seperti itu.

Dad may not be great according to worldly standard. In some ways, I wished he could be a better person, great, succeed and in his own admission, my father too wished he could be that kind of person.

Tapi dalam hal kasih sayang dan perhatian.. tidak ada seorang pun yang bisa mengalahkannya.

But when it comes to love and attention.. nobody can’t be compared with him.

Selama bertahun-tahun ayah saya mengajari saya tentang kasih sayang dengan menunjukkannya lewat hal-hal yang dilakukannya kepada saya dan ibu saya.

For many years my father has taught me about love by showing it through the things he did and does to me and my mother.

Seperti apakah cinta yang ditunjukkannya itu?


What kind of love does he show me?

Ada satu peristiwa yang tidak akan pernah saya lupakan;

I shall never forget this one particular occasion;

Hari itu kami bentrok. Saya demikian marah sehingga saya memilih untuk mengurung diri di kamar.

We had a fight that day. I was so angry, I locked myself in my bedroom.

Sorenya hujan turun lumayan deras.


It rained quite heavily in the afternoon.

Saya yang sedang menenangkan emosi di kamar tiba-tiba kaget ketika melihat ayah saya pergi keluar rumah.

I was cooling myself down in my room when I saw my father left the house.

Mau kemana si papa hujan-hujan begini?

Where would dad go in this pouring rain?

Saya keluar dari kamar. Cemas.

I went out of my room. Worried.

Dia beli makanan buat kamu sarapan besok pagi.. kata ibu saya.. hari ini kan dia tidak masak.

He went to buy side dish for your breakfast tomorrow morning.. said my mother.. he didn’t cook anything today.

Astaga!.. hati saya sesak dengan rasa haru dan menyesal. Beberapa jam sebelumnya saya marah dan ngambek ke si papa dan sorenya hujan-hujanan dia pergi cari lauk untuk saya sarapan besok. Padahal seingat saya masih ada sisa ayam goreng. Kalau pun tidak ada, saya bukan tipe orang yang rewel soal makanan. Besok sarapan nasi dengan kerupuk pun.. ok aja..

Goodness!.. my heart filled with tears and sorry. Few hours ago I was angry and had tantrum to him and in the afternoon he went out under the pouring rain to get some side dish for my breakfast. I thought there was fried chicken left. Even if there would be none, I am not the kind of person who is fussy about food. It wouldn’t be a problem to have rice and chips for tomorrow’s breakfast.

Ketika dia kembali, saya langsung memeluk dan menciumnya sambil menangis.

When he got back, I immediately hugged and kissed him as I cried.

Apa pun yang tadi membuat kami sempat bentrok.. oh, semua langsung terlupakan.

Whatever the reason that caused us to have that fight.. oh, it was forgotten.

Apa pun yang tadi membuat saya amat sangat marah.. semuanya hilang..

Whatever made me so very angry.. all gone..

Itulah cinta. Ayah saya mengajari saya tentang hal itu tidak lewat kata-kata. Dia mengajari saya lewat segala perbuatannya yang setiap hari dapat saya lihat.

That is love. My father teaches me about it not by words. He teaches me through the things he does everyday, things that I can see by myself.

Tentu saja cinta itu tidak sempurna karena manusia bukanlah mahluk yang sempurna.

Of course it is an imperfect love because we are imperfect creature.

Ayah saya terlalu lembut. Dia tahu akan hal ini. Karena itu dalam saat-saat tertentu dia akan mencari saya. Misalnya ketika ibu saya sedang dalam masa-masa kritis, dalam satu malam bisa 2-3 kali kondisinya anjlok dan setiap kali itu pula ayah saya berteriak membangunkan saya.

My father is too soft. He knew it. That is why he came to me when he faced certain stuff. When my mother had her health hanging in balance, for example, her condition would drop down 2-3 times in one night and everytime it happened my father called out, waked me up.

Ayah saya dikuasai oleh kecemasan sementara ibu saya penuh dengan ketakutan. Kombinasi yang luar biasa kan untuk menghadapi suatu masalah.

My father numbed by anxieties while my mother overcame by fear. What an extraordinary combination to face a problem.

Bukan berarti saya tidak takut atau cemas. Halah, saya setengah mati takut dan cemas melihat ibu saya kelihatan seperti orang yang akan putus napas.

It doesn’t mean I didn’t feel any fear or worry. Hell, I was so damn freaked out by fear and worry to see my mother looked as if she would die.

Tapi saya ini batu. Banteng. Api. 

But I am a rock. A bull. Fire.

Sifat-sifat itu menguntungkan saya ketika menghadapi masa-masa sulit karena membuat saya menjadi tegar, kokoh dan bisa menemukan kekuatan dari dalam diri sendiri untuk bangkit kembali.

Those characters benefit me in hardtime because they make me strong, tough and able to find the strength within myself to enable me to stand back on my feet again.

Sifat-sifat itu pula yang mampu menguatkan dan menenangkan orang tua saya.

The same characters have strengthened and calmed my parents.

Tapi kelemahlembutan mereka amat sangat saya butuhkan karena hal itu mampu menjinakkan, melunakkan dan mengalahkan batu, banteng dan api di dalam diri saya..

But their gentleness is what I am greatly need because it can tame, softened and overcome the rock, bull and fire in me.

Itulah alasan kenapa kita menjadi mahluk yang tidak sempurna. Yaitu supaya kita menemukan cinta.

It is the reason why we are created as imperfect creature. So we can find love.

Setiap hari kita disusahkan atau menyusahkan begitu banyak orang disekitar kita karena faktor ketidaksempurnaan itu.

Everyday we are troubled by or cause trouble to people around us because of that imperfection.

Cuma cinta atau kasih sayang yang bisa mengalahkan dan menutupi ketidaksempurnaan didalam diri kita atau diri orang lain.

Love is the only thing that can overcome and cover the imperfectness in ourselves or in others.

Saya sedang membaca buku berjudul Sacred Influence. Itu buku punya ‘adik’ saya yang mungkin sudah lebih dari 2 bulan saya pinjam dan belum juga selesai saya baca.. hehe.. sori, D, buku kamu belum kelar saya baca.. soalnya ada buku-buku tertentu yang tidak bisa kita baca seperti baca novel yang dalam sehari juga bisa selesai.


I have been reading a book ‘Sacred Influence’. It is my ‘brother’s’ book which I probably I have borrowed for more than 2 months and I haven’t done with my reading.. lol.. sorry, D, I haven’t read it all.. because there are books that can’t be read like reading novel. A novel can be read in a day.

Saya sudah berjanji akan menuliskan hal-hal yang saya dapatkan dari buku itu dalam blog ini. Dan sekarang saya menepati janji itu. Kebetulan saya memang sedang mengkhususkan tulisan-tulisan saya sepanjang bulan Februari ini tentang cinta karena bulan Februari identik dengan cinta karena dikaitkan dengan valentine.

I promised him I would write about the things I got from the book in this blog. Well, I am doing it now. It is the right moment to write about love since this is February, the month of love as it is connected with valentine so I make love as the topic of this month’s posts.

Buku ini bicara tentang cinta atau kasih sayang.

The book talks about love.

Bukan tentang cinta buta, cinta semalam atau cinta monyet..

Not about blind love, nor one night stand love or puppy love..

Dari begitu banyak contoh kasus atau pembahasan yang ada dalam buku tersebut, intinya adalah tentang cinta yang melengkapi, menutupi dan menyatukan ketidaksempurnaan didalam diri setiap manusia.

Of so many case made as illustration on the book, the whole stuff talks about love that completing, covering and uniting imperfectness in every human being.

Karena cinta yang bisa membuat kita bisa saling memaafkan, saling bersabar, saling memberi, saling menerima, mendukung dan penuh pengertian. Intinya adalah saling melengkapi.

Because love can make us forgive each other, have patience for each other, giving, accepting, supporting and have understanding. To complete each other is the essence of it.

Jadikanlah hal-hal itu sebagai alasan untuk mencintai orang-orang disekitar kita.

Make those things as the reason to love the people around us.

No comments:

Post a Comment