Greetings dear readers / salam buat para pembaca

Knowing that I say it better in writing, and I do love writing, I decided to write my experiences and thoughts in this blog so this is my e-diary.

Don't speak Indonesian? No need to worry, it is written both in Indonesian and in English.

Happy Reading, everybody !
__________________________________________

Buat saya mengungkapkan isi hati dan pemikiran lebih gampang dilakukan dalam bentuk tulisan dan karena saya juga senang menulis, saya memutuskan menulis hal-hal yang saya alami dan yang ada dalam pikiran saya dalam blog ini.

Untuk yang tidak bisa berbahasa Indonesia, jangan khawatir, blog ini saya tulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Selamat membaca !

Sunday, February 22, 2015

How To Lose..

Dulu ada film kocak berjudul ‘How to lose a guy in ten days’.

There was a funny movie with the title ‘How to lose a guy in ten days’.

Film itu berkisah tentang seorang penulis di majalah yang sedang menyusun artikel tentang bagaimana cara wanita membuat pacarnya memutuskan hubungan. Dan dia membuat target hal itu akan bisa terjadi hanya dalam waktu sepuluh hari.


The movie was about a magazine writer who was about to write an article about what women can do to get rid her boyfriend. And she targeted it to happen in just ten days.

Film itu sebenarnya menyampaikan pesan bahwa lebih mudah untuk mengacaukan segalanya dari pada mempertahankannya.


The movie’s message is it is easy to screw everything than to keep it intact.

Sikap kita, perbuatan kita, perkataan kita, kebiasaan kita, sifat kita, latar belakang kita, keyakinan kita dan seribu satu hal lainnya dalam diri kita cenderung untuk bikin orang angkat kaki dari sisi kita dari pada membuat mereka betah bertahan disisi kita sebagai teman, sahabat, pasangan, keluarga, rekan kerja, tetangga, pembantu atau karyawan kita.

Our attitude, our behavior, our words, our habits, our characters, our backgrounds, our belief and million other things in us tend to kick people off us than to make them choose to stick with us as friend, bestfriend, partner, family, colleague, neighbor, maid or employee.

Contoh, belum lama ini saya berkenalan dengan seseorang yang saya kategorikan sebagai pribadi yang ‘unik’ (ehem.. maksudnya: ‘agak aneh’).

For example, I recently met somebody whom I classified as a ‘unique’ individual (umm.. I meant: ‘a little freak’).

Dia mengatakan bosan dan kesepian. Aktivitas dan pergaulannya memang terbatas. Jadi tidak heranlah kalau rasa bosan dan sepi mengikutinya setiap hari.

He said he is bored and lonely. So he has limited activity and limited contact with other people so no wonder if boredom and loneliness fill his days.

Logika saya mengatakan, kalau saya berada dalam posisinya maka saya pasti gembira ketika menemukan orang yang enak untuk di ajak bicara, yang mau mengerti diri saya, yang tidak terpancing menghadapi hal-hal dalam diri saya yang menyebalkan bagi dirinya.

My logic says, if I were in his position it would make me happy to meet somebody who are nice to talk to, who would understand me, who not easily be provoked by annoying stuff in me.

Perkenalan kami berjalan belum ada dua minggu dan saya sudah mulai merasa ‘gerah’.

It has been going on for less than two weeks and I have started to feel uneasy.

Karena orang ini beberapa kali mengucapkan hal-hal provokatif. Seakan ingin memancing emosi saya. Seperti ingin mengetahui bagaimana reaksi saya.

Because this person has said provocative things. As if he wished to make me upset. As if he wanted to see my reaction.

Saya tidak tahu apa ini karena bawaan sifatnya seperti itu atau ini seperti dia sedang menguji saya, untuk mengetahui orang seperti apa saya ini sebelum dia bisa menerima saya seutuhnya.

I don’t know if this is his nature or this is some sort of a test for me, to make him know what kind of a person I am before he can completely accept me.

Saya memiliki dua pilihan; hengkang atau bertahan.

I have two options; close the case or stay around.

Bukan sifat saya untuk demikian mudahnya menendang orang keluar dari kekawanan atau hubungan apa pun yang dimilikinya dengan saya.


It is not in my character to easily get rid somebody out of the friendship or whatever the relationship he/she has with me.

Saya juga tidak mau menyerah begitu saja.

I am not giving up that easy either.

Saya juga penasaran. Saya ingin tahu apa yang tersembunyi dibalik tameng dalam bentuk hal-hal provokatifnya itu.

I am also curious. I want to know what does he hide behind that shield of provocative stuff.

Beberapa manusia tertentu memiliki pembawaan yang sulit; sulit untuk dijadikan teman, sulit untuk dimengerti, sulit untuk bisa diterima apa adanya.. sulit.. kesulitan yang kadang diciptakannya secara sengaja atau ada dalam dirinya karena dibentuk oleh banyak faktor.

Some people have difficult stuff in them; making them hard to be made friends, hard to be understood, hard to be accepted as themselves.. the difficulties sometimes are made intentionally by them or many factors have formed them into that sort of people.

Contoh, keluarga yang kaku dan otoriter akan menghasilkan anak-anak yang kemudian menjadi individu yang tertekan atau menjadi liar ketika mendapatkan kebebasan atau menjadi jiplakan sempurna dari orang tua mereka.

For example, stiff and authorize family produce children who will become depressed individuals or turn like wild horse when getting freedom or they become perfect mold of their parents.

Perbedaan generasi bisa membuat pihak-pihak yang pribadinya normal membuat kesal satu dengan lainnya.

Generation gap can make normal characters as annoying individuals toward each other of course.

Sekali pun saya termasuk orang yang cuekan menghadapi mereka yang lahir di abad millennium tapi saya tetap menganggap generasi ini terlalu demokratis hingga kadang mereka tidak bisa membedakan mana yang bisa diterima dan mana yang masuk dalam kategori kurang ajar.

Despite being an easy going person when dealing with those who were born in millennium age but I still think this generation is being too democrative that sometimes they can’t tell the difference what is acceptable with the unmannered ones.

Yang pasti adalah janganlah cepat menyerah ketika menghadapi manusia-manusia yang dalam penilaian kita berada di luar konteks kenormalan.

The thing is don’t easily give up when dealing with people whom are not in our norm context.

Karena sulit atau tidak sulit, setiap manusia saling membutuhkan.

Because whether being an easy character or a complicated one, we need each other.

Kita juga saling belajar untuk bisa menerima, memahami dan memaafkan perbedaan dalam diri satu dengan lainnya.

We also learn to accept, understand and forgive the differences in each other.

Jadi ketika kita menghadapi manusia yang unik, antik atau sulit, jangan berprinsip ‘Gimana caranya supaya bisa meng-get out-kan seseorang dalam waktu sepuluh hari’ tapi rubahlah menjadi ‘Gimana caranya supaya bisa berada disampingnya untuk waktu tanpa batas’.

So when we deal with unique, antique or difficult people, don’t think ‘How to lose somebody in ten days’.. change it into ‘How to stand by somebody’s side for unlimited time’.


No comments:

Post a Comment