Greetings dear readers / salam buat para pembaca

Knowing that I say it better in writing, and I do love writing, I decided to write my experiences and thoughts in this blog so this is my e-diary.

Don't speak Indonesian? No need to worry, it is written both in Indonesian and in English.

Happy Reading, everybody !
__________________________________________

Buat saya mengungkapkan isi hati dan pemikiran lebih gampang dilakukan dalam bentuk tulisan dan karena saya juga senang menulis, saya memutuskan menulis hal-hal yang saya alami dan yang ada dalam pikiran saya dalam blog ini.

Untuk yang tidak bisa berbahasa Indonesia, jangan khawatir, blog ini saya tulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Selamat membaca !

Thursday, February 26, 2015

Don’t Let Me..

Jangan biarkan saya..

.. jadi orang terakhir yang tahu.

.. be the last to know.

Pernah melihat bebek sedang berenang di air? Badannya tidak bergerak sehingga rasanya dia seperti meluncur dengan tenang dan anggun.


Have you ever seen a duck swims on the water? Its body does not move so it looks like it floats calmly and gracefully.

Tapi dibawah air sebenarnya kedua kakinya sibuk bergerak mengayuh. Namun tentu saja gerakan ini tidak terlihat dari atas permukaan air.


But below the water both of its legs are paddling. Something that can’t be seen from the surface.

Sama seperti ketika kita melihat gunung. Dari luar terlihat indah, hijau dan biru. Tapi dibagian dalamnya penuh dengan debu, batu dan api.

It is quite the same when I look at the mountain. It looks beautiful, green and blue. But inside is full with dust, stone and fire.

Tersembunyi. Disembunyikan. Dengan sengaja atau tidak sengaja..

Hidden. Concealed. Intentionally or unintentionally..

Begitulah yang terjadi ditempat kerja saya ini. Disini saya terhitung sebagai orang dalam. Tapi ironinya adalah; saya telah menjadi orang terakhir yang tahu tentang apa yang terjadi diantara orang-orang yang memimpin tempat ini.

So it goes like that in my workplace. I am considered to be an insider. But the irony is; I have become the last person to know the things that have happened between the people who lead this place.

Saya tidak diikutsertakan dalam rapat dan tidak mendapat copy notulen. Jadi yang saya ketahui hanyalah apa yang diberitahukan kepada saya dan biasanya itu menyangkut hal-hal yang mereka ingin supaya saya kerjakan.

I am excluded from the board meeting and never given copy of that meeting report. So the information was passed to me by them and it has always about the things they wanted me to do.

Respon saya berganti-ganti. Awalnya saya kesal. Kemudian saya mengangkat bahu dan tidak mau ambil peduli.

My respond differed. At first it upset me. Later I shurgged off and didn't give a damn. 

Tapi setahun terakhir ini setelah orang-orang yang dekat dengan saya masuk dalam dewan pengurus, tanpa disengaja hal itu menjadikan mereka sebagai informan saya karena mereka kemudian menceritakan kepada saya hal-hal yang terjadi atau yang dibicarakan selama rapat.

But in the past year after few people who are close with me made it into the board, this has made them as my sort of informants because they would tell me the things happened or discussed in the meeting.

Dari yang memposisikan diri hanya sebagai pendengar hingga akhirnya rasa ingin tahu saya tergugah dan saya aktif bertanya.

From being just a listener, it got me curios and so I asked questions.

Semakin lama semakin banyak yang bicara pada saya tanpa saya harus bertanya. Entah murni karena ingin menjadikan saya sebagai tumpahan beban hati yang terlalu berat atau karena ingin mencari dukungan, yang pasti, apa yang dulu tersembunyi dari saya kini menjadi terbuka.

As time passed more people talked to me without I have to ask any questions. It is either purely because they needed somebody to unburden or to get my support but either way, the things that were once hidden from me have brought to the light.

Kalau digambarkan seperti apa perasaan saya, sama seperti kalau melihat gunung meletus. Gunung yang tadinya terlihat tenang, indah, hijau dan biru itu tiba-tiba bergemuruh dan melontarkan benda-benda mengerikan seperti awan, asap, batu, debu serta api.


How I feel is described like seeing a mountain erupted. The once calm, beautiful, green and blue mountain suddenly fiercely thrown out awful things like clouds, smoke, stones, dust and fire.

Itulah yang terjadi ketika kebenaran yang selama ini disembunyikan menguak keluar dan menguak kepalsuan pada ketenangan serta kedamaian yang sebelumnya selalu ditampilkan.

That is what happen when the long hidden truth is being revealed and showed all calmness and peace were nothing but fake.

Untuk kurun waktu tertentu orang-orang di sekitar saya terlibat konflik. Selama ini saya berada ditengah-tengah mereka dan saya tidak mengetahui apa yang terjadi.

Conflict has been involving the people around me for some period of time. I have been in their midst all this time and I didn’t know a thing about the conflict.

‘Kebenaran akan membebaskanmu’

‘The truth will set you free’

Tapi Kebenaran yang saya ketahui ini menyedihkan hati saya..

But the Truth that I have made to know is saddened me..

Kalau saja dari awal saya tahu, mungkin rasanya tidak akan terlalu menyakitkan seperti ini.

If only I knew from the start, maybe it would not feel so hurtful.

*  *  *  *  *

Jangan biarkan saya..

.. harus berpihak.

.. take sides.

Efek samping dari Kebenaran yang saya ketahui adalah menghadapi kenyataan betapa sulitnya untuk tidak berpihak.


The side effect followed after the Truth was being revealed to me is to face the fact of how hard it is not to take sides.

Ketika konflik melibatkan orang-orang yang dekat denganmu atau yang kamu sayangi, hal itu menempatkanmu dalam posisi dilematis.

When the conflict involves the people who are close with you or whom you love, it puts you in dilemmatic position.

Karena sulit untuk menempatkan diri tetap fair dan netral.

Because it is hard to remain your fairness and neutrality.

Mereka tidak mengatakannya secara terbuka tapi mereka tentu menginginkanmu untuk berpihak pada mereka.

They don’t say it openly but they surely want you to take their side.

Kadang keinginan untuk memihak muncul sendiri dalam hati.

Sometimes wanting to take sides become something that just appear in the heart.

Tapi berpihak berarti melawan pihak yang lain. Bagaimana hal itu bisa saya lakukan? Masing-masing pihak yang berseteru adalah orang-orang yang dekat dengan saya, beberapa dari mereka adalah orang-orang yang saya sayangi.


But taking sides would mean to stand against other side. How can I do that? Each party involves people who are dear to me and some of them are even loved ones.

*  *  *  *  *

Konflik sesekali pastilah terjadi dalam hubungan antar manusia. Dan konflik tidak selalu harus dilihat sebagai hal yang negatif karena lewat konflik, kita belajar untuk mengenali berbagai sisi dalam diri sendiri dan dalam diri orang lain.

Conflict is bound to happen once in a while in people’s inter-relationship. And conflict can not always be viewed as negative thing because through it we learn to recognize the things in ourselves and in others.

Yang menyedihkan adalah bila konflik itu dipendam dan disembunyikan. Mungkin berharap konflik itu akan hilang atau padam dengan sendirinya. Mungkin juga karena tidak ingin membuat keruh suasana.


The sad thing is when that conflict is being pressed down and concealed. Maybe for the reason for it to be gone or extinguished by itself. Maybe for not wanting to raise the tension.

Tapi ketika konflik itu tidak terselesaikan, dia tidak akan pernah hilang atau padam.

But when the conflict is left unresolved, it will never be gone or extinguished.

Ketika konflik itu melibatkan banyak orang, konflik itu tidak akan menjadi lebih sederhana. Apa lagi kalau kepribadian mereka jauh dari sederhana.

When the conflict involves lots of people, it became less simple. Especially when their personalities are far from simple.

Tidak ada konflik yang menyenangkan. Tapi lebih menyedihkan lagi untuk melihat bagaimana konflik itu telah membuat orang-orang yang dekat dengan saya, mereka yang saya sayangi, saling tersakiti dan saling menyakiti.

Conflict is not a fun thing. But it is more painful to see how it has made those who are close with me, those whom I love, have been hurt and were hurting each other.

Saya tidak memiliki jawaban untuk menyelesaikan konflik mereka. Saya hanya bisa berdoa dengan sepenuh hati supaya Tuhan memberi jalan keluar yang terbaik.

I don’t know how to solve their conflicts. I can only pray with all my heart so God gives the best solution.

No comments:

Post a Comment