Greetings dear readers / salam buat para pembaca

Knowing that I say it better in writing, and I do love writing, I decided to write my experiences and thoughts in this blog so this is my e-diary.

Don't speak Indonesian? No need to worry, it is written both in Indonesian and in English.

Happy Reading, everybody !
__________________________________________

Buat saya mengungkapkan isi hati dan pemikiran lebih gampang dilakukan dalam bentuk tulisan dan karena saya juga senang menulis, saya memutuskan menulis hal-hal yang saya alami dan yang ada dalam pikiran saya dalam blog ini.

Untuk yang tidak bisa berbahasa Indonesia, jangan khawatir, blog ini saya tulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Selamat membaca !

Sunday, January 25, 2015

Your Smile Brightens The Day

“Kamu selalu kelihatan bahagia” demikian tulis seorang teman mengomentari foto yang saya pasang di wall faceboook saya.


“You have always looked happy” wrote a friend when she commented a photo on my facebook wall.

“Di foto senyum melulu” kata seseorang setelah melihat foto-foto saya. Nada suaranya dan ekspresi mukanya membuat saya berpikir seakan-akan itu adalah hal terlarang untuk dilakukan ketika di foto.

“Full of smile on the photos” somebody said that after seeing my photos. Her tone and expression made me thought as if it were a forbidden thing to do when being photographed.

Seorang teman saya memiliki pose yang sangat tidak menarik kalau di foto. Dengan muka setengah menunduk, dia melirik.. ya, lebih tepat dikatakan melirik, ke arah kamera, tanpa senyum.. mukanya jadi kelihatan seperti cemberut dan ini bikin dia tidak hanya terlihat sangat tidak menarik, dia bahkan terlihat seperti seorang yang tidak ramah. Padahal aslinya dia lumayan ramah dan bahkan bisa sangat kocak.

A friend of mine has a very uninteresting pose when he is being photographed. With his face half bowed, he sharply glanced.. yep, it is more like a glance, to the camera, no smile.. his face looked sullen and this makes him look so uninteresting, he is even look like an unfriendly person. He is actually a quite friendly person and can be very funy at times.

Dari sekian banyak fotonya, yang kelihatan dia lagi tersenyum itu bisa dihitung dengan jari. Dua diantaranya karena dia lagi ingin menjahili saya.

Of all his photos, the ones show him smiling are rare. Two of those were captured when he wanted to do a prank on me.

Cuma senyum.. apa susahnya sih?..

It is just a smile.. what is so hard to smile?..

Banyak orang merasa kagok untuk tersenyum di depan kamera. Apalagi kalau itu di foto sendirian. Dulu saya juga begitu kok. Rasanya jadi tegang. Yah, mana bisa pasang senyum kalau sudah merasa seperti itu.

Many people find it uncomfortable to smile infront of the camera. Especially in individual photo. I used to feel that way too. I just got tense. So yeah, how could I smile when I felt tense.

Perempuan umumnya lebih luwes dalam urusan tersenyum waktu di foto dibandingkan dengan laki-laki.

Women are more at ease to put a smile on their faces when being photographed compared to men.

Tentu saja tidak semua perempuan. Dulu saya kagok kalau di foto. Perlu waktu bertahun-tahun sebelum saya mulai bisa merasa santai saat di foto.

Not all women of course. I used to be a camera shy. It took years before I feel relax when I have my photographed taken.

Tapi laki-laki tetap saja bawaannya kaku waktu di foto. Irit senyum. Apalagi tertawa. Saya perhatikan foto-foto teman-teman lelaki saya dan foto-foto Andre.


But it is another story when it comes to men. They can’t really feel at ease when being photographed. Less smile. Let alone a laugh. I noticed this from my male friends photos and Andre’s.

Dalam kehidupan sehari-hari banyak dari mereka yang punya rasa humor tinggi.

Fact is many of them have great sense of humour.

“Kenapa ya?” tanya saya pada Andre.

“I wonder why?” I asked Andre this.

“Padahal coba lihat foto-foto ini” saya menunjukkan beberapa fotonya “Saat kamu tersenyum kamu kelihatan lebih muda, lebih tampan, lebih menarik, lebih ramah dan bahagia”

“Take a look at these photos” I showed few of his photos “When you smile you look younger, cuter, appealing, friendlier and happier”

“Mungkin karena kami baru tersenyum kalau ada sesuatu yang membuat kami tersenyum” dia nyengir “Saya tersenyum karena saya berfoto dengan kamu atau karena dibalik kamera itu saya melihat seseorang yang saya cintai”

“Maybe because we smile when there is something to make us smile” he chuckled “I smiled because I had my photo taken with you or because I knew I saw the woman I love behind that camera”

Ya, bisa jadi begitu.

Yep, maybe.

“Tapi tidak selalu begitu” saya mengingat-ingat pengalaman saya “Tergantung mood juga”

“It is not always work that way” I remembered my experience “It depends on the mood too”

Mood yang saya maksud bukan sesuatu yang membuat perasaan jadi kesal, marah atau sedih. Mood bisa terganggu waktu jalan dengan teman, dia ingin dipotret tapi ogah-ogahan ketika diminta memotret kita.

Mood is not just something that makes us upset, angry or sad. We can feel annoyed when we have friend who likes being photographed but not eagerly to take our photo when being asked.

Beberapa foto-foto saya membuktikan hal itu.


Some of my photos show it.

Ini bukan karena alasan kagok saat mengoperasikan kamera karena teman-teman saya itu biasa memotret dengan memakai kamera atau dengan hp. Mau dipotret tapi ogah motretin orang itu yang bikin saya kesal dan kekesalan saya bisa kelihatan dimuka saya sekalipun saya tetap berhasil memasang senyum dimuka saat difoto.

This is not about feeling uncomfortable when handling the camera because my friends are used to take photos with camera or with their cellphones. It is that thing of want to have their photos taken but reluctant when being asked to take my photo that upset me and the upsetness is shown clearly in my face though I could still able to put on a smile.

Hal lain yang bikin mood saya agak terganggu adalah ketika saya meragukan kemampuan si pemotret. Apalagi kalau dia main jepret tanpa aba-aba.

Other thing that distracted my mood is when I doubted the photographer’s ability. Especially when the person just pressed the button without any prior notice.

Mood saya bisa tidak terganggu kalau saya betul-betul sedang berada dalam suasana penuh humor.

My mood can’t be distracted whenever I am completely in humorous state.

Fotografi adalah seni bagi si pemotret dan yang dipotret.


Photography is an art both for the photographer and for the person who is being photographed.

Tidak bisa dikatakan susah, tapi tidak juga berarti mudah.


Can’t say it’s hard, but yet it is not easy.

Namanya juga seni. Tidak ada rumus. Semua pakai rasa.

It is art. No formula. It works on feelings.

Saya belajar memotret dan saya belajar untuk dipotret.


I learn to take photos and I learn to have my photo taken.

Dua-duanya menarik untuk dipelajari.

It is interesting to learn them.

Tapi yang paling menyenangkan adalah hasilnya. Pujian orang terhadap hasil foto saya atau foto saya adalah hal yang membantu saya untuk mengukur hasil belajar saya dalam dua hal tadi.


But the most pleasant thing is seeing the result. People’s compliment for the photos I took or of my photos taken by other people are helping me to know how far I have learned those two things.


Karena jaman sekarang tidak perlu harus punya kamera baru bisa motret atau dipotret, maka mulailah belajar kedua-duanya.
  
Since these days you don’t have to own a camera to take photos or have your photo taken, start to learn both.

Dan jangan lupa untuk tersenyum karena senyum membuat orang yang kita foto merasa lebih santai dan tersenyum sewaktu kita di foto membuat muka kita jadi kelihatan jauh lebih enak dilihat.. hehe..

And don’t forget to smile because it can make the person whom we take photo feels relaxed and a smile our face makes us look nicer when being photographed.. haha..

No comments:

Post a Comment