Greetings dear readers / salam buat para pembaca

Knowing that I say it better in writing, and I do love writing, I decided to write my experiences and thoughts in this blog so this is my e-diary.

Don't speak Indonesian? No need to worry, it is written both in Indonesian and in English.

Happy Reading, everybody !
__________________________________________

Buat saya mengungkapkan isi hati dan pemikiran lebih gampang dilakukan dalam bentuk tulisan dan karena saya juga senang menulis, saya memutuskan menulis hal-hal yang saya alami dan yang ada dalam pikiran saya dalam blog ini.

Untuk yang tidak bisa berbahasa Indonesia, jangan khawatir, blog ini saya tulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Selamat membaca !

Saturday, January 24, 2015

The Right Man For The Job

Menempatkan orang yang tepat untuk suatu pekerjaan atau untuk menempati suatu jabatan bukanlah hal yang mudah.

It is not an easy thing to put the right man for the job or for a position.

Karena kepintaran, gelar sarjana dan bahkan koneksi tidak bisa menjamin seseorang bisa menjadi orang yang tepat itu.

Because brain, university degree and even connection can’t guarantee somebody can be that right man.

Pengalaman seseorang bisa menjadikan dirinya sebagai orang yang tepat ketika dia bekerja di tempat yang berbeda tapi jenis pekerjaannya mirip dengan pekerjaannya sebelumnya.

One's previous experience can make him/her as that right man when he/she works in different place but the type of work is similar with his/her previous job.

Tapi itu juga tidak mutlak. Kadang seperti jodoh-jodohan sih. Pengalaman saya bisa dijadikan contoh. Tahun 1998 saya pindah kerja dan satu tugas saya adalah jadi tukang tagih. Satu jenis pekerjaan yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Tapi karena sudah ditetapkan dalam bagian pekerjaan saya, yah, saya kerjakan juga.. pikir saya, selama ini saya kan otodidak.. jadi anggaplah saya sedang belajar sambil jalan.

However, it is not absolute. Sometimes it is like mating. Take my experience as an example. My new job in 1998 required me to collect the invoice payment. A thing that I had never done before. But since it was already put as my job then, yeah, I had to do it.. I thought, I have always been a self-learner.. so let’s learn it by doing.

Jadi saya kerjakan saja tanpa beban. Dan tidak sampai tiga bulan kemudian saya langsung dijadikan karyawan tetap walaupun masa percobaan saya belum selesai. Itu karena saya berhasil menagih pembayaran klien perusahaan yang jumlahnya sangat banyak dan yang sebelumnya sudah hampir dimasukkan dalam kategori tagihan macet.

So I worked without put any burden on my shoulder. And less than three months later the company appointed me as their fulltime employee though I had not completed my probation period. It was all because I had succeededly collected lots of clients payment, the ones that nearly categorized as uncollected invoices.

Melihat keberhasilan saya dalam mendekati para klien hingga akhirnya membayar tagihan yang sudah berbulan-bulan ditunggak, perusahaan lalu ingin memasukkan saya ke bidang marketing tapi saya menolak. Biar pun saya juga tidak punya pengalaman di bidang itu tapi saya tahu seperti apa karakter saya dan itu sama sekali tidak cocok untuk bidang marketing.

Seeing my success in making connection with the clients until they paid their months overdue invoice payment, company wanted to put me in marketing but I said no. Though I didn’t have previous experience in that field either but I knew my character and it does not fitted for marketing.

Lalu tahun 2005 saya melamar pekerjaan sebagai guru di sebuah sekolah taman kanak-kanak. Padahal saya tidak punya gelar sarjana dalam bidang pendidikan. Pengalaman mengajar juga baru tiga bulan dan itu pun sebagai guru sekolah minggu di gereja, bukan di sekolah.

In 2005 I applied a job as teacher in a kindergarten. I have no degree in teaching. At that time teaching experience I had was just for three months and it was in the church Sunday school, not in real school.

Tapi dalam waktu singkat saya berhasil menjadi guru kesayangan di taman kanak-kanak itu dan ketika enam tahun kemudian saya mengundurkan diri dari situ, banyak orang tua yang menyesalkan keputusan saya. Bahkan sampai ada calon murid yang batal masuk ke sekolah itu karena orang tua mereka merasa ragu untuk menyekolahkan anak mereka karena saya tidak lagi mengajar disitu. 

But in short time I made myself as the children’s favourite teacher in that kindergarten and when six years later I resigned, many people regretted my decision. There were even prospective students who cancelled their entrance registration because their parents hesitated to enroll their children there once they knew I no longer worked there.

Jadi tidak seorang pun bisa tahu apakah seseorang bisa menjadi orang yang tepat untuk suatu pekerjaan atau untuk suatu jabatan. Hasil kerjanyalah yang membuktikan apakah dia memang orang tepat untuk pekerjaan atau jabatan itu atau tidak.

So nobody can tell if a person can be the right man for the job or for a position. His/her performance shows if he/she is the right one for the job or the position or not at all.

Presiden yang baru terpilih tahun lalu adalah seseorang yang berhasil memimpin di daerahnya. Dia lalu berhasil menjadi gubernur ibu kota Indonesia dan akhirnya menjadi presiden.


Last year’s elected president is somebody who has succeededly led his hometown. He then made it to be elected as Indonesia capital city’s governor and eventually also won the presidency.

Dia mungkin adalah orang yang tepat untuk jabatan walikota di daerah asalnya. Dia mungkin juga adalah orang yang tepat untuk jabatan gubernur ibu kota Indonesia. Tapi apakah dia adalah juga orang yang tepat untuk memimpin negeri ini sebagai presiden?

He was probably the right man for the job as mayor in his hometown. He was also probably the right man for as Indonesia capital city’ governor. But would all this make him the right man to lead this country as its president?

Banyak yang meragukannya. Tidak sedikit pula yang menentang pemilihannya sebagai presiden.

Many doubt him. Others against his appointment as president.

Saya hanya mengatakan biarlah dia menjalankan tugas-tugasnya sebagai president. Apakah dia adalah orang yang tepat untuk pekerjaan dan posisinya akan terlihat dari hasilnya nanti.


I am just saying let him do his presidential job. Is he the right man for the job and position will be shown from the outcome of the things he do when he serving his presidential term.

Pengalaman dan pengetahuan yang di dapat seseorang lewat pengalamannya bisa menjadi elemen pelengkap ketika dirinya melakukan suatu pekerjaan.

Experience and knowledge gained from that experience are completing elements to enable somebody to perform his/her job.

Lalu apa jadinya ketika pengalaman dan pengetahuanmu tidak membuat dirimu di anggap kompeten untuk melakukan suatu pekerjaan atau untuk menempati suatu jabatan?

So what would it be when your experience and knowledge are not making you qualified to do a job or to be given a position?

Akan selalu ada standar penilaian yang diterapkan orang pada diri kita.

There is always scoring standard applied to us.

Beberapa tempat menganggap seseorang baru layak untuk menempati suatu posisi atau melakukan suatu pekerjaan kalau orang itu bisa memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Apakah nantinya dia akan menjadi orang yang tepat, sayangnya hal itu kadang tidak menjadi pertimbangan yang utama.

Some place regard somebody deserves to hold a position or do a job only when that person can meet with the requirement. Would he/she then become the right person for the job, is unfortunately not the first concern.

Saya melihat hal ini terjadi di tempat kerja saya.

I see it happening in my workplace.

the buckets show the leakage spots
on the roof & gutter
Foto-foto ini menunjukkan bahwa ada tugas yang harus dikerjakan oleh mereka yang ditempatkan pada posisi dan wewenang untuk melakukannya. Cuma sayangnya waktu berlalu dan kondisi ini tidak mengalami perubahan.

These photos show that there are work must be done by those who are placed in position and given authority to do that. Such a pity how time passed by and nothing has been done yet.

yep, another bucket..
another leakage spot
Ini membuktikan bahwa sekali pun pengalaman, pengetahuan dan segala persyaratan lainnya telah mengkategorikan mereka sebagai orang yang bisa ditempatkan dalam posisi mereka namun tidak secara otomatis menjadikan mereka sebagai orang yang tepat untuk posisi tersebut.

This proves that despite the experience, knowledge and everything else which have categorized them as the right men to hold their position but it doesn’t automatically make them the right ones for the job.

Bagaimana dengan orang-orang lain yang sebetulnya bisa menjadi orang yang tepat? Karena mereka tidak bisa memenuhi persyaratan, mereka terlempar keluar. Saya tahu beberapa dari mereka memang sengaja tidak mau melibatkan diri karena mengetahui tentang hal tersebut. Patut disayangkan.

What about other people who can make as the right people for the job? It is because they don’t meet with the requirement makes them out of the league. I knew some of them deliberately don’t want to have any involvement because they knew about it. Such a shame.

Untuk beberapa bidang, saya juga terlempar keluar. Tidak masuk dalam hitungan, tidak di anggap memiliki potensi dalam bidang-bidang tersebut.

For some fields, I am also being kicked out of the league. Not even made it into the list, not considered to have potential in those fields.

Saya kecewa.

I was let down.

Tapi kata-kata Andre meyakinkan saya bahwa ketika saya di tolak di satu tempat, itu artinya tempat itu bukanlah tempat yang tepat untuk saya.

But what Andre told me convinced me that when I am rejected in one place, it means that place is not the right one for me.

Cepat atau lambat saya akan menemukan tempat yang tepat. Tempat dimana saya memang akan menjadi orang yang tepat untuk bidang-bidang itu.

Sooner or later I will find that right place. The place where I will become the right man for those fields.

No comments:

Post a Comment