Greetings dear readers / salam buat para pembaca

Knowing that I say it better in writing, and I do love writing, I decided to write my experiences and thoughts in this blog so this is my e-diary.

Don't speak Indonesian? No need to worry, it is written both in Indonesian and in English.

Happy Reading, everybody !
__________________________________________

Buat saya mengungkapkan isi hati dan pemikiran lebih gampang dilakukan dalam bentuk tulisan dan karena saya juga senang menulis, saya memutuskan menulis hal-hal yang saya alami dan yang ada dalam pikiran saya dalam blog ini.

Untuk yang tidak bisa berbahasa Indonesia, jangan khawatir, blog ini saya tulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Selamat membaca !

Saturday, April 26, 2014

Captain of The Soul

Setiap kapal memiliki kapten.

Every ship has a captain on board.

Kapten itulah yang menentukan kemana kapal itu akan pergi.


It is the captain who set the ship’s destination.

Seluruh awak kapal akan mengikuti perintah, pimpinan dan petunjuk yang diberikan oleh sang kapten.

The crew follow the captain’s order, lead and direction.

Para awak mempercayai dan mengandalkannya.

The crew trust and rely on him.

Setiap orang memiliki kapten dalam dirinya.

Everyone of us has a captain within him/her.

Pertanyaannya adalah seperti apakah kapten itu? Dan kemanakah dia akan membawa dirimu?

The question is what kind of a captain he is? And where does he lead you to?

* * * * *

Adik laki-laki ayah saya meninggal tanggal 17 Maret. Paru-parunya tidak bisa lagi berfungsi.

My father’s brother passed away on March 17th. His lungs stopped working.

Dia seorang perokok berat.

He was a heavy smoker.

Usianya baru 65 tahun.

He was only 65 years old.

Kesehatannya, terutama pernapasannya, mulai terganggu sekitar 5 tahun terakhir. Banyak yang menyarankan, menasehati, meminta dan bahkan menyuruhnya untuk berhenti merokok.


He has problems with his health, his breathing in particular, in the past 5 years. Many have suggested, advised, asked and even told him to stop smoking.

Dia mencoba tapi tidak pernah berhasil. Dan dia tentu saja memiliki alasan untuk membela serta membenarkan diri.

He tried to no avail. And he had his reasons to defend or justify himself.

Ketika dia meninggal, banyak dari kami yang menyesalkan kematiannya karena terlepas dari hal takdir, kematiannya terlalu dini. Kalau saja bertahun-tahun lalu dia mau membulatkan tekad untuk berhenti merokok, kematian tidak akan secepat itu merenggut hidupnya.

Many of us regretted his death because apart from destiny, death came too early. If only he made up his mind to stop smoking, death wouldn’t come that soon to take life out of him.

Kecanduannya pada nikotin adalah kapten dalam dirinya.

His nicotine addiction was the captain in him.

Kapten itu telah menuntun dan membawanya pada kematian.

That captain has lead and brought him to death.

* * * * *

Beberapa hari lalu seorang teman datang dan dari sekian banyak yang kami percakapkan, dia menceritakan tentang beberapa hal yang mengganggu pikirannya.

A friend came by few days ago and of all the things we talked, she told me few stuff that bothered her.

Saya mendengarkan dan memberi pandangan. Berharap bisa menenangkan dan menolongnya melepaskan kekesalan itu.

I listened and gave her my opinion. Hoping to calm her down and help her let go those upsetness.

Saya mengira telah perkaranya sudah selesai karena ketika dia pergi dia tampak lebih gembira dan tenang.

I thought the matters have been resolved because she looked happy and calm when she left.

Jadi kaget juga saya ketika beberapa hari kemudian kami bertemu dan saya mendengar kembali hal-hal yang sama.. yahhh… kok masih menancap kuat dalam hati dan pikirannya?


So I was surprised when we met few days after that and I heard the same things are actually still bothered her.. arrgghh… howcome it stuck so deep in her heart and mind?

Dia tidak bisa melihat bahwa hal-hal itu sebetulnya merugikan dirinya sendiri karena membuatnya tidak bisa menikmati kedamaian dan kegembiraan.

She failed to see how those things have done no good on herself because they have made her to miss all the peace and happiness.

Kapten dalam bentuk emosi telah membawanya pada hal-hal yang merugikan dirinya sendiri.

The captain in form of emotion has lead her to things that bring no benefit on her.

* * * * *

Lalu bagaimana dengan kapten dalam diri saya? Seperti apakah dia? Kemanakah dia membawa saya?

How about the captain in me? What is he like? Where does he lead me?

Saya memiliki seorang kapten yang hendak membawa saya pada bencana kalau saya ijinkan dia melakukannya pada diri saya.

I have a captain who wants to bring me to disaster if I let him do that.

Karena dia ada dalam bentuk depresi. Berbulan-bulan saya dikuasainya sampai nyaris akal sehat saya ikut hilang. Berbulan-bulan juga dibutuhkan untuk mengalahkannya.

Because he came in form of depression. I was overcame by it for months that I nearly lost my senses. It took months to overcome it.

Kini badai itu sudah lewat. Kehidupan saya mulai membaik.


Now the storm has passed me. Things get better in my life.

Tapi kapten itu masih ada walau dalam bentuk yang berbeda.

But the captain is still present though in different form.

Seorang laki-laki masuk dalam hati saya. Dia bukan laki-laki pertama yang datang dalam hidup saya dan menjadi laki-laki yang menyukai saya serta yang saya sukai.

A man came into my heart. He is not the first man who came to my life and become the man who likes me and whom I like.

Saya tidak mengerti mengapa daya tariknya demikian kuat. Berulang kali saya berusaha untuk melepaskan diri tapi ketertarikan kami terhadap satu dengan lainnya tidak bisa hilang.

I don’t know why the attraction is so strong. I have tried to set myself free for so many times but the attraction between us just won’t go away.

Saya mati-matian menguasai hati dan emosi. Luar biasa sulitnya. Tapi kalau saya lepas kendali maka bencana akan menimpa kami berdua.

I try to control my heart and emotion. It is so hard. But if I don’t do that, if I lost control, disaster would fall on both of us.

Siapa yang bisa memahami dan mentolerir cinta segitiga?

Who would understand and tolerate love affair?

Nama baik kami jadi taruhannya.

Our good name is at stake.

Tapi hati dan emosi bukan seperti tombol.

Heart and emotion are not buttons.

Semakin saya coba untuk melupakannya, semakin saya teringat padanya. Dia juga tidak mempermudah keadaan karena sikapnya kepada saya membuat saya kewalahan membendung rasa ketertarikan saya padanya, betapa inginnya saya berada dengannya, memeluknya, menciumnya dan memilikinya.


The more I tried to forget him, the more I was reminded to him. He desn’t make things easier either because his attitude to me make me overwhelmed with my feelings for him, how much I wanted to be with him, to hold him, to kiss him and to have him.

Tapi saya akan melukai hati banyak orang kalau saya menyerah pada hasrat itu.

But I would hurt many people’s heart if I surrendered to that passion.

Saya telah menyakiti hati Andre.

I have hurt Andre.

Saya telah membebaskan dirinya dari hubungan kami karena saya tidak ingin lebih lama menyakiti hatinya. Saya tidak bisa dan tidak mau berpura-pura mencintainya sepenuh hati ketika saya tahu hati saya tidak lagi menjadi miliknya seutuhnya. Saya tidak bisa menjanjikan hati saya akan bisa kembali menjadi miliknya.

I have set him free from our relationship because I don’t want to hurt him any longer. I can’t and I won’t pretend loving him when I knew it too well that my heart isn’t his completely. I can’t promise him that it will be his thoroughly.

Kejujuran itu menyakitkan tapi apa boleh buat. Saya sedang berjuang untuk melawan kehendak kapten dalam diri saya dan ini adalah perjuangan yang belum bisa saya menangkan sepenuhnya.

Honesty hurt but I have no choice. I am still battling my captain wishes and it is a battle I have not completely won.

Ada dua laki-laki yang menolak untuk melepaskan saya.

There are two men refuse to let me go.

Saya terjepit di antara dua laki-laki yang saya sayangi. Saya harus melepaskan yang satu atau mungkin saya harus membebaskan diri dari keduanya?

I found myself standing between two men whom I love. I have to let one of them go or should I free myself from both of them?

* * * * *

Kapten seperti apakah yang ada dalam dirimu?

What kind of captain you have within yourself?

Apakah dia berupa ego? Ambisi? Cemburu? Ketakutan? Kecemasan? Cinta? Kecanduan pada sesuatu? Kemalasan? Sifat-sifat yang tidak baik?

Is he came in form of ego? Ambition? Jealousy? Fear? Anxieties? Love? Addiction? Laziness? Bad character or bad habit?

Kenali dan pelajarilah kapten dalam dirimu karena dia bisa membawamu pada keberhasilan atau pada masalah.

Learn to know the captain in you because he can lead you to success or to trouble.

Ada kapten yang harus kita pertahankan dan ada yang harus kita pecat.


We should keep some captains on board while others should be fired.


No comments:

Post a Comment