Greetings dear readers / salam buat para pembaca

Knowing that I say it better in writing, and I do love writing, I decided to write my experiences and thoughts in this blog so this is my e-diary.

Don't speak Indonesian? No need to worry, it is written both in Indonesian and in English.

Happy Reading, everybody !
__________________________________________

Buat saya mengungkapkan isi hati dan pemikiran lebih gampang dilakukan dalam bentuk tulisan dan karena saya juga senang menulis, saya memutuskan menulis hal-hal yang saya alami dan yang ada dalam pikiran saya dalam blog ini.

Untuk yang tidak bisa berbahasa Indonesia, jangan khawatir, blog ini saya tulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Selamat membaca !

Wednesday, April 9, 2014

Copy Paste

‘Apa kabarnya, non? Lama ga ada bunyinya nih kamu’ demikian sms yang saya terima 2 minggu lalu dari mantan rekan kerja saya ketika mengajar di taman kanak-kanak.

What’s up, girl? Haven’t heard from you for some time now’ 2 weeks ago I received this text from my former fellow teacher in kindergarten.

Satu sms berlanjut menjadi rangkaian obrolan hingga sampailah topik pembicaraan kami pada Evelyn.

One text led to a conversation until the topic was about Evelyn.

‘Sudah lama juga kita ga ketemu dia’

‘It has been quite a long time that we haven’t seen her’

Evelyn dan saya sama-sama mengajar di kelas TK A. Saya wali kelas dan dia asisten saya. Hubungan guru-guru di taman kanak-kanak tempat saya mengajar selama 6 tahun terhitung kompak dan kami tetap menjalin komunikasi bahkan setelah kami tidak lagi bekerja disana.

school outing trip

Evelyn and I taught in the class for children age 4-5 years old. She was my assistant in class. The teachers in the kindergarten where I taught for 6 years had good work and personal relationship and we keep in touch after we resigned from there.

Kami membuat janji untuk main ke rumah Evelyn hari Selasa, 8 April.

We set a date to visit Evelyn at her place on Tuesday, April 8th.

Dan siang itu bertemulah kami.

And so that afternoon we had our reunion.

Evelyn tetaplah Evelyn. Ceria. Lucu. Konyol. Yang berubah adalah anaknya sekarang ada tiga.

Evelyn is still Evelyn. Cheerful. Funny. Goofy. What change is she has three kids now.

Tapi buat saya yang paling berkesan dari pertemuan kami adalah menemui anak kedua Evelyn yang hampir berusia tiga tahun.

But what I loved most from our reunion is to meet Evelyn’s second child who will turn three years old.

Kami datang mengunjungi Evelyn ketika usia anak itu baru beberapa minggu dan saya bahkan menggendongnya. Tapi setelah itu saya tidak bertemu lagi dengan mereka. Jadi senang betul saya melihat bayi yang dulu saya gendong sekarang sudah menjadi seorang anak perempuan kecil yang usianya hampir tiga tahun.


We came to visit Evelyn when the kid was just a few weeks old and I even held her. I didn’t get to see them after that. So I was so happy to see the baby I held has become a little girl who will soon turn three years old.


Lucunya lagi dia cepat sekali akrab dengan saya. Kalau melihat foto-foto ini siapa yang akan mengira kalau kami baru kali itu bertemu. Tapi hanya dalam waktu kurang dari satu jam kami berdua tidak hanya mengobrol, bercanda dan bernyanyi, anak perempuan kecil yang lucu itu bahkan memeluk dan mencium saya berkali-kali!


Funny thing is she became fond of me in an instant. Seeing the photos, you couldn’t tell that we just met on that day. But in a short time we were not just talking, joking and singing, this funny little girl has even given me hugs and kisses.

“Kagak mau lu punya copy paste lu sendiri?” Evelyn menatap saya sambil tertawa.

“Wouldn’t you like to have your own copy paste?” Evelyn stared at me as she laughed.

Copy paste.. keheranan Andre menatap saya dan ini membuat saya tertawa.

Copy paste.. Andre looked at me with confusion on his face and it made me laughed.

Kami sedang melihat foto-foto yang saya buat ketika berada di rumah Evelyn ketika istilah copy paste hasil ciptaan Evelyn itu terucap oleh saya.

We were looking at the photos I took at Evelyn’s place when I told him about Evelyn’s term of copy paste.

“Maksudnya anak” saya tertawa.

“She meant having a child” I laughed.

Copy paste.. Andre tersenyum “Ada-ada saja istilahnya”

Copy paste.. Andre smiled “One way to say it”

Dia menatap saya “Kenapa kita tidak bikin satu copy paste milik kita berdua?”

He stared at me “Why don’t we make one copy paste of our own?”

“Hmm.. tawaran yang menarik. Tapi ga ah”

“Hmm.. interesting offer. But nah”

Dia menarik saya dalam pelukannya “Kenapa ga? Kita bisa punya seorang gadis kecil atau mungkin seorang anak lelaki. Kamu kan pengennya punya anak lelaki. Ok deh, saya ga keberatan punya anak lelaki lagi”

He pulled me close and hugged me “Why not? We can have a little girl or perhaps even a boy. You have always wanted to have a son. I wouldn’t mind to have one more son”

Karena tidak ada reaksi dari saya, dia menghela napas “Kapan kamu akan buang ketakutan kamu terhadap komitmen untuk menikah dan punya anak?”


Having no respond from me made him sighed “When will you drop the fear of having commitment and to have a child?”

Saya hanya tersenyum dan menciumnya.

I just smiled and kissed him.

“Elu belon aja ketemu orang yang tepat” saya teringat pada kata-kata seorang teman saya “Karena orang yang tepat akan mengusir sejuta ketakutan dan keraguan dari pikiran lu”

“You just haven’t met the right one” I remember somebody said this to me “Because the right one will kick those millions of fear and doubt off you”

Hmm... 7 tahun dan dia bukan orang itu?

Hmm… 7 years and he is not the one?

Ah, menurut saya sih, saya saja yang belum rela melepaskan kebebasan saya..

Well, I think it is me who still unable to let go my freedom..

No comments:

Post a Comment