Greetings dear readers / salam buat para pembaca

Knowing that I say it better in writing, and I do love writing, I decided to write my experiences and thoughts in this blog so this is my e-diary.

Don't speak Indonesian? No need to worry, it is written both in Indonesian and in English.

Happy Reading, everybody !
__________________________________________

Buat saya mengungkapkan isi hati dan pemikiran lebih gampang dilakukan dalam bentuk tulisan dan karena saya juga senang menulis, saya memutuskan menulis hal-hal yang saya alami dan yang ada dalam pikiran saya dalam blog ini.

Untuk yang tidak bisa berbahasa Indonesia, jangan khawatir, blog ini saya tulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Selamat membaca !

Monday, April 21, 2014

Young Blood

Kamis (17/4) hari yang panjang sekali buat saya.

Thursday (April 17th) was a long day for me.

Untung malamnya saya tidur lebih awal so dengan bekal tidur 9 jam bikin saya masih punya enerji untuk kerja selama lebih dari  12 jam.

I am glad I went to bed early the night before so with 9 hours of sleep I still had energy to work for more than 12 hours.

Soalnya, saya tipe manusia pagi. Bisa saja sih saya beraktivitas sampai malam tapi tenaga dan konsentrasi saya sudah jauh menurun, kepala biasanya terasa pusing, mata sepat dan jeleknya lagi, kalau sudah begitu saya jadi gampang kesal dan cepat tersinggung.

I am a morning person. I can remain active till late hour but my energy and focus are not in good condition, I have dizzy, my eyes hurt and worst is I easily get upset and become touchy.

Gejala-gejala itu saya rasakan ketika hari semakin sore.

I felt those sympthoms as the day was getting late.

Saya tidak berminat untuk mengikuti acara Kamis Putih yang diadakan sore itu. Saya masih berada di tempat kerja cuma karena saya harus standby. Saya tidak tertarik pada acaranya. Untung juga saya tidak harus memotret karena bagian dokumentasi datang so saya bisa menarik napas lega.

I had no interest to join the Holy Thursday event held on that evening. I was at work only because I had to stay in the office. The event didn’t interest me at all. I could sigh my relief because the person incharge for documentation was present so I was off the hook.

Saya suka motret tapi mungkin sudah setahun terakhir ini saya tidak mau terlibat lagi dalam kegiatan apa pun yang diadakan oleh tempat kerja saya.

I like taking picture but it has probably been a year that I have cut my participation off any event held in my workplace.

Sejak panitia paskah dibentuk, saya sudah mengatakan bahwa saya tidak mau terlibat didalamnya. Saya bahkan sudah menghapus nama saya dari daftar panitia itu. Jadi saya kaget dan kesal ketika mendapati nama saya dicantumkan lagi.

I have informed the Easter committee that I didn't want to involve in it. I have even taken my name off the list. So I was surprised and upset to see my name was back on the list. 

Jadi hari itu saya ada di tempat kerja sampai malam karena saya berpikir itu bagian dari pekerjaan. Bukan karena saya anggota panitia. Kalau pun pagi dan siangnya saya memotret ibu-ibu memasak untuk konsumsi acara ini maka hal itu saya lakukan karena mereka memang narsis semua.. hehe.. pada suka mejeng buat di foto.


So if I stayed in the office after office hour it was because it was part of the job. Not because I am part in that committee. When I took pictures, in the morning and afternoon, of the ladies preparing meals for the event.. I did that because they were all narcist.. hehe.. they have always like to have their pictures taken.


Nah, lain cerita waktu acara berlangsung. Seperti yang sudah saya tulis tadi, saya tidak berminat pada acaranya dan masih tetap jengkel dengan pemaksaan harus masuk dalam tim dokumentasi, maka bergembira hatilah saya ketika mengetahui PIC dokumentasi hadir… haha.. terlepaslah saya dari beban..

It was a different thing when the event was taken place. just as I have written above, I had no interest on the event and since I am still upset for being put in the documentation section, I was so joyous knowing the person incharge for documentation was present.. haha.. I was off the hook..

Jadi saya bisa menggabungkan diri dengan anak-anak muda yang sedang bersiap-siap untuk acara drama.


So I could join myself with the young ones who were getting ready for the play.

Karena sementara itu saya sudah mulai merasa capek, pusing, ngantuk dan mood kacau. Saya ingin pulang. Saya ingin istirahat. Saya benci dengan acara Kamis Putih ini. Saya bosan berada di kantor.

Because I started to feel tired, dizzy, sleepy and had bad mood. I wanted to go home. I wanted to get rest. I hated this Holy Thursday event. I was bored to be in the office.

Saya menggabungkan diri dengan anak-anak muda ini supaya aura negatif saya tidak menguasai dan mengalahkan diri saya.


So I joined the young people in my effort to prevent negative aura to overcome and got into me.

Keceriaan mereka dan kesamaan rasa humor kami berhasil mengembalikan akal waras saya.


Their cheerfulness and our same sense of humor were able to put me back to my senses.

Amat sangat menyenangkan untuk berada bersama mereka. Saya bisa sepenuhnya menjadi diri saya sendiri ketika berada diantara mereka. Bebas.


It was so very fun to be with them. Oh, I could completely be myself among them. It was great to be that free.


Di tempat kerja saya ini, saya lebih banyak dikelilingi oleh orang-orang yang sebagian besar usianya lebih dari 50.

At work I am surrounded mostly by people who are above 50 years old.

Ya, tidak jadi masalah. Saya bahkan cenderung lebih suka berada dengan orang-orang yang usianya jauh lebih tua dari saya karena mereka umumnya lebih sabar serta punya pengertian dan pengalaman lebih dibandingkan dengan yang muda.

I don’t have any problem with that. I even tend to like being with older people because they have more patience, have better understanding and more experienced than the young ones.

Dan saya tahu mereka tidak melihat saya hanya sebagai karyawan ditempat ini. Mereka melihat, menganggap dan memperlakukan saya seperti adik, anak dan cucu.

And I know they see me not just as an employee in this place. They see, take and treat me like a sister, a daughter and a granddaughter.

Saya tentu saja gembira, bersyukur dan menikmati perhatian dan kasih sayang mereka kepada saya.

I am of course happy, grateful and enjoy to have their attention and love.

Tapi setahun terakhir ini saya mulai gelisah karena merasa walaupun diperhatikan, disayang dan dilindungi tapi saya merasa mereka ingin memiliki saya, ingin menjadikan dan membentuk saya seperti yang mereka inginkan.

But in the past year I started to get restless because despite receiving their attention, love and protection but I feel they wanted to own me, to make and form me the way they wanted.

Jangan salah mengerti, saya menghormati, mengagumi, menyukai dan menyayangi mereka.

Don’t get me wrong, I respect, admire, like and love them.

Selama hampir 3 tahun ini saya telah berhasil menyesuaikan diri dengan mereka. Saya mengikuti apa yang mereka inginkan. Saya membiarkan diri saya menjadi seperti yang mereka minta.

For nearly 3 years I have adapted myself with them. I have done what they asked me. I have let myself be a person they wanted me to be.

Tapi saya tidak bisa membohongi diri bahwa saya jenuh menjadi boneka yang manis, lucu dan penurut.

But I can’t lie to myself that I am tired being a sweet, funny and obedient puppet.

Kadang saya ingin lari dari mereka.

Sometimes I just wanted to run away from them.

Sedangkan bersama anak-anak muda ini saya menemukan keceriaan dan kebebasan tanpa ada beban harus menjadi seperti diri mereka atau harus mengikuti mau mereka.

On the contrary, being with these young blood made me found joy and freedom without any expectation to be like them or to follow their wishes.

Mereka mungkin tidak memiliki kesabaran, kebijaksanaan, pengertian atau pengalaman sebanyak dan sedalam orang-orang yang lebih tua tapi itu tidak membuat mereka menjadi manusia yang tidak menyenangkan atau tidak layak disukai dan dihormati.

Their patience, wisdom, understanding and experience may not be as much and as deep as the older ones but it doesn’t mean they become sort of unpleasant people to be with or less likeable and less respected.

Saya suka bergaul dengan mereka.

I like being with them.

Dan Kamis malam itu saya benar-benar bisa menjadi diri saya sepenuhnya ketika bersama dengan mereka. Saya bisa bercanda sebebas-bebasnya. Tertawa sepuas-puasnya.

And that Thursday evening I really could completely be myself when I was with them. I could joke freely. To have a great laugh.

Malam itu jadi lebih menyenangkan dengan adanya kehadiran mereka.

The night turned into a pleasant one with their presence.

I enjoyed the night because of you guys. I love ya’ all..

No comments:

Post a Comment