Greetings dear readers / salam buat para pembaca

Knowing that I say it better in writing, and I do love writing, I decided to write my experiences and thoughts in this blog so this is my e-diary.

Don't speak Indonesian? No need to worry, it is written both in Indonesian and in English.

Happy Reading, everybody !
__________________________________________

Buat saya mengungkapkan isi hati dan pemikiran lebih gampang dilakukan dalam bentuk tulisan dan karena saya juga senang menulis, saya memutuskan menulis hal-hal yang saya alami dan yang ada dalam pikiran saya dalam blog ini.

Untuk yang tidak bisa berbahasa Indonesia, jangan khawatir, blog ini saya tulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Selamat membaca !

Friday, April 11, 2014

More Than Words

Pemilu kali ini saya bukan lagi seorang golput. Dengan gembira dan optimis, saya memberikan ‘suara’ saya pada partai yang saya pilih.

I am not an abstainer in this election. I have happily and optimistically voted for my chosen political party.

‘Suara’ anda berharga karena akan menentukan masa depan negeri ini.. demikianlah yang mereka katakan.

Your vote is valuable because it determines the future of this country.. so they said.

Tidak salah, tapi juga tidak sepenuhnya benar.

It is true, but not completely true.

Saya memilih menjadi golput setelah melihat bahwa partai dan orang pilihan saya ternyata telah membawa negeri ini menjadi seperti sekarang ini.

I chose to be an abstainer after seeing how the party and the candidate which I had voted have brought and turned this country into what it is now.

Suara saya mungkin hanyalah satu dari ribuan atau jutaan suara yang diperoleh oleh partai atau kandidat itu tapi suara saya ikut menentukan kemenangan mereka dan ketika ternyata mereka bukanlah seperti yang mereka tampilkan, janjikan dan katakan.. bukankah itu artinya saya ikut bertanggung jawab karena telah menempatkan mereka dalam posisi yang seharusnya tidak mereka tempati?

My vote might only be one among the thousands or millions of vote received by that party or that candidate but it has played a part in their victory and when they are not what they appeared to the public, when they broke their own promises and their words given to the public.. I could be held for having put them in the place they should never be placed.

Tentu bukan sepenuhnya menjadi kesalahan saya karena mereka datang dan mengucapkan banyak kata namun kemudian melupakan, membengkokkan atau malah mengingkarinya.

It is surely not all my mistake because they came and they said many words but then forgot what they have said, bend their own words or they simply denied the words they have spoken.

Bagi beberapa orang, kata-kata yang mereka ucapkan menjadi integritas diri, taruhannya adalah muka mereka, reputasi mereka, nama baik mereka, kehormatan mereka, harga diri mereka..

To some people, they see the words they speak as their integrity, it put their face, their reputation, their good name, their honor, their dignity on stake..

Orang-orang seperti ini tidak akan mengumbar banyak kata. Mereka lebih suka bertindak. Kalau pun mereka sudah terlanjur mengucapkan sesuatu maka mereka akan menepatinya dan konsekuen dengan ucapannya sendiri.

These people say few words. They would rather take action. When they have said something, they will keep their words.

Tapi bagi orang lain, kata-kata dapat dikeluarkan dengan mudah, dirangkai dengan indah, sedap untuk di dengar dan mampu menggerakkan pendengar.

But to others, words are easily spoken, nicely arranged, interesting to be heard and able to move the audience.

Tapi kata-kata yang mereka ucapkan kadang hanyalah kata-kata kosong.. terdengar baik, bagus, indah dan benar hanya dari luar tapi sebenarnya tanpa arti, dangkal atau bahkan hanyalah suatu kamuflase untuk menutupi keadaan asli yang tidak benar.

But the words they speak sometimes are just empty words.. sounds nice, great, cool and right only from the surface but they are actually meaningless, shallow or just a camouflage to cover the unrighteousness.

Setiap hari telinga kita dibombardir oleh banyak kata.

Every day our ears are bombarded by many words.

Teman, orang tua, guru, atasan, bawahan, rekan kerja, anak, pasangan, tetangga, supir bis, pelayan, iklan di televisi, lagu-lagu sampai ke orang yang tidak kita kenal setiap harinya menjejalkan kata-kata ke telinga kita.

Friends, parents, teachers, superiors, subordinates, colleagues, children, spouse, neighbor, bus driver, waiter, tv commercials, songs to strangers stuffed our ears with their words.

Ada banyak jenis kata..

There are many kind of words..

Kata-kata yang menghibur hati; kata-kata yang merobek jiwa.

Encouraging words; shattering words.

Kata-kata yang menimbulkan senyum atau tawa; kata-kata yang membuat hati merintih dalam kepedihan.

Words that brought smile or laugh; words that torn the heart apart.

Kata-kata yang menyampaikan suatu pesan; kata-kata tanpa arti.

Message in words; empty words.

Kata-kata yang menuntun pada kebenaran; kata-kata penuh jebakan.

Words lead to the truth; entrapment words.

Kata-kata yang didasarkan pada pengalaman; kata-kata kutipan.

Words spoken based on personal experience; quote words.

Jadi perhatikanlah kata-kata yang kita dengar. Tidak salah untuk menjadi skeptis.

So watch the words we hear. Nothing wrong to be skeptical.

Karena selalu ada arti dibalik kata-kata itu.

Because words speak a thousand meaning.

Kata-kata memiliki kekuatan baik dan buruk, dapat membangun dan dapat menghancurkan..

Words have good and bad power, able to build and to destroy..

Nick Vujicic mengucapkan banyak kata-kata membangun yang didasari dari pengalaman pribadinya.


Nick Vujicic said many encouraging words which he got from his own personal experience.

Tapi Amanda Todd hancur oleh karena kata-kata.


But Amanda Todd was destroyed by words.

Ada saat dimana kita harus mendengarkan kata-kata yang diucapkan oleh orang-orang disekitar kita. Tapi lihatlah apakah kata-kata itu mengandung makna baik atau tidak.

There are times when we should listen to the words spoken by the people around us. But listen carefully if the words are well meaning or not.

Jangan terjebak dengan mempercayai semua kata yang kita dengar adalah benar karena kata-kata itu diucapkan oleh orang-orang yang usianya lebih tua dari kita atau yang posisinya lebih tinggi dari kita.

Don’t get fooled by thinking that all the words we hear are trustable because they are spoken by people who are older than us or held higher position.

Tapi juga jangan kemudian beranggapan bahwa kata-kata dari rekan sebaya adalah yang paling bisa dipercaya.

But don’t assume your peer’s words are most reliable.

Bagaimana membedakannya?

How to tell the difference?

Bagaimana bisa menentukan mana yang bisa dipercaya dan mana yang tidak?

How to know which one is trustable and which one is not?

Dengan berhati-hati, waspada dan skeptis.

By take caution, be on your guard and be skeptical.

Pengalaman akan mengasah kepekaan.

Experience shapes your sensitivity.

Saya beberapa kali hancur oleh karena kata-kata tapi berkali-kali menjadi kuat karena kata-kata juga.

In times I have been torn apart by words but I have also developed my strength out of words.

Pengalaman-pengalaman itulah yang membuat saya bisa membedakan mana kata-kata yang berguna dan mana yang tidak, yang harus saya dengarkan dan yang dicuekin saja..

Those experiences have made me able to tell the difference between useful words and useless ones, which one I should pay attention to and the ones I don’t give a damn..

Tapi kata-kata yang kita ucapkan pun jangan sampai menghancurkan orang lain atau menjadi demikian tidak dapat dipercaya hingga ketika kita bicara, orang diam-diam mencibir atau malah terang-terangan berkata ‘ah, persetan sama elu dan omongan lu’

But the words we speak better not destroy other people or becoming so untrustable that people quietly mock us when they hear us speak or even say ‘oh, to hell with you and your words’

No comments:

Post a Comment