Greetings dear readers / salam buat para pembaca

Knowing that I say it better in writing, and I do love writing, I decided to write my experiences and thoughts in this blog so this is my e-diary.

Don't speak Indonesian? No need to worry, it is written both in Indonesian and in English.

Happy Reading, everybody !
__________________________________________

Buat saya mengungkapkan isi hati dan pemikiran lebih gampang dilakukan dalam bentuk tulisan dan karena saya juga senang menulis, saya memutuskan menulis hal-hal yang saya alami dan yang ada dalam pikiran saya dalam blog ini.

Untuk yang tidak bisa berbahasa Indonesia, jangan khawatir, blog ini saya tulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Selamat membaca !

Wednesday, June 26, 2013

All About Money

“Emang si bule ga ngasih duit kalau dia balik ke negerinya?” seorang teman saya pernah mengajukan pertanyaan seperti ini.

“Does the guy leave you some money before he returns to his country?” a friend of mine asked me that question.

Saya tidak pernah minta uang dari Andre.

I have never asked Andre to give me money.

Bukan karena dia tidak punya uang.

Not because he does not have any money.

Bukan juga karena dia pelit.

Not because he is cheap.

Bukan karena dia tipe orang yang suka mengungkit-ungkit.

Neither because he is the type of person who likes to boast every little good thing he has done or given to someone.

Tapi karena pengalaman tidak menyenangkan yang berhubungan dengan uang yang membuat saya bersikukuh berupaya untuk tidak meminta uang dari siapa pun, kalau tidak sangat terpaksa dan terpojok.

Some unpleasant experiences in the past have convinced me not to ask for money from anybody unless I really don’t have any other option and very much cornered.

5-6 tahun lalu, sebelum saya bertemu dengan Andre, saya pernah terpaksa harus meminta bantuan uang dari laki-laki yang pada waktu itu memiliki hubungan istimewa dengan saya.

5-6 years ago, before I met Andre, I had to ask for some money from a man with whom I had special relationship.

Karena berpikir laki-laki itu mencintai saya, saya tidak menduga bahwa beberapa waktu sesudahnya dia akan meminta saya mengembalikan uang tersebut dalam bentuk menyerahkan tubuh saya kepada dia.

Thinking that he loved me made me really surprised when some time later he asked me to return his money in the form of giving my body to him.

Saya akui gaya pacaran saya memang sangat bebas. Saya toh bukan anak kecil lagi. Dan saya bukanlah orang yang mau dikendalikan oleh batasan norma timur atau keagamaan. Buat saya, setiap orang bertanggung jawab untuk moralitasnya sendiri.

I admit I have gone quite free in this stuff. Heck, I am not a child. And I am not the kind of person who wants to be controlled by Eastern or religion norms. I believe everybody is responsible for their own morality.

Tapi sebebas-bebasnya saya, saya tetap berkeinginan untuk menyerahkan diri saya seutuhnya untuk orang yang saya benar-benar saya cintai.

But no matter how free I am, it is still my wish to give myself completely to the man I truly love.

Saya dan Andre sudah menjalin hubungan selama 5 tahun, ini rekor hubungan paling lama yang pernah saya miliki dengan seorang laki-laki, dan selama 5 tahun itu belum pernah saya menyerahkan diri saya sepenuhnya kepadanya. Kami bisa saja berpelukan, berciuman atau bercumbu, tapi saya tetap bertahan untuk tidak lebih dari itu.

Andre and I have been together for 5 years, the longest relationship I have ever had with a man, and I have never given myself completely to him. So we hug, kiss and make out but that is all I give him.

Jadi ketika laki-laki yang memberikan saya uang itu meminta saya untuk mengembalikannya dalam bentuk bercinta dengan dia, saya demikian terhina karena saya merasa lelaki itu menilai saya seperti seorang pelacur.

So when the man who gave me that money asked me to return it in the term of having sex with him, I have never felt so insulted because I felt he saw me as nothing more than a whore.

Saya bertemu Andre ketika saya masih berhubungan dengan lelaki jahanam itu, jauh sebelum saya meminta uang darinya.

I met Andre when I was having a relationship with that jerk guy, long before that money incident happened.

Ketika kami berkesempatan pergi berlibur beramai-ramai ke pulau seribu, Andre mengatakan kepada saya kalau dirinya jatuh cinta pada saya. Tentu saja saya menolak karena saya masih berhubungan dengan lelaki jahanam yang pada waktu itu saya kira benar-benar mencintai saya.

When we all went holidaying to thousand island, Andre told me that he fell in love with me. I turned him down because I was still in relationship with that jerk guy, the guy whom I thought really loved me.

Hubungan saya dengan lelaki itu pun harus berakhir dengan tidak menyenangkan. Saya seharusnya bersyukur karena mata saya di buka untuk melihat seperti apa aslinya orang itu. Tapi tetap saja peristiwa itu bikin saya sangat sedih dan meninggalkan pelajaran yang tidak bisa saya lupakan.

Well, at the end my relationship with that guy ended bitterly. I should be grateful because my eyes were opened to see what he really was but still it saddened me and left unforgettable lesson.

Ketika Andre mendengar hubungan kami bubar, dia menemui saya dan kembali menyatakan cintanya. Awalnya saya agak skeptis karena saya baru saja mengalami bubarnya satu hubungan dengan cara yang tidak menyenangkan dan lelaki itu adalah orang asing sama seperti Andre.

When Andre heard I just broke up with that guy, he came to meet me and told me again that he fell in love with me. I was skeptical at the beginning because I was just had a bitter broken relationship and it was with a foreigner just like Andre himself, a very much foreigner.

Pengalaman tidak enak lainnya yang menyangkut uang adalah ketika ayah saya sakit. Saudara-saudaranya memberi bantuan uang tapi juga disertai dengan banyak komentar dan hal-hal yang menyakitkan hati.

Another unpleasant experience regarding money is when my father was ill few years ago. His siblings gave him some money but it was also followed by many hurtful comments and stuff.

Sebelumnya sudah beberapa kali saudara-saudara ayah saya melakukan hal-hal yang menyakiti hati tapi peristiwa terakhir itu betul-betul sangat keterlaluan bagi saya sehingga kepada ayah saya, saya mengatakan bahwa saya tidak mau lagi ada hubungan dengan mereka.

Before that my father’s siblings have done things that hurt our feelings but that last one they did to us was unforgiven for me that I told my father I no longer want to have anything to do with them.

Saya bukan orang yang mudah mengambil tindakan sedrastis itu.

I am not the kind of person who can make such drastic move.

Dalam perjalanan hidup saya, ada orang-orang yang telah membuat saya sakit hati, marah, telah menghina atau menyusahkan saya tapi kalau saya masih bisa bersikap baik kepada mereka maka itu artinya saya masih bisa menahan geram di dalam hati.

I have met people who made me angry or hurt my feelings, who have insulted or caused me trouble but if I am able to behave myself toward them it means I can hold the fire in my heart.

Ketika saya mengatakan bahwa saya tidak mau lagi ada urusan dengan saudara-saudara ayah saya, itu artinya saya tidak mau dikenal sebagai bagian dari mereka. Jadi saya mendeklarasikan nama saya sebagai Keke Yohanes. Keke anak dari bapak Yohanes. Saya tidak lagi mau memakai nama keluarga ayah saya. Titik.

When I told my father that I don’t want to have anything to do with his siblings it means I don’t want to have any connection with them. so I declared to have my name as Keke Yohanes. Keke, the daughter of Mr. Yohanes. I won’t put my father’s family name behind my name. Period.

Mengetahui bahwa uang adalah hal yang sangat peka membuat saya sebisanya memisahkan uang dari persahabatan, pertemanan atau percintaan.

Knowing that money is a sensitive matter, I try the best I can to exclude money from friendship and romance.

Ketika ibu saya harus dua kali masuk rumah sakit, saya tidak punya pilihan lain kecuali meminta bantuan uang dari orang yang saya tahu sangat memperdulikan saya. Itu pun disertai dengan rasa yang sangat tidak enak. Tapi saya dalam keadaan tersudut. Uang saya sudah terkuras habis-habisan. Uang tunai yang saya punyai tidak mencukupi untuk membayar ongkos perawatan dan pengobatan ibu saya. Jadi saya buang malu, buang gengsi, buang harga diri dengan menemuinya dan meminta bantuan uang.

When my mother had to be hospitalized twice, it left me with no option than to ask for money from someone I knew cares so much for me. I didn’t and still don’t feel good about it though. But I was cornered. I was nearly broke and so I ran out of cash to pay for my mother’s hospitalization and other medical bills. I had to cast away my shame, ego and pride when I came to him to ask for money.

Kenapa saya tidak meminta pada Andre? Karena saya masih dibayangi oleh peristiwa pahit yang saya alami dengan lelaki yang telah saya ceritakan di atas.

Why didn’t I ask Andre instead? Because that bitter experience with that jerk, still very much haunted me.

Jadi saya pergi menemui orang lain yang bukan keluarga ayah saya dan juga bukan Andre. Orang yang saya tahu memperdulikan saya sekali pun dia tidak punya hubungan darah dengan saya dan yang tidak memiliki hubungan istimewa dengan saya. Orang yang saya percayai, yang saya hormati, saya kagumi dan yang saya tahu adalah orang baik.

So I went to another person who is not my father’s siblings and not Andre. Somebody who I know cares for me eventhough he is not related to me by blood nor have special relationship with me. He is someone I trust, respect and I know is a good person.

Bahkan setelah saya berhutang budi kepadanya pun, tidak sekalipun hal itu dipergunakannya untuk mengambil kesempatan dari diri saya sehingga semakin besar pula rasa hormat dan kekaguman saya pada dirinya.

Even now that he knows I am in debted to his kindness does not make him thinks that he can take advantage out of me so I respect and admire him more for this.

Tapi janganlah berpikir dan berharap bahwa semua orang seperti beliau.

But don’t assume and hope everybody can be as kind and sincere as him.

Ketika saya sedang bersama dengan teman-teman Andre, beberapa kali saya mendengar mereka membicarakan tentang pacar atau pasangan, yang sudah mantan atau yang masih jalan, yang sering minta uang atau yang matre.

When I was with Andre’s friends, I heard them talked about partners in the past or present time who were or are known as materialists, who came asking for money.

Karena itu saya benar-benar menjaga supaya hubungan saya dengan Andre tidak ternoda oleh uang.

It is why I keep my relationship with Andre not ruined by money.

Kalau Andre sedang ada di Bogor maka saya tahu segala pengeluaran kami untuk makan, minum, jalan-jalan atau yang lainnya ditanggung oleh dia. Saya tidak pernah repot harus mengurusi apa pun karena dia sudah mengurus segala sesuatunya.

When Andre is in Bogor, I can be certain that all of our expenses for food and beverages or for our travelling is taken care by him. I never have to take care anything because he takes care everything.

Kalau dia mau pergi ke satu tempat, dia yang cari info tentang tempat itu, dia yang susun rencana, dia yang sewa mobil atau porter atau pemandu wisata, dia yang pesan tiket pesawat, dia yang bikin reservasi di tempat penginapan dan dia juga yang bayar. Setelah semua beres, baru deh kami berangkat. Saya cuma tahu bawa badan dan barang-barang pribadi. Hehe.

When he wants to go somewhere, he search it himself to get information about that place, he makes the plan, he rents the car or porter or tour guide, he books the plane tickets, he makes the hotel reservation and he pays it all. After everything is fixed, off we go. All I know is just bring my own stuff.

Kalau dia memberikan uang kepada saya, itu tidak karena saya minta.

When he gives me money, it is not because I am asking him for it.

Kalau dia memberikan uang kepada saya, selalu saya beritahukan saya apakan uang itu. Apakah saya simpan di bank atau saya pakai untuk membeli sesuatu, itu pun selalu ada buktinya.

When he gives me money, I always tell him what I do with that money. Whether I save it in the bank or I use it to buy something is always come in hardcopy as a proof.

Kalau dia tidak memberi uang, ya, tidak masalah. Saya tidak jadi marah karenanya. Setiap kali pergi dengannya, saya juga berbekal uang sendiri untuk berjaga-jaga saja. Toh saya punya penghasilan sendiri. Jadi kenapa juga saya harus bergantung dari orang lain selama saya masih bisa membiayai keperluan sendiri.

How if he doesn’t give me any money? No problem. I will not going to get upset because of that. Everytime I go with him, I bring my own money just in case. Why not? I have my own income so why do I have to depend on others when I can support myself financially?

Bagaimana kalau saya jalan dengan lelaki lain? Selama ini sih saya tidak pernah berharap akan dibayari tapi kenyataannya lelaki yang jalan dengan saya pasti akan membayari ongkos transport, makan atau nonton sekalipun tidak ada perjanjian dia akan membayari saya.

How if I go with other men? All this time I never asked them or him to pay my fares but the fact is they or he always pay for transportation, food, beverages or movie tickets though there is no deal for them or him to pay for all the expenses.

Jadi begitulah cerita tentang uang. Sederhana tapi rumit.

So there goes the story about money. Simple but complicated.

No comments:

Post a Comment