Greetings dear readers / salam buat para pembaca

Knowing that I say it better in writing, and I do love writing, I decided to write my experiences and thoughts in this blog so this is my e-diary.

Don't speak Indonesian? No need to worry, it is written both in Indonesian and in English.

Happy Reading, everybody !
__________________________________________

Buat saya mengungkapkan isi hati dan pemikiran lebih gampang dilakukan dalam bentuk tulisan dan karena saya juga senang menulis, saya memutuskan menulis hal-hal yang saya alami dan yang ada dalam pikiran saya dalam blog ini.

Untuk yang tidak bisa berbahasa Indonesia, jangan khawatir, blog ini saya tulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Selamat membaca !

Wednesday, March 27, 2013

Rhythm of the Rain

Listen to the rhythm of the falling rain..

Hujan… air menetes dari langit… sesederhana itukah?

Rain… water falls down from the sky.. as simple as that?

Tinggal di Bogor yang curah hujannya tinggi berarti hampir setiap hari hujan. Itu artinya payung dan jas hujan harus selalu dibawa. Saya bahkan sampai selalu membawa sandal jepit supaya sepatu tidak basah. Untung saya lebih suka membawa ransel. Semua bisa masuk. Praktis.

Bogor gets lots of rain. It means never leave the house without bringing umbrella and rain coat. I add that with sandals so when it rains heavily I can change my shoes with the sandals and my shoes don’t have to get wet. Good thing that I happen to like backpack better than any other bags. It is very practical to bring lots of things. 

at 8 am
2 minggu terakhir ini saya uber-uberan dengan hujan karena setiap hari saya usahakan bisa menjemur bantal dan guling. Biasanya sekitar jam 8 pagi saya meletakkan bantal-bantal itu di halaman. Tapi jam 2 siang saya harus mulai waspada karena hujan bisa tiba-tiba saja turun walau kelihatannya langit tidak terlalu mendung.

at 11 am
In the past 2 weeks I have put the pillows and bolsters on the chairs on the backyard. I put them there at 8 am but I have to watch the clock and the sky because it would suddenly rain at around 2 pm, eventhough the sky barely cloudy.

Ngapain saya kerajinan amat ngejemur bantal dan guling? Ya, itu karena kami akan menginap di kamar tamu pada akhir minggu ini berhubung akan ada acara sampai malam. Nah, dari pada repot mikir urusan kendaraan untuk pulang, lebih praktis menginap semalam saja disini.

Now why would I put those pillows and bolsters out in the sun for the past 2 weeks? Well, we will have an event this weekend and we will spend a night at the guest room. It is more convenient for us to spend a night at the guest house than to go home late in the evening.

Lantas ngapain repot-repot ngejemur bantal dan guling?

So why do I have to put the pillows and bolsters out in the sun?

Kamar tamu itu lembab. Bantal dan guling jadi bau. Terakhir kali kami menginap di kamar itu, kami susah tidur karena terganggu dengan baunya. Untung saya membawa kain Bali yang selalu saya bawa setiap kali saya akan pergi menginap. Jadi bantal yang saya pakai saya bungkus dengan kain itu. Teman-teman saya yang tidak membawa kain mengakali dengan membungkusnya memakai baju dan handuk. Kami menggerutu tapi juga tidak habis-habisnya tertawa. Menggerutu dan menertawai bantal-guling bau itu serta berbagai upaya yang kami lakukan untuk meredam baunya. Hehe.

The room is damp. Making the pillows and bolsters smell so bad. The last time we spent a night at that room we couldn’t sleep because of the smell. I was lucky that I always bring my Balinese cloth whenever I go traveling or have to spend a night in other people’s place. My friends who didn’t have such cloth, came up with the idea to wrap the pillows with their clothes and towels. We grumbled and laughed over it. Lol.

Jadi, demi ketentraman hidung kami semua, saya mulai menjemur bantal dan guling itu 2 minggu sebelum kami menginap lagi di kamar ini. Tapi hujan selalu mengintai…

And for 2 weeks prior to our stay I put those pillows and bolsters out in the sun though I must always check on the afternoon sky for rain might just fall at anytime..

Dan gara-gara hujan pula, beberapa tahun lalu saya pernah terpeleset ke lubang di jalanan yang tidak kelihatan karena hari sudah gelap, hujan lebat dan lubang itu terendam air. Akibatnya kaki jadi keseleo. Duh..

Few years ago, rain has made me slipped to a hole on the ground. It was dark, rained heavily and the hole filled with water. I didn’t see it. I sprained my ankle because of that. Ouch...

Selain itu hujan pernah bikin saya sakit sampai 3 hari. Kejadiannya tahun lalu waktu ruang kerja saya kebanjiran. Kami harus menguras airnya keluar dan mengepelnya. Malamnya jari-jari tangan saya bengkak dan saya demam.

the source of leak
Rained made me ill for 3 days. It happened last year when my office room was flooded. We had to scoop the water out of the room and mopped it. My fingers swelled in the evening and I had fever.

Berhubung kantor tidak mau merubah saluran air di atas ruangan kerja saya, maka saya harus mencari akal untuk mencegah supaya jangan sampai saluran air keparat itu bikin perkara lagi. Jalan keluarnya adalah 1-2 minggu sekali saya minta orang naik ke atap untuk membersihkannya.

Since the office won’t do anything about the water duct on the roof just above my room, I had to find a way to make that darn duct from leaking and flooding my room again. So every 1-2 weeks I ask someone to go up to the roof to clean and check if it is working properly.

The door to the back
terrace
Di rumah pun kalau hujan sangat deras, air dari halaman belakang bisa naik sampai masuk ke teras. Pada suatu malam di saat saya sedang nonton tv sendiri di ruang tengah, tiba-tiba saya kaget sekali karena melihat Doggie sedang mengintip ke dalam lewat jendela di samping saya.

Water could flood the back terrace when it rains very heavily. Once I was watching a late hour movie, the rest of the house already went to bed and it was pouring rain outside. Suddenly I saw Doggie peeped through the window which is next to where I sat.

Malam itu sedang hujan deras dan rupanya air sudah naik sampai ke teras belakang dan Doggie yang selalu tidur disitu tidak bisa menemukan tempat kering sehingga dia naik ke atas kursi yang menempel ke jendela. Dia tidak menggonggong atau menggaruk-garuk jendela. Dia hanya duduk dan mengintip ke dalam sampai akhirnya saya melihat mukanya yang hampir menempel di kaca jendela.. hehe.

It turned out that water has reached the back terrace and Doggie who always sleeps there couldn’t find any dry spot. It jumped up to the chair that happens to be placed next to the window. It didn’t bark or scratch the window. It just peeked through the window until I saw its face so close to the glass. Lol.

Buru-buru saya membuka pintu belakang dan Doggie kelihatan sangat lega ketika dia melompat masuk ke dalam. Malam itu dia terpaksa tidur di dalam rumah. Kami tidak membiasakan dia untuk tidur di dalam dan karena itu dia juga tidak betah berada di dalam rumah pada malam hari. Tapi ya malam itu perkecualian..

I opened the door to the back terrace to let Doggie in. It looked so relief. Well, it had to sleep in the house that night. We don’t let it sleep in the house at night and this make it doesn’t want to stay in the house at night either. But that night we made an exception..

Hujan pernah pula membuat saya dan Andre beberapa kali nyaris terdampar di Bali. Hujan deras membuat jalan banjir dan menciptakan macet. Waduh, sampai jantungan kami karena takut ketinggalan pesawat. Percuma saja berangkat dari hotel lebih awal. Waktunya habis di jalanan yang macet.

The pouring rain has made Andre and I stranded in Bali because it flooded the roads, creating bad traffic jam. We were so nervous thinking we might miss the plane. It was useless that we had left the hotel early. Time lost on the traffic jam roads.


Jadi begitu sampai di bandara, terbirit-biritlah kami lari menuju gerbang untuk boarding. Tapi mungkin karena kaki saya lebih pendek dari kaki Andre, saya selalu ketinggalan beberapa langkah dibelakangnya. Jadi kalau lagi terburu-buru begitu, Andre pasti menggandeng saya; setengah menarik, setengah menyeret saya.. hehe..

Once we got at the airport, we ran like hell to the boarding gate. Since my legs are shorter than Andre’s, it makes me always walk few steps behind him. So when we were in a hurry, he would hold my hand and half pull, half drag me.. lol.

Ya begitulah ceritanya air turun dari langit bisa menciptakan berbagai kehebohan..

So that's the story about the water falling down from the sky... it can create many unexpected things sometimes...

No comments:

Post a Comment