Greetings dear readers / salam buat para pembaca

Knowing that I say it better in writing, and I do love writing, I decided to write my experiences and thoughts in this blog so this is my e-diary.

Don't speak Indonesian? No need to worry, it is written both in Indonesian and in English.

Happy Reading, everybody !
__________________________________________

Buat saya mengungkapkan isi hati dan pemikiran lebih gampang dilakukan dalam bentuk tulisan dan karena saya juga senang menulis, saya memutuskan menulis hal-hal yang saya alami dan yang ada dalam pikiran saya dalam blog ini.

Untuk yang tidak bisa berbahasa Indonesia, jangan khawatir, blog ini saya tulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Selamat membaca !

Thursday, September 27, 2012

Jack In The Box


Ada mainan anak-anak yang namanya seperti itu. Saya tidak tahu apa sebutannya dalam bahasa Indonesia karena ini memang bukan permainan orang Indonesia.

Beberapa waktu lalu saya dan si bule berwisata ke Puncak. Setiap kali ke Puncak, kami pasti mampir ke villa milik temannya yang dengan segala kelapangan hati mengijinkan kami mampir kapan saja dan bahkan boleh menginap.

Saat berada di sana itulah saya pertama kali melihat mainan Jack in the box.

Bentuknya seperti kotak berukuran sedang. Entah bagaimana, rupanya tanpa sengaja saya menekan tombol yang membuat bagian atasnya menjeblak terbuka dan seketika itu juga boneka badut yang bernama Jack, melompat keluar.

Saya ingat saya juga ikut terlompat saking kagetnya. Hehe.

“That’s only Jack in the box, babe” si bule tertawa melihat kekagetan saya. Itu cuma  Jack in the box kok,’yang.

“Yeah, we've just met” saya ikut tertawa untuk menghilangkan kekagetan dan malunya saya. Ya, kami baru aja kenalan.

Baru-baru ini saya mengalami peristiwa yang menyangkut satu orang. Ketika saya menghubunginya untuk memenuhi amanat dari seorang pengurus ditempat kerja saya, orang ini memberikan reaksi diluar dugaan saya.

Sebaliknya dari pada menerimanya dengan sopan serta baik dan mengucapkan terima kasih sambil mengatakan bahwa berita tersebut sudah dia terima dari anggota pengurus lainnya (reaksi normal yang bisa kita harapkan dari seseorang), orang ini malah ngoceh panjang, menggerutu, mengomel, merepet seakan-akan saya melakukan sesuatu dengan sengaja untuk membuat dia kesal.

Saya tidak menduga akan menerima reaksi seperti itu karena orang ini memiliki kesan yang baik di mata saya. Yah, sebelum akhirnya dia sendiri juga yang merusak kesan baik itu.

Saya bertanya-tanya apa hari itu dia sedang mengalami hari yang tidak menyenangkan dan saya dijadikan pelampiasan? Atau dia mempunyai masalah dengan para pengurus disini dan menjadikan saya sebagai sasaran? Atau .... ?

Pastinya Jack in the box baru saja melompat keluar dari dalam kotaknya…

Ada banyak manusia dengan tipe Jack in the box. Tersembunyi rapi dalam kotak yang indah atau yang dihias dengan sangat bagus. Tapi didalamnya ada sosok yang disembunyikan. Menekan tombol tertentu atau memutar pegasnya akan membuat tutup kotak itu terbuka dan melompatlah si Jack keluar.

Saya tidak habis pikir bagaimana orang bisa menciptakan mainan seperti ini karena menurut pendapat saya, mainan ini berbahaya. Terutama bagi anak balita.

Letak bahayanya ada pada waktu si Jack melompat keluar. Bila tidak hati-hati menjaga jarak, si Jack bisa menabrak muka anda. Lumayan sakit dan malah bisa bikin bibir jontor kalau kebetulan membentur bibir karena si Jack dilontarkan keluar dengan cepat dari dalam kotaknya karena ada per.

So, saya memakai Jack in the box sebagai ilustrasi untuk menggambarkan betapa mengejutkan, merugikan dan bahkan membahayakannya orang-orang yang memiliki kepribadian asli yang tersembunyi dan terpoles dengan rapihnya dibalik segala kelakuan, sikap maupun kata-kata yang indah, nyaris tanpa cela. Lalu pada suatu ketika kepribadian menakutkan yang tersembunyi itu melompat keluar sebagai reaksi atas ucapan atau kelakuan orang lain.

Dan anehnya saya lebih banyak menemukan Jack in the box ditempat kerja saya saat ini dari pada ditempat-tempat kerja saya sebelumnya. Kenyataan itu merupakan hal yang sangat memprihatinkan, mengkhawatirkan, menakutkan dan memalukan bila mengingat tempat dimana saya bekerja saat ini bukanlah sembarang tempat kerja.

* 4 hari setelah orang itu mengocehi saya, dia mengirimkan sms meminta maaf. Dugaan pertama saya yang benar, dia sedang kesal hari itu dan menjadikan saya sebagai sasaran kekesalannya. Saya sudah memaafkan tapi saya tidak bisa berhenti berpikir mengapa dibutuhkan waktu sampai 4 hari untuk menyadari suatu kesalahan? (sudah syukur, masih ada rasa nyesal dan kepikiran buat minta maaf, anda pasti berkata begitu.. hehe). 
Satu pertanyaan penting lainnya adalah apakah setiap kali kita merasa kesal, hal itu lalu membuat kita merasa berhak untuk melampiaskan kekesalan tersebut kepada siapa saja, termasuk kepada orang yang tidak ada sangkut pautnya dengan kekesalan kita dan yang selalu bersikap baik kepada kita? Hmm..
_________________________________________

It is actually the name of a toy. I don’t know what it is called in Indonesian because it is not an Indonesian toy.

My dear friend and I went to Puncak some time ago. Whenever we went there we visited his friend’s villa. This friend has always kindly welcome us to visit it or to stay.

It was while we were there that I saw Jack in the box for the first time.

It is a medium size box. As I was looking at it I must be accidentally pressed the button because all of sudden the top of the box popped open and the clown, who surely be Jack, jumped out of the box.

I too jumped out of surprise. Lol.

“That’s only Jack in the box, babe” my dear friend laughed to see me like that.

“Yeah, we've just met” I laughed to hide my embarrassment.

I recently had quite an experience related to one specific person. A member of the board asked me to inform that person about something. I did what I was asked to do.

Instead taking the message nice and politely, said thank you and informed me that other member of the board has given the same information (the normal reaction we all expect one would give), that person started to grumble and complain as if I did something on purpose to upset him. 

I really didn’t expect to receive such reaction because this person had positive image in my eyes. Well, before he himself blew that image.

I wonder, though, if that person might have a bad day and threw it all on me. Or that person has some issues with the board and made me as the shooting target?. Or...

One thing for sure is... Jack in the box has just jumped out from inside of the box.

There are many people who have Jack in the box kind of personality. Hidden neatly inside a nice box. Some unexpected sides of personality are hidden there. Pressing one button or turning the pedal will open the top of the box and whatever hidden inside will come out.

I don’t know how could a toy like this be invented. In my opinion it is a dangerous toy for children aged under five years old.


The danger is when Jack jumps out from inside the box. If you don’t expect it and happens to place your head too close with the box, there is a possibility Jack may hit your face. That hurts. It can make your lips swell if it hits your lips.

So I use Jack in the box as an illustration to picture people who have their real characters hidden and wrapped so nicely behind those sweet words, adoring attitude, nearly too perfect to be true. But one word or behavior from people would be enough to bring the monster out of the box.

Strangely I find more Jack in the box in my present work place than in the former ones. It is actually very troubling, scarry and embarrassing facts considering that it is not just any workplace.

* 4 days after that guy yelled at me, he texted me his apology. My first guess was correct. He was having a bad day when I called him that day and he just threw it all on me. I forgave him but still can’t stop thinking why did it take 4 days for him to realize his mistake (well, good thing that he came to his senses and apologized, you may say.. lol) 
Another important question is would it give us the right to throw our upsetness on other people, innocent ones who have always been nice to us whenever we feel upset?. Hmm…

No comments:

Post a Comment