Greetings dear readers / salam buat para pembaca

Knowing that I say it better in writing, and I do love writing, I decided to write my experiences and thoughts in this blog so this is my e-diary.

Don't speak Indonesian? No need to worry, it is written both in Indonesian and in English.

Happy Reading, everybody !
__________________________________________

Buat saya mengungkapkan isi hati dan pemikiran lebih gampang dilakukan dalam bentuk tulisan dan karena saya juga senang menulis, saya memutuskan menulis hal-hal yang saya alami dan yang ada dalam pikiran saya dalam blog ini.

Untuk yang tidak bisa berbahasa Indonesia, jangan khawatir, blog ini saya tulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Selamat membaca !

Monday, November 23, 2015

Temporary Insanity

Kalau sedang menyetir dan melihat motor, angkot atau mobil ngebut atau jalan seenaknya, mantan pacar saya, Andre, akan geleng-geleng kepala sambil berkata;

When he was driving and saw motorbike, angkot or car went speedy or drove recklessly, my exboyfriend, Andre, would shake his head as he murmured;

“Kegilaan sementara”

“Temporary insanity”

“Siapa?” saya suka menggodanya “Kamu atau orang itu?”

“Who?” I liked to tease him “You or him?”

“Dua-duanya” dia nyengir.

“Both” was he grinned.

Andre terhitung orang yang kalem dalam hal mengendarai mobil tapi lalu lintas di negeri ini demikian biadabnya sampai orang sekalem dia pun bisa senewen.

Andre is a calm person when it comes to drive a car but the traffic in this country is so uncivilized that it could drive him crazy.

Jadi jangan heran kalau mendengar dia rajin menggumamkan ‘kegilaan sementara’ ketika sedang menyetir.

So don’t be amazed to hear him mumbling ‘temporary insanity’ over and over again when he is driving.

*  *  *  *  *

‘Kegilaan sementara’ menjadi alasan yang lumayan sering dipakai dalam pembelaan pada kasus-kasus kriminal di luar negeri.

temporary insanity
n. in a criminal prosecution, a defense by the accused that he/she was briefly insane at the time the crime was committed and therefore was incapable of knowing the nature of his/her alleged criminal act. Temporary insanity is claimed as a defense whether or not the accused is mentally stable at the time of trial. One difficulty with a temporary insanity defense is the problem of proof, since any examination by psychiatrists had to be after the fact, so the only evidence must be the conduct of the accused immediately before or after the crime. It is similar to the defenses of "diminished capacity" to understand one's own actions, the so-called "Twinkie defense," the "abuse excuse," "heat of passion" and other claims of mental disturbance which raise the issue of criminal intent based on modern psychiatry and/or sociology. However, mental derangement at the time of an abrupt crime, such as a sudden attack or crime of passion, can be a valid defense or at least show lack of premeditation to reduce the degree of the crime.
Source:www.dictionary.law.com

The term ‘Temporary insanity’ has been used quite often in defense plea in criminal cases abroad.

Seseorang melakukan pembunuhan. ‘Kegilaan sementara’ membuatnya tega menghilangkan nyawa orang.

Somebody committed a murder. ‘Temporary insanity’ made him took another person’s life.

Seseorang membakar sebuah rumah. ‘Kegilaan sementara’..

Somebody burnt a house. ‘Temporary insanity’..

‘Kegilaan sementara’ menghilangkan akal waras seseorang yang waras.

‘Temporary insanity’ has driven a sane person to lost his/her common sense.

Tentu banyak alasan yang membuat seorang waras jadi kehilangan akal warasnya.. untuk sementara waktu..

Surely there are many reasons that makes a sane person lost his/her sanity.. temporarily..

Kegilaan sementara yang menghasilkan dampak permanen, meninggalkan luka permanen.

Temporary insanity bore permanent impact, left permanent scar.

*  *  *  *  *

Saya kira kita masing-masing pernah mengalami masa ketika kita kehilangan akal waras.

I think each of us had that period of time when we lost our sanity.

Beberapa dari kita mengalami masa remaja yang penuh gejolak sampai-sampai semua orang kewalahan menghadapi kita.

Some of us had a turmoil teen years that it overwhelmed all people.

Tapi tidak jarang hal itu terjadi ketika kita masih anak-anak.

But sometimes it happens when we were kids.

Saya pernah enam tahun menjadi guru TK dan anak-anak tertentu bisa bikin saya garuk-garuk kepala kebingungan.

I was once worked as kindergarten teacher for six years and some kids could make me scratch my head out of confusion.

Satu yang paling saya ingat adalah ketika seorang murid saya memasukkan sebutir kelereng ke hidungnya... coba bayangkan, apa yang melintas dipikirannya ketika dia memutuskan untuk menjejalkan kelereng itu masuk ke lubang hidungnya.

One incident that I always remember is when one of my students put a marble into her nostril… could you just picture it, what was she thinking when she decided to force that marble inside her nostril.

Yah, dia harus dibawa ke dokter buat ngeluarin kelereng itu dari lubang hidungnya.

Well, she had to be brought to the doctor to get that marble out of her nostril.

Apa cuma anak-anak usia TK saja yang ulahnya ajaib?

Do you think kindergarten kids are the only ones with unbelievable doings?

Ada satu murid les saya yang paling saya sayang tapi yang juga paling bikin otak saya mau juling rasanya.


I have one tutoring student whom I love dearly but he is also the one who keeps driving me crazy.

Beberapa hari yang lalu, ditengah-tengah pelajaran, tanpa sengaja saya menoleh ke arahnya dan itu tepat ketika dia sedang mengangkat kakinya dan sedang akan memasukkan jempol kakinya ke mulutnya. Halah!! Saya langsung memukul lengannya.

Few days ago, right in the middle of our tutoring, I unintentionally turned to see him and it was right at the time when he took his foot up and was about to put his toe into his mouth. Whatta!! I smacked his arm right away.

“Apa-apaan kamu, Yo, jempol kaki kan kotor. Masa mau dimasukin ke mulut?!”

“What in the hell are you doing, your toe is dirty. You would put it into your mouth?!”

“Enggak kok bu, cuma mau diangkat aja kakinya” jawabnya..

“I just wanna pulled up my foot” he said..

Nak, nak, elu kata gue kagak bisa ngebedain antara yang cuma mau angkat kaki sama yang mau masukin jempol kaki ke mulut?

Kiddo, do you think I can’t tell the difference between pulling a foot up with trying to get the toe into the mouth?

Hmm…. “Kegilaan sementara”

Hmm… “Temporary insanity”

*  *  *  *  *

Pada orang dewasa penderitaan dan kebahagiaan, ambisi dan ego bisa menciptakan “Kegilaan sementara”.

Misery and happiness, ambition and ego may create “Temporary insanity” on adults.

Jangan menganggap hal ini remeh karena satu orang yang sedang mengalami kegilaan sementara sanggup membuat kekacauan besar.

Don’t underestimate this thing because it takes only one person who is having temporary insanity to create huge mess.

Itu yang terjadi di tempat kerja saya.

It happens in my workplace.

Mudah-mudahan saja kegilaan sementaranya ini tidak berlangsung lama.

Hopefully his temporary insanity won’t go long.

*  *  *  *  *

Saya sendiri telah berkali-kali mengalami kegilaan sementara ini dan setiap kali saya sedang mengalaminya, saya menjadi orang yang sulit untuk dipahami atau saya jadi orang yang rasanya paling nyebelin di dunia ini.. hehe..

I myself have experienced this temporary insanity many times and everytime I was going through it, I became the most hard person to understand or became the most annoying person on earth… lol…

Mungkin saya terlahir dengan komposisi kimia di otak yang lebih rumit dari orang lain. Ketika orang-orang lain tidak mencemaskan suatu peristiwa atau tenang-tenang saja menyikapinya, otak saya menganalisanya dari berbagai hal dan akhirnya menciptakan berbagai macam pikiran yang bikin saya jadi gelisah.

Maybe I was born with complicated chemical composition on my brain compare to other people. When people are not anxious over an incident or go easy with it, my brain analyses it from many angles and at the end it creates many thoughts that make me restless.

Atau mungkin ada pengaruh dari faktor gen. 

Or maybe this has thing to do with genes.

Almarhum kakek saya adalah seorang yang gampang depresi. 

My late grandfather was somebody who got depressed easily.

Dia dan putranya, Ayah saya, adalah orang-orang yang memiliki perpaduan sifat antara keras hati tapi juga penyayang, sensitif dan gampang mellow.

He and his son, My father, are people who have mix characters of strong willed but loving, sensitive and easily mellowed.

Me & my parents
Gen mereka menurun pada saya dan sejak saya mulai mengerti tentang hal itu, saya mewaspadai gen ini yang bekerja dalam diri saya dan terus menerus menciptakan berbagai kegelisahan, yang untuk orang lain mungkin tidak masuk akal dan sulit untuk bisa mengerti keadaan pikiran serta jiwa saya.

I have their genes and since I understood it, I watch it cautiously when it works in me and keep creating many anxieties, something that don’t make sense for others and so can’t understand the state of my mind and soul.

Jadi, ada hal-hal dalam diri orang-orang tertentu yang membuat mereka lebih mudah mengalami kegilaan sementara.

So, some people have things in them that make them easily get this temporary insanity.

Menyadarinya adalah langkah awal untuk mewaspadai dan mencari cara untuk mengatasinya.

Realizing it is the first step to raise the alertness and to find ways to handle it.

Saya telah mencoba berbagai cara untuk mengatasinya. Saya membenamkan diri dalam pekerjaan, saya pergi traveling, saya memperbanyak kegiatan di luar kantor dan kalau semua itu tidak mempan untuk membungkam segala pikiran yang menggelisahkan hati serta jiwa saya, alkohol menjadi cara terakhir.

I have tried many ways to overcome it. I buried myself in work, I go traveling, I do lots of activities after work and if they couldn’t silent the restless thought that troubled my heart and soul, alcohol became the last option.

Saya pernah menjadi orang yang dekat dengan Tuhan tapi kemudian Tuhan membuat saya gelisah hingga akhirnya saya menjauhkan diri dan dalam dua tahun terakhir ini saya menetralkan diri dari segala bentuk keyakinan apa pun.

I was once had close relationship with God but then God made me restless that at the end I distanced myself and in the past two years I neutralized myself from any kind of beliefs.

Prihatin dengan keadaan saya membuat beberapa orang berusaha keras untuk membuat saya kembali jadi waras.

Concerned for my condition made some people tried hard to put some senses back to me.

Tapi ketika semua cara gagal, mereka berhenti dan mulai mendoakan saya.

But when every way was failed, they stopped and started to pray for me.

Pernah main game Plant vs Zombie? Tanaman yang menembaki para zombie dengan biji bundar berwarna hijau. Ketika pertama kali memainkan game ini, saya geregetan melihat zombie-zombie itu tetap berjalan maju seperti tidak terpengaruh terkena tembakan gencar dari para tanaman itu.

play.google.com
Have you played the game Plant vs Zombie? The plant shot those zombie with something looks like round green seed. When I played this game for the first time, I was impatient to see the zombies kept walking forward as if they were not affected by those shots.

Tapi kemudian… kepala mereka copot dan mereka jatuh, kalah.

But then… their heads fell off and they fell to the ground, defeated.

Saya sering membayangkan doa seperti itu.

I often pictured prayer is like that.

Kita berdoa berulang-ulang untuk seseorang atau sesuatu tapi seperti tidak ada perubahan.

We pray over and over again for somebody or something but it looks like nothing change.

Hasil doa tidak seperti orang main sulap. Tapi ketekunan dan kesungguhan itu akhirnya membawa hasil.

Prayer doesn’t give instant result like playing magic. But perseverance and faith have eventually given result.

Dua minggu terakhir ini saya berdamai dengan Tuhan, saya mulai berdoa.

I made peace with God in the past two weeks, I started to pray.

Lima bulan lalu hubungan delapan tahun saya dengan Andre berakhir. Saya menjalin hubungan dengan orang lain.

Five months ago my eight years relationship with Andre ended. I’m in a relationship with somebody else.

Andre dan teman-teman kami mengatakan saya gila.

Andre and our friends said I have lost my mind.

Teman-teman kami berharap saya akan kembali pada Andre.

Our friends hope I would resume my relationship with Andre.

Yang tidak mereka ketahui adalah orang dengan siapa saya menjalin hubungan selama lima bulan ini adalah seorang Kristen yang benar-benar beriman.

What they don’t know is the person whom I have relationship with for five months is a Christian, a devoted one.

Ketika saya menjalin hubungan dengan seseorang, saya tidak pernah peduli dengan agamanya. Bahkan delapan tahun ini saya berhubungan dengan seorang yang sebenarnya ateis.

When I was seeing somebody, I never cared about his relagion. for eight years I was with somebody who actually is an atheist.

Cara kerja doa itu misterius.

Prayer works mysteriously.

Doa orang-orang di sekitar saya merubah hal-hal dalam diri dan kehidupan saya. Bahkan bisa mengubah hubungan pribadi saya.

The prayer of the people around me have changed things in me and in my life. It even changed my personal relationship.

Sejak lima bulan lalu jumlah orang yang mendoakan saya semakin banyak karena pacar saya juga mendoakan saya.

There are more people pray for me since five months because my boyfriend is also pray for me.

*  *  *  *  *

Apa pun penyebabnya, seseorang yang sedang kehilangan akal warasnya bisa menjadi amat sangat tidak bisa dimengerti dan tidak jarang membuat kesal atau menyulitkan orang-orang disekitarnya. Bahkan bisa membahayakan dirinya sendiri dan orang lain.

Whatever the cause, somebody who lost his/her sanity can turn into somebody who is hard to understand and oftenly also upset and makes it hard for the people around him/her. Can even bring harm to him/herself or to others.

Orang-orang yang mengalami kegilaan sementara ini membutuhkan kesabaran, pengertian, kepekaan kita untuk melihat ada sesuatu yang tidak benar sedang terjadi dalam diri mereka  dan yang paling penting adalah doa.

The people who are having temporary insanity need patience, understanding, our sensitivity to sense something is not right is happening inside of them and above all, prayer.

Masing-masing kita juga perlu mengenali diri sendiri supaya kita tahu kelemahan yang bisa bikin kita kehilangan akal sehat.

Each of us needs to have self recognition so we know our own flaws that can make us lose our senses.

Lalu berdoalah supaya Tuhan menolong kita untuk bisa mengatasi dan mengalahkan kegilaan itu.

And pray so God will help us finding ways to handle and defeat that insanity.

*  *  *  *  *

Saya berterima kasih pada orang tua saya dan orang-orang lain yang telah setia mendoakan saya. Doa-doa kalian telah membawa perubahan dalam diri dan hidup saya.

I thank those who have faithfully prayed for me. Your prayers have brought changes in me and in my life.

Untuk satu orang tersayang; terima kasih untuk dukungan, kesabaran, pengertian, kepercayaan dan doa kamu buat saya. Kamu berkali-kali harus menghadapi perubahan emosi dan sikap saya yang kadang aneh, tapi kamu tidak berhenti menyayangi saya. Ada banyak hal dalam hubungan kita yang bikin saya gelisah tapi sekarang ini dengan doa, saya belajar untuk percaya pada pimpinan Tuhan, untuk bisa menerima kamu dan melihat serta bersyukur bahwa lewat kamu, saya sebetulnya sedang belajar tentang banyak hal baik.

For my loved one; thank you for your support, patience, understanding, trust and prayer for me. You had to deal with my mood swing and my erratic behavior many many times but you never stop loving me. There are a lot of things in our relationship that make me restless but now with prayer, I learn to trust and rely on God’s guidance, to be able to accept you and to see and be grateful that through you, I have actually learn many good things.

No comments:

Post a Comment