Greetings dear readers / salam buat para pembaca

Knowing that I say it better in writing, and I do love writing, I decided to write my experiences and thoughts in this blog so this is my e-diary.

Don't speak Indonesian? No need to worry, it is written both in Indonesian and in English.

Happy Reading, everybody !
__________________________________________

Buat saya mengungkapkan isi hati dan pemikiran lebih gampang dilakukan dalam bentuk tulisan dan karena saya juga senang menulis, saya memutuskan menulis hal-hal yang saya alami dan yang ada dalam pikiran saya dalam blog ini.

Untuk yang tidak bisa berbahasa Indonesia, jangan khawatir, blog ini saya tulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Selamat membaca !

Thursday, June 11, 2015

Cigamea Waterfall

Dari semua air terjun yang berada dalam kawasan Gunung Bunder (Curug Cihurang, Curug Ngumpet 1, Curug Pangeran, Curug Ngumpet 2, Curug Seribu, Curug Cigamea) Curug Cigamea terletak paling ujung, yang paling jauh.


Of all the waterfalls in Gunung Bunder area (there are six waterfalls; Cihurang, Ngumpet 1, Pangeran, Ngumpet 2, Seribu and Cigamea) Cigamea waterfall is the farthest.

Yah, kami pikir kami sudah datang jauh-jauh dan jarang bisa jalan bareng seperti ini masa yang kami datangi air terjun yang paling jaraknya cuma 100 meter. Rugi dong.
* masuknya bayar Rp.7.500/org

From the parking lot, go down through this stair, turned right & you'll get to the entrance gate
Photo courtesy: Aswin
Well, we thought we have come all this way and we rarely could go traveling together like this, why then should we go to a waterfall that is only 100 metre away. Where’s the fun of it?
* entrance fee is Rp.7.500/pax

Photo courtesy: Aswin
Waduh, ternyata jaraknya memang benar-benar jauh..

video

Heck, it is really far..

Jalan menuju air terjun itu harus melalui tangga yang berkelok-kelok, tidak ada reling (relingnya atau pegangan tangga cuma ada di bagian tertentu dan itu juga pendek).. dibeberapa tempat jarak anak tangganya lumayan tinggi dan tanpa reling untuk berpegang.. otot kaki dan persendian terutama yang di lutut harus kerja keras.

Photo courtesy: Aswin
The way to the waterfall is through curvy stairs, no banister (only a short length of it in some part).. in some parts the distance between the stairs are quite high and with no banister to hold on to.. the muscle in the feet and the joints especially on the kneecap have to work double hard.

Photo courtesy: Aswin
Saran saya; pakailah sepatu yang enak untuk dipakai jalan, sebaiknya jangan sandal, dan pilihlah yang solnya tidak licin.

My advice is wear comfortable shoes, better not wear sandals, and choose the ones with no slippery sole.

Saya geleng-geleng kepala melihat beberapa pengunjung wanita memakai selop dan bahkan ada yang bersepatu hak tinggi.

I shook my head seeing few women wore heels slippers and even high-heels shoes.

Saya yang pakai sandal saja sudah termehek-mehek dan malamnya kaki bengkak, ototnya ngilu dan sendi-sendinya sakit sampai saya kira saya tidak akan bisa tidur sepanjang malam.. gimana mereka ya.. mungkin kakinya kaki kayu, otot dan sendinya dari baja.. hehe..

Photo courtesy: Aswin
I who wore sandals have felt like gone through hell and my feet swelled, my muscles were in pain and so did the joints that I thought I would awake all through the night.. I just wondered.. those women must have their legs made of wood, steel muscles and joints.. lol..

Minimalkan isi tas supaya jangan terasa berat ketika harus berjalan naik turun tangga (kecuali kalau anda kuli panggul atau orang yang biasa naik turun gunung dengan membawa ransel segede gaban).


Don’t stuffed your bag with lots of things for it would be heavy to carry walking up and down the stair (unless you are a porter or used to climb mountain while carrying huge backpack).

Kalau perlu malah lebih baik tidak bawa tas. Jaket dan topi bisa dipakai. Botol air minum dipegang saja. Kalau mau bawa makanan, lebih baik makanan ringan saja dan tidak usah banyak supaya bisa masuk dalam kantong plastik kecil.

It would be much better not to bring any bag. You can wear the jacket and hat. Water bottle can be hold. If you want to bring some food, snacks would be better and don’t bring few so it can be put into small plastic bag.

Bawa tongkat atau payung tongkat.. berguna untuk bertumpu ketika naik turun tangga.

Bring walking stick or long handle umbrella.. it can be helpful when you walk up and down the stair.

Umur muda, tidur cukup, lutut yang kuat, tidak ada gangguan pada tekanan darah atau jantung memberi keuntungan.

Young age, get enough sleep, strong knee, no blood pressure or heart problem will benefit you.

Kondisi badan saya memang kurang bagus saat itu, saya capek, saya kurang tidur, saya punya tekanan darah rendah.. ketika mendekati pintu keluar, teman saya kaget melihat muka saya yang pucat sampai dia menyuruh saya untuk duduk dulu.

I wasn’t in my best physical condition at that time, I was tired, I didn’t get enough sleep, I have low blood pressure.. approaching the exit gate, a friend surprised to see my pale face that she told me to sit down for a while.

Saya sendiri merasa baik-baik saja. Saya tidak pusing dan napas saya biasa saja. Cuma kaki dan sendi di lutut yang rasanya ampun-ampunan.

I felt fine. I didn’t have any dizzy and I breathed normally. It was my feet and kneecap joint that felt like hell.

Setelah berjalan kaki melalui rute panjang yang menyiksa itu, ternyata curugnya tidak hebat-hebat banget.

Photo courtesy: Aswin
After took a long torturing walk, the waterfall is not so magnificent.

Curugnya ada dua. Saya tidak tahu yang mana yang Curug Cigamea atau mungkin dua-duanya bernama Curug Cigamea.


There are two waterfalls. I don’t know which one is Cigamea Waterfall or maybe both is Cigamea Waterfall.

Saya tidak ikut turun. Banyak batu dan di jamin pasti licin. Dengan kaki yang sudah gempor begitu, bukan perkara terpleset yang saya khawatirkan.. kalau keseleo gimana yo..

video

I didn’t go down there. There are many stones and it must be slippery. With my feet in not their best condition, it was not about slipping that concerned me.. if I slipped, fell and sprained my ankle.. mm..

Tapi jangan ketawain saya dulu sebelum anda pergi sendiri ke air terjun itu dan merasakan berjalan naik turun melalui tangga tersebut..

Before you laugh on me, you should go to that waterfall and feel how it likes to walk up and down those stairs..

Teman saya yang laki-laki saja mengatakan kakinya gemetaran selama dia menyetir mobil ketika kami kembali ke villa. Waduh, untung saja baru malamnya dia bercerita tentang hal itu. Kalau tidak saya pasti senewen karena saya berada di mobil yang sama.

My friend said his feet trembled when he drove the car back to the villa. Good thing he told us about it at night. I would be nervous if I knew it earlier because I was in the same car.

Tapi dia juga yang berkata “kalau ga begitu, ga ada cerita”

But he was the one who said “or we wouldn’t have anything to tell”

Ya, kenyataannya adalah setiap kali saya mendengar tentang Curug Cigamea, bukan curugnya yang teringat. Penderitaan jalan kakinya, pemandangan selama perjalanan dan serunya pergi bareng bersama teman-teman itulah yang jadi hal untuk diceritakan dan dikenang sepanjang masa.


Yep, the fact is everytime I heard about Cigamea Waterfall, it is not the waterfall itself that came to my mind. The torturing walk, the amazing view all the way and to go there with my friends are indeed become some story to tell and something to remember forever.

2 comments:

  1. Airnya tp g bgitu deras ya mba.... aku suka air terjun.. 2013 kmrn kita kliling jawa dan mampir di bbrp air terjun... seruuu... capek memang, tp worth it bgt dgn apa yg diliat ;).. dan yg paling berkesan, krn jalannya super duper terjal, tp air terjunnya mirip ama niagara sana, itu curug Malela :D... ga rugi ampir pingsan jln kair terjunnya ;p

    ReplyDelete
  2. Hai fanny,tq komennya..

    Iya, cigamea air terjunnya ga deras.. mungkin krn belon musim hujan atau krn penduduk sdh bertambah banyak. banyak air terjun yg sekarang ini debit airnya berkurang. Asal jangan sampai 10-20 thn mendatang pd kering atau alirannya cuma segede lidi.. hehe..

    untung pemandangannya lumayan menghibur mata so yah, ga rugi sudah tergempor-gempor jalan naik turun tangga itu.

    saya juga termasuk penggemar air terjun. mau juga tuh ke curug Malela. kalau kapan-kapan kamu mau jalan2 lagi apalagi kl ke air terjun, ajak2 ya. kamu punya akun facebook? kalau iya, pake nama kamu atau id yg lain?

    ReplyDelete