Greetings dear readers / salam buat para pembaca

Knowing that I say it better in writing, and I do love writing, I decided to write my experiences and thoughts in this blog so this is my e-diary.

Don't speak Indonesian? No need to worry, it is written both in Indonesian and in English.

Happy Reading, everybody !
__________________________________________

Buat saya mengungkapkan isi hati dan pemikiran lebih gampang dilakukan dalam bentuk tulisan dan karena saya juga senang menulis, saya memutuskan menulis hal-hal yang saya alami dan yang ada dalam pikiran saya dalam blog ini.

Untuk yang tidak bisa berbahasa Indonesia, jangan khawatir, blog ini saya tulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Selamat membaca !

Monday, May 16, 2016

Joseph

Bulan ini saya ingin membuat seri tulisan bertemakan “Under Construction”, sedang dibangun.

www.123rf.com
This month I want to make “Under Construction” as theme for my writing.

Berbagai peristiwa yang kita alami setiap hari adalah proses yang membangun diri kita.

The things we have been through everyday is the process that construct us.

Dibangun untuk menjadi lebih baik.

It is meant to make us better.

Saya menemukan orang-orang yang awal hidupnya menunjukkan bagaimana dirinya telah melalui suatu pembangunan besar, yang terjadi tanpa disadarinya.

I discovered some people whose early life have undergone big construction, without them realizing it.

Mereka menginspirasi saya.

They inspired me.

Beberapa dari mereka memiliki kesamaan dengan saya entah dalam sifat atau hal-hal yang dialami dalam hidup.

I found similarities in few of them whether it is in characters or in the things we experienced in life.

*  *  *  *  *

Dia memiliki sepuluh orang kakak dan seorang adik.

He had ten older brothers and a younger brother.

Hubungannya kurang baik dengan sepuluh orang kakaknya itu. Mereka cemburu padanya.

His relationship with his ten brothers was not too good. They were jealous of him.

Diceritakan bahwa dia adalah putra kesayangan ayah mereka. Tidak disebutkan kenapa dia menjadi anak kesayangan, mungkin karena dia adalah putra pertama dari istri kedua ayahnya.

It  is said that he was the apple of his father’s eyes. It is not said why, maybe it is because he was the first son of his father’s second wife.

Ya, ayahnya menikahi dua kakak beradik. Tapi cinta sejatinya adalah untuk sang adik.

Yes, his father married two sisters. However, his true love was for the youngest one.

Hanya saja si adik ini mandul. Mereka menunggu bertahun-tahun sebelum akhirnya anak pertama mereka lahir.

The thing is the youngest one was barren. They waited years to have their first child.

Mereka memberinya nama Yusuf karena Allah telah menghapus aib ibunya.

They named him Joseph because God has taken away his mother’s reproach.

Dia memang terlahir untuk menjadi seorang yang istimewa.

He was indeed born to be a special one.

Tapi mungkin perlakuan ayahnya yang mengistimewakannya mungkin membuatnya menjadi seorang yang besar kepala.

But probably having treated as the special kid by his father made him became over confident.

Sampailah pada hari itu ketika dia memimpikan dua mimpi aneh yang menggambarkan bahwa dirinya lebih istimewa dari saudara-saudaranya yang lain.

Until came the day when he dreamt two weird dreams that described him as the special one among his brothers.

Entah karena besar kepalanya itu atau murni karena keluguannya, dia menceritakan mimpi-mimpinya itu pada kakak-kakak dan juga pada ayah mereka.

www.fineart-china.com
Whether it was urged by his over confident or pure naivety, he told his brothers and to their father as well about those dreams.

Tingkat cemburu kakak-kakaknya mencapai puncaknya, hal itu berubah menjadi kebencian.

His brothers’s jealousy had reached its top that it changed into hatred.

Kebencian adalah bom waktu yang menunggu untuk meledak.

Hatred is a time bomb waiting to explode.

Ketika bom itu meledak, semua adalah awal dari pembangunan atas diri Yusuf.

When the bomb exploded, it was the beginning of construction on Joseph.

Dia memang sudah ditakdirkan untuk memainkan peranan besar dan penting untuk menyelamatkan tidak hanya keluarganya tapi juga bangsanya..

He was indeed destined to play big and important role to save not only his family but also his nation..

Pada saat itu dia tidak mengetahui bahwa untuk dapat menjalankan peran sebesar dan sepenting itu dia harus dipersiapkan, dirinya yang lama dengan segala sifat serta kepribadiannya harus dirubuhkan dan dibangun kembali seorang Yusuf yang baru.

At that time he didn’t know that enable to play a role as big and as important as that one he first had to be prepared, his old self with all the characters and personality had to be torn down and constructed as new Joseph.

Yang pertama yang harus dibuang adalah rasa bangga dan kuat karena dibesarkan oleh seorang ayah yang kaya dan mengistimewakannya diantara saudara-saudaranya.

The first to go was his pride and ego for being raised by a wealthy father whom treated him with more affection than toward his brothers.

Pembangunan dirinya yang baru dimulai dengan ketika dia di jual oleh saudara-saudaranya kepada pedagang budak dan dibawa ke negeri asing dimana dia, dari anak seorang kaya yang selalu diistimewakan, dijadikan pelayan.

The beginning of his new self construction took place when he was sold by his brothers to a trader and taken to a foreign country where he, the son of a wealthy man who always treated with great affection, was made as servant.

Ketika hidupnya mulai menjadi sedikit enak karena Tuhan membuat dirinya sukses dalam pekerjaan, mungkin dalam dirinya timbul rasa kuat dan bangga, mungkin dia menganggap keberhasilan dan pekerjaannya sebagai pegangan..

When life eased a little bit for him as God made him succeed in his job, maybe it brought to him the superiority feelings and pride, maybe he took his success and his job as things to rely on..

Bukan itu yang Tuhan inginkan..

That was not what God intended..

Jadi keberhasilan, kemapanan dan kebanggaan itu.. pilar-pilar ego tersebut diambil semua dari Yusuf.

www.123rf.com
So the success, stability and pride.. those ego pillars were all taken from Joseph.

Fitnah dari seseorang tidak hanya membuatnya kehilangan pekerjaan, fitnah itu melemparkannya ke penjara.

Somebody’s slander had not only made him lost the job, it threw him to prison.

Adakah yang lebih menyakitkan dari itu?

Is there anything hurtful than that?

Dia telah dijadikan budak, menjadi pelayan di suatu negeri asing.. dia, seorang anak orang kaya.. dia, seorang yang selalu diistimewakan oleh orang tuanya terutama oleh ayahnya.

He was made a slave, a servant in a foreign country.. he, son of a wealthy man.. he, who was the apple of his parents’s eyes, especially his father.

Itu saja sudah merupakan suatu penghinaan karena dia demikian direndahkan.

It was already a great insult for him to be degraded that low.

Lalu ketika dia telah menjadi sukses, dipercaya dan dikasihi oleh majikannya.. dia terlempar ke tempat yang bahkan jauh lebih rendah lagi.

Just when he was succeed, trusted and loved by his master.. he found himself thrown into a more lower place.

Penjara.

Prison.

Dia difitnah. Dia tidak melakukan apa yang dituduhkan kepadanya. Tapi tidak seorang pun mau mendengarnya. Tidak ada yang percaya padanya. Mereka mengatakan dia bersalah dan melemparkannya ke penjara lalu meninggalkannya disana selama bertahun-tahun.

www.123rf.com
He was slandered. He didn’t commit the crime charged on him. But nobody listened to him. No one believed him. They said he was guilty and threw him to prison and left him there for years.

Adakah yang tersisa baginya?

Was there anything left for him?

Dia tidak memiliki apa-apa lagi yang dapat dibanggakan atau diandalkannya.

He had nothing he could be proud of or relied on.

Dia bahkan seperti tidak memiliki masa depan lagi.

It looked even like he didn’t have any future.

Itulah saat sifat serta kepribadiannya yang lama dirubuhkan.

It was the time when his old characters and personality were torn down.

Itulah yang Tuhan inginkan; supaya kebanggaan dan kepercayaan dirinya tidak lagi ditaruhkan atas dirinya atau pada kepintaran, kekayaan, pekerjaan, jabatan, koneksi atau pada hal-hal lain.

It was what God wanted; to make his pride and confident were no longer became the things he relied on nor on his brain, wealth, job, position or on other things.

Hanya pada Tuhan dia harus mempercayakan dirinya.

Only on God must he relied on.

Hanya pada Tuhan dia harus percaya.

He must put his trust only on God.

Ketika Tuhan melihat Yusuf yang baru sudah terbentuk, Dia pun menciptakan suatu peristiwa yang membuatnya dibebaskan dari penjara.

When God saw the new Joseph has been constructed, He made up something to free him from prison.

Tidak hanya itu, Tuhan mewujudkan rencanaNya untuk menyelamatkan tidak hanya keluarga Yusuf tapi juga bangsanya.

Not just that, God fulfilled His plan to save not just Joseph’s family but also his nation.

Yusuf tidak hanya dibebaskan dari penjara, dia dijadikan orang kedua yang berkuasa di negeri asing itu, dia menjadi kaya raya, dia menikah dan berkeluarga.

Joseph was not only freed from prison, he became the second ruler in that foreign country, he became a wealthy man, he got married and raised his family.

Lalu dia dipertemukan kembali dengan ayah serta saudara-saudaranya.

www.lightandperfection.wordpress.com
Later he was reunited with his father and his brothers.

Ketika masa kemarau panjang datang dia pun memainkan peran besar dan penting menyelamatkan tidak hanya keluarganya tapi juga banyak orang, banyak bangsa.

In the time when long draught strike he played big and important role to save not only his family but also many people, many nations.

*  *  *  *  *

“Masih ingat waktu kamu cerita ke saya soal orang di kantor yang karena mules lalu pulang lagi dan menyerahkan tugas serta tanggung jawabnya untuk melakukan survey ke orang lain” Andre tersenyum sambil menatap saya.

“Do you remember telling me about somebody in the office who because of stomache put her duty along with her responsibility to do the survey to other people” Andre smiled as he stared at me.

“Ya” saya bertanya-tanya kemana arah pertanyaan ini. Dia baru saja selesai membaca tulisan ini, yang pada waktu itu masih berbentuk draft, dan setelah diam sejenak, dia mengajukan pertanyaan tidak terduga ini.

“Yes” I wondered where that question led to. He was just finished reading this writing, which at that time was still a draft, and after went quiet for a while he shot this unexpected question.

“Saya masih ingat bagaimana sewotnya kamu waktu itu” dia nyengir “Karena kamu teringat saat kamu diare dan dalam keadaan belum sembuh, dengan badan lemas, keringat dingin, perut mulas, kejang di perut, jalan sampai harus dipapah oleh ayahmu.. kamu memaksa untuk tetap masuk kantor karena kamu tahu ada pekerjaan yang harus kamu kerjakan dan karena kamu tidak mau lari dari apa yang menjadi tanggung jawabmu”

“I can recall who upset you were at that time” he grinned “Because you were reminded to the time when you had diarrhea and you forced yourself to work while your unrecovered body had fatigue, cold sweat, stomache, stomach cramp, walk with the help of your dad because you knew you had work to do and wouldn’t take off your responsibility”

Saya mengangkat bahu. Itu kenangan yang pahit.

I shrugged off. It was a bitter memory.

“Kamu dibayar lebih rendah dari dia, kamu bekerja lebih keras dari dia, kamu lebih sering menerima teguran, kritikan, omelan dan hinaan” Andre meraih saya ke dalam pelukannya “Kamu menerima hormat, pengakuan dan penghargaan paling sedikit”

“You get paid less than her, you work harder than her, you get more reprimand, critics, yelling and insult” Andre embraced me “You get less respect, recognition and appreciation”

Saya bergelung nyaman dalam pelukannya. Aman. Tentram.

I lingered comfortably in his embrace. Safe. Peaceful.

“Tahukah kamu kalau kamu ini adalah Yusuf?” Andre menunduk dan menatap mata saya.

“Do you know that you are Joseph?” Andre bowed down and looked me in the eye.

“Ah, di mata mereka di situ saya cuma alas kaki. Pembuat onar, manusia berdosa yang tidak akan sampai ke surga karena murtad, ibadah saja harus dipaksa, dibujuk dan diingetin, orang yang memaki pekerjaan untuk Tuhan sebagai ‘damn file’, manusia judes yang ada saja kesalahan yang dibuatnya” saya tertawa.

“Ah, in their eyes I am just a doormat. Trouble maker, sinful person who will never go to heaven, who has to be told, persuade and reminded to attend the service, who called the work for God as ‘damn file’, a nasty person who always makes mistake” I laughed.

“Itu kata mereka, pemikiran mereka” Andre berkata tegas “Bukan kata Tuhan”.

“That is what they say, it is their thinking” Andre spoke his words firmly “Not God’s”.

“Apa bedanya? Mereka toh mungkin menganggap suara mereka sebagai suara Tuhan, bicara atas nama Tuhan”

“What different does it make? They think their voice as God’s, they speak on behalf of God”

“Tuhan yang asli, sayang” Andre mencubit hidung saya “Bukan mereka”

“The real God, hun” Andre pinched my nose “Not them”

“Tuhan yang asli memperlihatkan kepada saya seperti apa diri saya” berpikir tentang Tuhan membuat saya menjadi tenang “Dia menghargai saya. Dia mengoreksi saya tapi Dia tetap menghormati, menghargai serta mengakui hal-hal baik dalam diri saya, upaya saya, perubahan yang terjadi dalam diri saya dan pencapaian saya. Dia tidak pernah mengatakan Terima kasih untuk kerja samanya"


“The real of God shows me my true color” thinking about God calmed me down “He appreciates me. He corrects me but He respects, appreciates and recognizes the good things in me, the change in me along with the achievement I made. He never says Thank you for your cooperation

“Kalau begitu, peganglah kepercayaanmu pada Tuhan yang asli itu” Andre kelihatan bersungguh-sungguh “Dia menjadikan kamu sebagai dirimu. Ya, Dia membentuk, mengoreksi dan membangun kamu tapi Dia tetap menerima kamu apa adanya dirimu tidak peduli seaneh apa pun dirimu. PenilaianNya tidak dangkal, terbukti Dia tidak tersinggung ketika selembar kertas itu kamu sebut sebagai ‘damn file’, Dia tidak murka ketika kamu merasa tidak ingin ibadah dan kamu menolak untuk berpura-pura menjadi jemaat yang baik, saleh dan taat beribadah. Bukankah yang merasa tersinggung dan terganggu itu adalah manusia?”

“So stick your faith on that real God” Andre looked serious “He made you as you. Yes, He formed, corrected and constructed you but He still accept you the way you are no matter how weird you are. His doesn’t make shallow judgement, it can be seen how He did not get offended when you called that piece of paper as ‘damn file’, His wrath didn’t fall upon you when you felt you didn’t want to attend the service and you refuse to pretend as a good, righteous and faithful congragetion. It is people who got offended and bothered, right?”

Saya tersenyum. Dia benar.

I smiled. He is right.

“Manusia memiliki banyak hal-hal tersembunyi” dia mengelus kepala saya “Tapi Tuhan tidak. Yang Dia inginkan adalah kita menjadi lebih baik dan segala hal yang kita alami adalah caraNya untuk membangun kita. Segala pengalaman kamu membuat kamu menjadi lebih kritis, matamu jadi lebih tajam karena sekarang kamu bisa melihat apa yang dulu tidak kamu lihat, kamu bisa membedakan mana yang datang dari Tuhan dan mana yang bukan, kamu bisa mengetahui orang-orang mana yang memiliki Roh Tuhan dalam dirinya, kamu tidak lagi gampang dikelabui dengan apa yang mereka tampilkan”

“People have many hidden agenda” he caressed my head “God doesn’t. He wants us to be better and the things we experience are His way to construct us. Your experiences have made you more critical, your eyes are sharper as you now can see what was hidden from your sight, you can tell which comes from God and which one that is not, you can tell who have God’s spirit within him/her, you are not easily fooled by what people show you”

Saya menyimak setiap kata, merenungkannya.

I listened intensely, giving each of those words a deep thought.

“Kamu memang berbeda” Andre menatap saya “Karena Tuhan memang menginginkan kamu demikian. Kamu bukan mereka. Kamu tidak akan pernah menjadi seperti mereka. Kamu bukan bagian dari mereka walaupun selama hampir lima tahun ini kamu berada di antara mereka”

“You are different” Andre stared at me “Because God wants you to be that way. You are not them. You will never be like them. You are not one of them though for nearly five years you are among them”

“Sama seperti Yusuf. Dia bukanlah saudara-saudaranya sekali pun mereka memiliki ayah yang sama. Yusuf terlahir untuk menjadi dirinya, ditakdirkan untuk menjalani suatu peran yang besar dan dibangun oleh Tuhan untuk menjalani peran itu”

“Just like Joseph. He was not his brothers though they had same father. Joseph was born to be himself, destined to play a big role and constructed by God to carry that role”

Lengan-lengannya yang besar itu memeluk saya erat.

His big arms held me tightly.

“Waktulah yang akan memperlihatkan peran apa yang Tuhan telah tetapkan untuk kamu dan kenapa dia menjadikan kamu sebagai diri kamu ini; yang spontan, judes, impulsif, tidak bisa berpura-pura, tidak ragu memaki, berani, berkemauan keras, punya komitmen kuat untuk apa yang telah menjadi tanggung jawabmu, seorang yang tulus, pemarah tapi mudah memaafkan, kelihatannya kasar tapi sebetulnya seorang penyayang yang lembut hati” dia tersenyum.

www.quotesgram.com
“Time will show what role God has set for you to carry and why He let you be yourself; spontaneous, nasty, impulsive, unpretentious, unhesitate to cuss, courageous, strong willed, committed on what have become your responsibility and somebody who is sincere, short tempered but easily forgives, rough but actually is a loving person with a gentle heart” he smiled.

Saya ikut tersenyum mendengarnya.

It made me smiled.

“Suatu hari nanti mereka akan melihat pekerjaan-pekerjaan besar yang Tuhan kerjakan lewat diri kamu” sambungnya “Jadi pandanglah Tuhan yang asli itu”

“One day they will see the great work God do through you” he continued “So keep your eyes on that real God”

Dia menunduk, mencium saya dan berbisik “Saya bersyukur karena Dia mengembalikan kamu pada saya”

He bowed, kissed me and whispered “I am thankful because He brought you back to me”

*  *  *  *  *

Ayat referensi: Kejadian 29-30; 37, 39-47

Reference versesGenesis 29-30; 37, 39-47

No comments:

Post a Comment