Greetings dear readers / salam buat para pembaca

Knowing that I say it better in writing, and I do love writing, I decided to write my experiences and thoughts in this blog so this is my e-diary.

Don't speak Indonesian? No need to worry, it is written both in Indonesian and in English.

Happy Reading, everybody !
__________________________________________

Buat saya mengungkapkan isi hati dan pemikiran lebih gampang dilakukan dalam bentuk tulisan dan karena saya juga senang menulis, saya memutuskan menulis hal-hal yang saya alami dan yang ada dalam pikiran saya dalam blog ini.

Untuk yang tidak bisa berbahasa Indonesia, jangan khawatir, blog ini saya tulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Selamat membaca !

Thursday, June 26, 2014

Paint and Brush

Komputer.. kamera.. cat dan kuas.

Computer.. camera.. paint and brush.

Enak juga sekali-sekali beralih dari komputer dan kamera ke cat dan kuas.


A nice change from computer and camera to paint and brush.

Dari sehari-hari menjadi seorang tenaga administrasi yang selalu rapi, bersih dan wangi dalam ruang kerjanya yang sejuk oleh pendingin ruangan..

From being a neat, clean and smells good administrator in her nice cooled by aircondition office..

Dari kamera yang menjadi alat untuk menyalurkan hobi memotret..

From having camera to satisfy my photography hoby..

Hari Selasa (24/6) saya bangun jam 7 pagi. Sarapan. Lalu tanpa mandi langsung mengosongkan lemari berisi piring, gelas dan segala macam benda lainnya, menggesernya bersama ayah saya, meja makan serta dua meja juga di geser..


I got up at 7 am on Tuesday (June 24th). Had breakfast. After that without taking a bath I took out plates, glasses and other stuff from the cabinet, with my father, we pulled it, we also did that to the dining table and another two tables.

Saya dan ayah saya sudah merencanakannya. Kami akan mengecat rumah.

My father and I have planned it. We would paint the house.

Rumah yang dibeli tahun 1998 ini harusnya sudah di renovasi sejak 10 tahun lalu. Tapi yah, manusia berencana.. kenyataan tidak selalu berjalan sesuai dengan rencana..

2000.. when the house was still in good condition & we had a car

The house was bought in 1998 and it should have been renovated since 10 years ago. But well, it was the plan.. reality doesn’t always go accordingly with the plan..

Untuk membetulkan atap yang bocor pun kami harus menunggu sampai Tuhan mengirimkan dana. Itu pun masih kurang sehingga uang celengan saya pun terpakai.

Let alone renovating the house, we had to wait for God to send the money before we could fix the leaking roof. It was not enough so I had to take my piggy bank money to cover the rest of the cost.

Tahun ini perbaikan atap tidak bisa di tunda lagi. Bocornya makin parah. Dan yang lebih mengerikan adalah ada bagian atap yang sudah melengkung turun. Bisa rubuh kalau tidak cepat dibetulkan.

This year we couldn’t postpone the roof repairment anylonger because the leaking was got worst. Another scary thing is there was part of the roof which was sliding and it would fall down if we didn’t repair it.

Selain itu saya juga sudah lama ingin rumah di cat. Temboknya belang bentong. Jujur saja, saya malu betul kalau ada yang datang ke rumah. Karena rumah itu yang paling butut, paling buluk di blok saya. Cuaca serta rayap pelan-pelan merubah rumah yang dulu sangat bagus menjadi butut dan buluk.

Apart from that I have been wanting for the house to be painted. The wall is like a graffiti of many abstract painting. To be honest, I am so ashamed when people came to my house. Because it is the most rotten house in my block. The weather and termite have slowly turned what once a beautiful house into a rotten one.

Uang adalah masalah utama.

Money is the main issue.

Saya pernah menjadi orang yang punya pekerjaan yang memberi saya kenyamanan dalam hal finansial. Tapi kemudian datang masa ketika semuanya itu habis. Lalu enam tahun saya bekerja dengan gaji di bawah gaji pembantu dan tiga tahun terakhir ini gaji pokok saya sama dengan gaji OB kami yang baru. Sampai saya harus cari kerja sambilan untuk menopang kehidupan saya dan orang tua saya.

There were times when I lived comfortably out of a job that enabled me to have such a life. But then came the time when everything was gone. For six years I had to work on jobs that paid me less than a house maid’s salary and in the past three years my basic salary amount was same with our new OB salary. I had to work double jobs to be able to support me and my parents.

Sembilan tahun..

Nine years..

Tahun ini segalanya menjadi baik. Lebih baik dari yang bisa kami bayangkan.

Things got better this year. More than what we could have imagined.

Saya menerima kejutan. Kenaikan gaji yang di rapel selama hampir setahun setengah!

I have got a surprise. The office paid me almost one and a half year of salary raised.

“Nah Ke, kamu bisa beli deh apa yang kamu mau” kata senior saya di bagian akunting saat dia menyerahkan uang itu.

“There you go, Keke, you can buy anything you want” said my senior in accounting department when he gave me the money.

Yang terpikir oleh saya hanya satu “Oh, saya mau beli cat, pak!” seru saya “Saya mau ngecat rumah”

There was only one thing came to my mind “Oh, I want to buy the paint, sir!” I exclaimed “I want to paint my house”

Sampai di rumah, sambil tersenyum lebar saya menyerahkan amplop berisi uang itu pada ayah saya. Dia kaget. Tapi kemudian dipegangnya amplop itu, bersyukur pada Tuhan dengan seluruh isi hatinya.

Once I got home, smiling broadly, I gave the envelope with that money inside to my father. He was so surprised. But then he hold it, saying his thankful to God with all of his heart.

Sembilan tahun berada di puncak kesulitan..

Nine years spent on the peak of hardship..

Semua sudah berakhir. Sudah berlalu. Ruang tamu yang bersih setelah kami cat menjadi tanda sebuah awal yang baru, hari-hari kebahagiaan telah datang..

at 6 pm. the wall has been painted & the things have been put back to their places
 It is all behind us now. It has become a past. The clean livingroom after we painted it is a sign of a new beginning, the happy days have come..

Saya dan ayah saya memutuskan untuk mengecat sendiri karena kalau kami mengupahi orang.. waduh, tukang cat itu tidak murah.. cat sekaleng seukuran tiga kilo saja harganya hampir sembilan puluh ribu. Untuk mengecat satu ruang tamu saja menghabiskan hampir dua kaleng cat.

I painted the wall head height, my father painted the top
My father and I decided to do the painting work by ourselves because if we hired people to do that.. man, it is not cheap.. the price for a can of three kilos paint is almost ninety thousand rupiah. We have used almost two cans of paint to paint the livingroom.

Kalau pakai tukang cat.. buset, berapa banyak jadinya?

If we hire a worker to paint it.. geez, how much would it cost us?

Mengecat itu menyenangkan kok. Jadi biar pun dari jam 8 pagi sampai jam 6 sore saya dan ayah saya sibuk menggeser-mengeluarkan-memasukkan barang-barang, mengecat, ditambah saya harus menyapu serta mengepel lantai.. kami berdua melakukannya dengan gembira.

inspector doggie; ".. everything looks okay. carry on"
Well, it is fun to paint the house. So though my father and I have been busy from 8 am to 6 pm, removing-taking out-taking in so many things and I had to sweep and mopped the floor.. we did all the work happily.

Capeknya minta ampun. Tapi kami semua puas melihat tembok ruangan yang cling.


We were so damn tired. But we are satisfy to see the wall is shining.

Bulan Juli saya akan ambil cuti dan kali ini saya tidak akan traveling karena satu hari itu akan dikhususkan untuk mengecat kamar ibu saya dan tembok luar.

I am going to take a leave in July and this time I won’t be making any traveling because I planned the day to be spent by paint my mother’s room and the front wall of the house.

Sembilan tahun dalam masa-masa sulit telah mengajarkan dan menanamkan banyak hal baik.

Nine years spent in hardship have taught and instilled so many good things.

Kesabaran, ketabahan, bersyukur dan untuk tidak melepaskan harapan serta impian sekalipun keadaan demikian buruk.

Patience, endurance, gratefulness and to never let go the hope and dreams though everything looks so bad.

Ada banyak harapan dan impian yang kami miliki..

We have many hopes and dreams..

Dari yang paling sederhana sampai yang paling luar biasa.

From the simpliest ones to the most extra ordinary.

Enam bulan telah lewat dari tahun 2014 dan saya telah melihat beberapa harapan serta impian dari yang sederhana sampai yang luar biasa terwujud.

Six months have passed in 2014 and I have seen few hopes and dreams from the simpliest to the extra ordinary have come true.

Satu diantaranya adalah memperbaiki dan mengecat rumah ini.

One of them is to fix and paint this house.

Menunggu sembilan tahun sebelum keinginan, harapan, rencana dan impian itu benar-benar terwujud.

To have to wait nine years for that wish, hope, plan and dream to really come into reality.

Tidak pernah terbayangkan bahwa kami harus menunggu sembilan tahun sebelum akhirnya keinginan yang amat sederhana itu bisa terwujud..

Never did it cross my mind that we had to wait nine years for a very simple wish to come true..

Saya hanya sangat bersyukur dan amat sangat berbahagia karena akhirnya penantian yang panjang itu berakhir..

I am just so thankful and so very happy the long waiting has finally ended..

Cat dan kuas menandakan kemenangan.

Paint and brush are victory sign.

No comments:

Post a Comment