Greetings dear readers / salam buat para pembaca

Knowing that I say it better in writing, and I do love writing, I decided to write my experiences and thoughts in this blog so this is my e-diary.

Don't speak Indonesian? No need to worry, it is written both in Indonesian and in English.

Happy Reading, everybody !
__________________________________________

Buat saya mengungkapkan isi hati dan pemikiran lebih gampang dilakukan dalam bentuk tulisan dan karena saya juga senang menulis, saya memutuskan menulis hal-hal yang saya alami dan yang ada dalam pikiran saya dalam blog ini.

Untuk yang tidak bisa berbahasa Indonesia, jangan khawatir, blog ini saya tulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Selamat membaca !

Sunday, August 28, 2016

A Life of Peace

Sehat, Gembira & Cantik

Ini judulnya terinspirasi dari status sendiri.

The title is inspired from my own status.

Status ini pertama kalinya saya taruh di whatsapp sewaktu saya ultah. Waktu itu baru kira-kira dua bulan saya sembuh diare yang parahnya minta ampun sampai dalam waktu kurang dari tiga minggu berat badan saya turun enam kilo.

I put this status for the first time on whatsapp on my birthday. About two months have passed after I had that awful diarrhea that made me lost six kilos in less than three weeks.

Sakitnya tiga minggu. Memulihkan badan perlu lebih dari minggu.

I was ill for three weeks. Took more than three weeks to recover.

Dua bulan yang menguras emosi, mental dan fisik jadi sewaktu saya ulang tahun, saya dan orang-orang tersayang melihatnya tidak hanya sebagai ulang tahun tapi lebih sebagai ucapan syukur.

It really drained me emotionally, mentally and physically in those two months so when I had my birthday, I along with my loved ones saw it not just as birthday, it was more like a thanks giving.

Teman-teman terdekat yang bertemu dengan saya atau melihat foto saya setelah saya sakit pada kaget karena mereka kan tahunya saya ini dulunya gendut.


Some closed friends were surprised when they met me or saw my photos after I recovered because they knew me chubby.

Well, penampilan urusan belakangan, yang penting saya sudah sembuh dan tiga minggu yang menakutkan itu sudah terlewati.

Well, appearance is not the most important thing, I have recovered that’s what mattered and those horrible three weeks were behind me now.

*  *  *  *  *

Mendekati akhir bulan Juli saya mulai memikirkan tema apa yang akan saya pilih untuk bulan Juli-Agustus.

As July was drew to its close I started to think what theme would I pick for July-August.

Tanggal 30 Juli saya sedang melihat-lihat foto profil serta status whatsapp saya. Setelah empat bulan sembuh, muka saya tidak lagi kelihatan seperti orang sakit dan kekuatan fisik saya juga sudah kembali normal. Walaupun saya sedang menghadapi berbagai hal yang mengganggu ketentraman hati tapi saya tetap mencantumkan status Sehat, Gembira & Cantik.

I was looking at my whatsapp profile and status on July 30th. I have recovered for four months, I don’t look like an ill person anymore and my physic has completely back to normal. Though I am facing many things that bothered me but it doesn’t deter me to put Healthy, Happy & Beautiful as my status.


Kemudian saya berpikir apa sih sebetulnya arti kesehatan, kebahagiaan dan kecantikan itu?

Then I thought what do health, happiness and beauty reall mean?

Seperti apakah definisi kita tentang kesehatan, kebahagiaan dan kecantikan?

What is our definition about health, happiness and beauty?

Apakah itu mencakup hanya secara lahiriah?

Does it just the outwardly?

Sampai dititik manakah kita bisa menganggap diri sehat, bahagia dan cantik?

Up to what point can we consider we are healthy, happy and beautiful?

Ting!.. saya pun menemukan tema buat tulisan saya di bulan Agustus. Ilustrasinya akan saya pakai pengalaman-pengalaman saya atau pengalaman orang lain serta hal-hal yang saya lihat atau dengar..

Voila!.. I found the theme for my writing in August. I will use my experiences or other people’s experience along with the things I saw or heard as the illustration..

*  *  *  *  *

Ada empat minggu di bulan Agustus jadi masing-masing topik akan mendapat jatah seminggu. Minggu terakhir akan saya isi dengan kesimpulan dari tulisan-tulisan saya selama tiga minggu itu.

August has four weeks so each topic will get a week. For the last week I will write the summary of my writings in those three weeks.

Dari tanggal 1 sampai 12 Agustus postingan saya mengambil tema Kebahagiaan. Jadi seminggu berikutnya temanya berganti menjadi;

The theme for my posts on 1st to 12th August was about Happiness. So for the next one week the theme will be changed to;

Kesehatan..

Health..

Kenapa saya taruh tema Kebahagiaan lebih awal baru kemudian Kesehatan? Padahal kalau mengikuti urutan dari status whatsapp (yang menginspirasi tema untuk bulan Agustus ini) harusnya kan mulai dari Kesehatan dulu.

Why did I put Happiness as the opening theme and not Health? Seeing from my whatsapp status (which inspired me to make it as August theme) it Health should come first.

Karena orang boleh saja sehat, kaya, pintar, berhasil, tampan, cantik, punya jabatan tinggi di kantor, gelar sarjananya mulai dari S1 sampai S10, punya rumah besar, pembantu ada selusin, tidur di kasur yang harganya jeti-jeti tapi hatinya tidak bahagia, tidak ada kedamaian dalam dirinya hingga akhirnya di rumah, di kantor, di tempat ibadah, di mana saja dia menciptakan ketidakdamaian sampai hubungannya dengan orang-orang disekitarnya jadi tegang, dari yang damai jadi berantem, persahabatan berakhir dengan permusuhan, orang ogah dekat-dekat sama dia, semua bergembira dan bersyukur kalau dia tidak ada, menyedihkan bahwa umurnya masih panjang tapi sudah didoain mudah-mudahan cepat mati, sukur-sukur kalau tidak pernah ngalamin digampar atau dibacok sama karyawannya, sopirnya atau pembantunya.


Somebody maybe healthy, rich, smart, success, handsome, pretty, holds high position at work, has a long academic title, owns big house, has a dozen of maids, sleeps on millions of dollar mattress but still feels unhappy, there’s no peace in that person that he/she creates restlessness at home, at work, at worship place, creating tense relationship or quarrel with the people around him/her, turn friends into enemies, people can’t stand to be around that person, they are happy and thankful whenever he/she is not around, it is sad that sometimes while the person is still very much alive but people already wished him/her dead, and would be lucky never be hit or attack by his/her employees, driver or maid.

Itu sebabnya saya menempatkan Kebahagiaan di urutan pertama dari tema tulisan di bulan Agustus ini.

That is why I put Happiness first for the theme of my writing in August.

*  *  *  *  *

Mens Sana in Corpore Sano

Ungkapan di atas itu lumayan terkenal di dunia olahraga.

The above saying is quite popular in sport.

A Healthy Mind in a Healthy Body

Itu terjemahan dalam bahasa Inggrisnya ‘Pikiran yang sehat dalam tubuh yang sehat’.

That’s the meaning in English.

Kalimat yang sering dihubungkan dengan olahraga itu sebenarnya diambil dari puisi seorang Romawi bernama Juvenal.

That proverb that has been oftenly connected to sport is actually taken from a poem written by a Roman named Juvenal.

Juvenal tidak sedang berpikir mengenai mengenai pentingnya hidup sehat atau olahraga ketika dia menulis puisi tersebut.

The importance of living healthy or sport were not in Juvenal’s mind when he wrote that poem.

Karena tidak ada satu pun indikasi yang mengarah ke himbauan untuk hidup sehat atau untuk rajin berolahraga.

Because there is not anything indicate to a suggestion of healthy living or doing exercise regularly.

Yang tersirat melalui kata-kata itu justru menggambarkan Juvenal mungkin hidup di masa ketika bangsanya hidup berfoya-foya, santai, bermalas-malasan, konsumtif, materialistis, mengumbar ego tapi pengecut, bermental tempe, tidak memiliki kebijaksanaan, ketulusan atau kebaikan.

You should pray for a healthy mind in a healthy body.
Ask for a stout heart that has no fear of death,
and deems length of days the least of Nature’s gifts
that can endure anykind of toil,
that knows neither wrath nor desire and thinks
the woes and hard labors of Hercules better than
the loves and banquets and downy cushions of Sardanapalus.
What I commend to you, you can give to yourself;
For assuredly, the only road to a life of peace is virtue.
–Roman poet Juvenal (10.356-64)
(source: http://www.drpribut.com)

The words gives the picture that Juvenal probably lived at the time when his people lived extravagantly, laid back, lazy, consumptive, materialist, ego was the rule of the game but the mentality were cowardness, meek, had no wisdom, sincerity nor kindness.

Juvenal sepertinya muak dengan semua itu sehingga lewat puisinya dia menyindir dan mengolok-olok sikon serta orang-orang yang hidup atau bermental seperti demikian.

It seems Juvenal was sick of it so in his satirical poem he mocked the situation and the people who lived or had mentality as it mentioned in the poem.

Tapi orang hanya memperhatikan paragraph pertama mengenai kesehatan pikiran dalam tubuh yang sehat.

But people gave attention only to the first paragraph about healthy mind in a healthy body.

Padahal lewat paragraf pembuka itu saja sudah jelas tergambar sebal dan muaknya Juvenal pada sikon dan manusia-manusia disekitarnya.

Where infact that opening paragraph has clearly pictured how Juvenal felt so upset and sick of the situation and the people around him.

Berdoa dong supaya kamu dikasih pikiran yang sehat karena apa gunanya punya badan yang sehat tapi pikiran didalamnya sama sekali tidak sehat.

Pray that you are granted with healthy mind because what good it is to have a healthy body but there’s no healthy mind in it.

Begitulah kira-kira yang mau disampaikan oleh Juvenal lewat paragraf pertama tersebut.

That is the message Juvenal wanted to say through the first paragraph.

*  *  *  *  *

Manusia cenderung fokus pada tampilan luar.

People tend to focus on outward appearance.

Manusia mengatur penampilannya supaya tampak rapi, bersih, wangi, sehat, gagah, cantik, menarik dan menjaga supaya kelakuannya manis, sopan, lemah lembut, santun, religius, baik.. pokoke.. kinclong, mengesankan, sempurna, tidak bercela.

People set their appearance to look neat, clean, smells good, healthy, dashing, beautiful, interesting and keep their attitude to be sweet, polite, gentle, good mannered, religious, kind.. in general.. shining, impressive, perfect, no stain.

Kenapa manusia mau berepot-repot seperti itu? Bahkan tidak jarang sampai harus berkorban keluar uang banyak, waktu dan tenaga. Kalau perlu malah perasaan orang lain serta persahabatan pun ikut dikorbankan.

Why do they want to take all the trouble to be like that? Sometimes they have to make sacrifice either by spending lots of money, time and energy. Other people’s feelings and friendship may also be sacrificed.

Semua itu karena manusia memiliki kebutuhan yang amat besar untuk diakui, dikagumi, dihormati, dipuja.. belum lagi kebutuhan lain dari sisi ekonomi atau politik.

All because people have big needs to be acknowledged, to be admired, to be respected, to be worshipped.. not to mention the economical or political needs.

Dan tentu saja hal-hal itu adalah benar di mata mereka.

And  it is surely those things are right in their sight.

Tidak peduli untuk mendapatkan atau mencapainya membuat mereka menganggap dan memperlakukan kegelapan sebagai kebenaran dan hitam sebagai putih.

They don’t care if in order to get or achieve it they have to see or treat darkness as truth, black as white.

*  *  *  *  *

Dipostingan saya sebelumnya (Body and Mind) saya menulis tentang paragraf pertama dari puisi Juvenal dan mengambil contoh dari pengalaman saya dengan mantan teman kost saya.

Roman poet, Juvenal - www.nndb.com
I wrote about the first paragraph in Juvenal’s poem in my previous post (Body and Mind) and took my experience with a former housemate.

Dari luar teman kost saya itu terlihat memiliki kehidupan serta kepribadian yang baik, religius malah.

My former housemate looked like somebody who had a good life and good personality, even looked like a religious one.

Satu peristiwa terjadi (yang saya jadikan ilustrasi dipostingan Body and Mind) memperlihatkan bahwa segala yang terlihat dari luar, semua yang dia tampilkan ternyata amat sangat berkebalikan dengan kondisi asli yang ada dalam pengertian, pikiran, kedewasaan mentalitas serta kerohaniannya.

One incident (I have put it as illustration in Body and Mind) occurred which showed everything seen outward, things that she showed the world was actually so different with the real one in her understanding, mind, mentality and spiritual maturity.

Ya, boleh-boleh saja menjaga penampilan dan sikap asal jangan hal itu dipakai untuk menipu mata manusia.

Fine, it’s okay to have good appearance and manner as long as it is not used to fool people’s eyes.

Ikutlah kegiatan apa pun sesuai selera masing-masing tapi jangan semua itu semata untuk membangun citra palsu.

Everyone is free to do any activities according to one’s choice but don’t let it to build fake image.

Ok deh kalau seseorang menganggap dirinya benar dan merasa berhak untuk menampilkan apa pun yang ingin ditampilkannya, untuk melakukan apa pun yang ingin dilakukannya atau untuk memilih apa pun yang ingin dipilihnya.. baiklah, lakukanlah itu tapi jangan memaksa orang lain untuk menjadi seperti dirinya dong.

Ok if somebody thinks he/she is right and has the right to show whatever image he/she desires, to do anything as he/she pleases or to choose whatever he/she wants.. fine, do that but don't force others to be the person he/she is.

*  *  *  *  *

Juvenal melihat ada hal-hal tidak benar terjadi di komunitasnya. Mungkin dia dikitari oleh orang-orang yang memiliki pola pikir, mentalitas dan perbuatan yang tidak benar.

Juvenal saw bad things happened in his community. Maybe he was surrounded with people with bad mindset and bad mentality who did bad things.

Jelas jumlah mereka lebih banyak. Mereka mungkin juga punya kedudukan lebih tinggi dari dia sehingga otomatis lebih berkuasa.

They obviously outnumbered him. They probably also had higher position that made them powerful.

Mereka yang berada dalam posisi demikian biasanya bisa membuat yang benar jadi salah dan yang salah jadi benar; hitam dijadikan putih dan putih dijadikan hitam.

Those who held such position usually could turn right into wrong and wrong into righteousness; black turns into white and white appears as black.

Juvenal sudah sampai di titik dimana kekesalan, geram, frustrasi dan muaknya melihat serta menghadapi kondisi serta perbuatan dan sikap orang-orang itu sudah mencapai puncak.

Juvenal has reached the top point of his upsetness, wrath, frustration and sickness on seeing and dealing with the condition along with the things did by those people.

Dia pun bertindak sesuai dengan apa yang dapat dilakukannya.

He did something he knew he could do.

Orang mungkin meremehkannya dan menganggap dia tidak berarti tapi dia telah melakukan apa yang telah dilakukannya; kecil tapi berpengaruh besar.

People might underestimated him and thought he was a person with no value but he did what he did; it was small but it gave huge impact.

*  *  *  *  *

Sekian ribu tahun kemudian, pesan Juvenal di paragraf pertama dan terakhir masih berdering nyaring dan memiliki korelasi dengan ajaran agama mana pun.

Thousands of years later Juvenal’s messages are still ringing loudly and they have correlation with any religion’s teaching.

Berdoalah supaya memiliki Pikiran yang sehat

You should pray for a Healthy Mind

Pikiran yang sehat bukan berarti tidak pernah memiliki pikiran yang tidak baik karena pikiran manusia sebagian besar isinya adalah hal-hal yang tidak baik.

Having healthy mind doesn't mean of never having bad thinking because people’s mind filled mostly with bad stuff.

Pikiran yang sehat yang dimaksud oleh Juvenal adalah kebijaksanaan.


Juvenal referred healthy mind to wisdom.

Pada akhirnya di paragraf terakhir dia menulis ‘satu-satunya jalan menuju kehidupan yang damai adalah dengan kebaikan’.

In his closing, in the last paragraph he wrote ‘the only road to a life of peace is virtue’.

Hati yang bijaksana adalah hati yang penuh dengan kebaikan dan karenanya terisi dengan kedamaian. 

A wise heart is a heart fulls with kindness and so it is filled with peace.

No comments:

Post a Comment